Jumat, 25 Desember 2009

Penanganan sampah

PENANGANAN SAMPAH

By Eny Retna Ambarwati

1. Tujuan

a. Melindungi petugas

b. Melindungi pencegahan infeksi

c. Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitar

d. Membuang bahan-bahan berbahaya (toksik dan radio aktif) dengan aman

2. Cara pembuangan sampah terkontaminasi

a. Menuangkan cairan atau sampah basah ke sistem pembuangan kotoran tertutup

b. Insinerasi (pembakaran) untuk menghancurkan bahan-bahan sekaligus mikro organismenya

c. Menguburkan sampah terkontaminasi untuk di tangani lebih lanjut

3. Penanganan sampah terkontaminasi yang tepat

a. Pakailah wadah plastik atau disepuh logam dengan tutup yang rapat

b. Gunakan wadah tahan tembus untuk pembuangan benda-benda tajam

c. Tempatkan wadah sampah dekat dengan lokasi terjadinya sampah dan mudah dicapai oleh pemakai

d. Peralatan yang dipakai untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah tidak boleh dipakai untuk keperluan lain (sebaiknya peralatan diberi tandah “sampah terkontaminasi”)

e. Cuci semua wadah sampah dengan larutan dekontaminasi dan bilas teratur dengan air

f. Gunakan wadah terpisah untuk sampah yang akan dibakar dengan yang tidak akan dibakar sebelum dibuang

g. Gunakan perlengkapan perlindungan diri ketika menangani sampah

h. Cuci tangan atau gunakan penggosok tangan antisepti berbahan dasar alkohol tanpa air setelah melepaskan sarung tangan sehabis menangani sampah

4. Macam-macam sampah terkontaminasi dan cara penanganannya.

a. Sampah Kering

Macam-macam sampah kering ; jarum, kapas, kasa, pembalut, vial, pisau, skalpel dan semprit. Sampah kering terbagi menjadi sampah padat dan sampah benda tajam

Penanganannya di bakar dalam insinerator, sisa pembakaran seperti abu atau benda-benda tajam yang tidak hangus dalam pembakaran ditanam dalam lubang tertutup.

b. Sampah Basah

Macam-macam sampah basah ; darah, duh tubuh, jaringan plasenta, bagian janin, set tranfusi dan lain-lain. Sampah basah terbagi menjadi sampah cair dan sampah padat.

5. Penanganannya dibuang dalam lubang dalam dan tertutup.

a. Langkah-langkah pembuangan sampah benda tajam.

1) Jangan menyarungkan kembali penutup atau melepaskan jarum semprit

2) Dekontaminasi dengan larutan klorin 0,5% hisap dan semprotkan sebanyak 3x (jika semprit akan diproses kembali, penuhi semprit dengan larutan klorin 0,5% dan redam selama 10 menit)

3) Masukan benda tajam ke dalam wadah yang tahan tusukan

4) Jika wadah sudah terisi ¾ bagian, pindahkan dari area tindakan untuk dibuang.

b. Langkah-langkah membuang wadah benda tajam.

1) Pakailah sarung tangan rumah tangga yang tebal

2) Kontainer yang telah terisi ¾ bagian ditutup atau disumbat/plester dengan rapat, pastikan tidak ada bagian benda tajam yang menonjol ke luar wadah.

3) Buang wadah dengan cara dibakar, enkapsulasi, atau dikubur

4) Lepaskan sarung tangan, cuci setiap hari atau setiap kali terlihat kotor

5) Cuci tangan dan keringkan dengan handuk bersih

c. Langkah-langkah membuang sampah cair.

1) Pakai PPD

2) Tuangkan sampah cair ke wastafel atau ke dalam toilet dengan hati-hati dan disiram dengan air

3) Jika sistem pembuangan kotoran tidak tersedia, buang sampah cair dalam lubang tertutup

4) Wadah bekas sampah cair di dekontaminasi lalu dicuci

5) Lepaskan sarung tangan rumah tangga, cuci setiap hari atau jika terlihat kotor

6) Cuci tangan dan keringkan dengan handuk bersih

d. Langkah-langkah membuang sampah padat.

1) Pakai sarung tangan rumah tangga

2) Buang sampah padat dalam wadah bersepuh logam atau plastik dengan penutup ketat

3) Kumpulkan wadah sampah secara reguler dan pindahkan yang bisa dibakar ke dalam insinerator atau area pembakaran

4) Lepaskan sarung tangan rumah tangga, cuci setiap hari atau jika terlihat kotor

5) Cuci tangan dan keringkan dengan handuk bersih

Referensi :

Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC

Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.

Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.

Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.

JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.

JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.

Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.

Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.

Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar