MENERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA AWAL
UNTUK MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA SEHAT
LAPORAN PENGABDIAN
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA
MARET, 2010
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Berkembangnya paradigma “sehat” saat ini, dimana terjadi pergeseran upaya-upaya dalam hidup sehat antara lain berubahnya upaya pengobatan pada upaya pencegahan dan upaya peningkatan kesehatan, dari segi kegiatan yang bersifat pasif menunggu klien berobat di unit-unit pelayanan kesehatan bergeser pada penemuan kasus secara aktif. Hal ini akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Untuk itu peran serta masyarakat perlu serta dikembangkan agar tercapai pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang optimal secara mandiri. Komunitas sebagai penerima pelayanan kesehatan dan aktif dalam seluruh proses perubahan, sejak pengenalan masalah kesehatan sampai penanggulangan, dimana hal ini melibatkan individu, keluarga dan masyarakat sebagai target pelayanan kebidanan komunitas dengan fokus peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit di masyarakat.
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya guna tercapainya suatu negara yang kuat. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan tujuan utamanya mewujutkan rakyat yang sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi.
Hasil survei antara lain menunjukkan 97 persen setuju kesehatan adalah prioritas utama untuk membentuk negara yang kuat. Sebanyak 94 responden juga berpendapat kesehatan akan meningkatkan produktifitas dalam bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
Berkaitan dengan pembangunan di bidang kesehatan terdapat issue strategis yang dihadapi bangsa Indonesia diantaranya adalah beban ganda yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan. Beban ganda dalam pembangunan kesehatan adalah meningkatnya beberapa penyakit menular (re-emerging disese), sementara penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif mulai meningkat, selain itu timbul juga berbagai penyakit baru (new-emerging disease). Issue strategis lainnya adalah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masih menempatkan masyarakat sebagai obyek, bukan sebagai subyek pembangunan kesehatan. Kemampuan masyarakat untuk mengemukakan pendapat dan memilih dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan masih sangat terbatas serta peran aktif masyarakat masih kurang dan bahkan cenderung menurun. Untuk mewujudkan sebuah bangsa yang lebih sehat, masyarakat diajak berkomitmen untuk melakukan hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment).
Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
B. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
Mampu Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat.
2. Tujuan Khusus
Mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Rumah Tangga.
D. MANFAAT KEGIATAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam peningkatan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Definisi
a. Perilaku Sehat
Adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat.
b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di Rumah Tangga yaitu :
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2) Memberi bayi ASI eksklusif
3) Menimbang bayi dan balita
4) Menggunakan air bersih
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6) Menggunakan jamban sehat
7) Memberantas jentik di rumah
8) Makan buah dan sayur setiap hari
9) Melakukan aktivitas fis1k setiap hari
10) Tidak merokok di dalam rumah
2. Manfaat Rumah Tangga Sehat
a. Bagi Rumah Tangga:
1) Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
2) Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3) Anggota keluarga giat bekerja.
4) Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
b. Bagi Masyarakat:
1) Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
2) Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah¬ - masalah kesehatan.
3) Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
4) Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.
3. 10 PHBS Rumah Tangga
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
1) Apa itu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan?
Adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya)
2) Mengapa setiap persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan?
a) Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinanan, sehingga keselamatan Ibu dan bayi lebih terjamin.
b) Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.
c) Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih. dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.
3) Apa tanda-tanda persalinan?
a) Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat.
b) Rahim terasa kencang bila diraba, terutama pada saat mulas.
c) Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
d) Keluar cairan ketuban yang berwama jemih kekuningan dari jalan lahir.
e) Merasa seperti mau buang air besar.
4) Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah:
a) Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter)
b) Tetap tenang dan tidak bingung
c) Ketika merasa mulas bemapas panjang. mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit.
5) Apa tanda-tanda bahaya persalinan?
a) Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
b) Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
c) Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
d) Tidak kuat mengejan
e) Mengalami kejang-kejang.
f) Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
g) Air ketuban keruh dan berbau.
h) Setelah bayi lahir. ari-ari tidak keluar.
i) Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
j) Keluar darah banyak setelah bayi lahir.
k) Bila ada tanda bahaya, ibu harus segera dibawa ke bidan/dokter
b. Memberi bayi ASI eksklusif
1) Apa itu bayi diberi ASI Eksklusif?
adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain.
2) Apa itu ASI (Air Susu Ibu)?
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik Air Susu Ibu pertama berupa cairan ben¬ing berwama kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.
3) Apa saja keunggulan ASI
a) Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
b) Mengandung zat kekebalan.
c) Melindungi bayi dari alergi.
d) Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
e) Tidak akan pemah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan di mana saja.
f) Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pemapasan bayi.
4) Kapan dan bagaimana ASI diberikan?
a) Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendaliat dukungan dari keluarga.
b) Bayi segera diteteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan.
c) Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian.
d) Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi.
e) Pemberian ASI tetap.dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.
5) Bagaimana cara menyusui yang benar?
a) Sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kedua tangannya dengan menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih.
b) Lalu bersihkan kedua puting susu dengan kapas yang telah direndam terlebih dahulu dengan air hangat.
c) Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu harus dalam keadaan tenang (tidak tegang).
d) Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala.
e) Upayakan badan bayi menghadap kepada badan ibu, rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu.
f) Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu.
g) Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu bagian dalam.
h) Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu ke sebelah kanan sampai bayi merasa kenyang.
i) Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pi pi bayi dibersihkan dengan kapas yang telah direndam air hangat.
j) Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar dengan cara meletakkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-Iahan diusap belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.
6) Apa manfaat memberikan ASI?
a) Bagi Ibu:
(1) Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
(2) Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
(3) Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
(4) Menunda kehamilan berikutnya.
(5) Mengurangi risiko terkena kanker payudara.
(6) Lebih praktis karena ASllebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan.
b) Bagi bayi
(1) Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng
(2) Bayi tidak sering sakit
c) Bagi keluarga
(1) Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya.
(2) Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula.
7) Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi ASI?
a) Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan sayuran dan buah-buahan.
b) Makan lebih banyak dari biasanya.
c) Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari.
d) Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1-2 jam dan menjaga ketenangan pikiran.
e) Susui bayi sesering mungkin dari kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian hingga bayi tenang dan puas.
8) Apa yang perlu diperhatikan untuk membantu keber¬hasilan pemberian ASI Eksklusif?
Dukungan suami, orang tua, ibu mertua, dan keluarga lainnya sangat diperlukan agar upaya pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan bisa berhasil.
9) Apakah ibu yang bekerja bisa memberikan ASI Eksklusif?
Ibu yang bekerja tetap bisa memberikan ASI Eksklusif pada bayi, caranya:
a) Berikan ASI sebelum berangkat bekerja.
b) Selama bekerja, bayi tetap bisa diberi ASI dengan cara memerah ASI sebelum berangkat kerja dan ditampung di gelas yang bersih dan tertutup untuk diberikan kepada bayi di rumah.
c) Setelah pulang bekerja, bayi disusui kembali seperti biasa.
10) Bagaimana cara menyimpan ASI di rumah?
a) ASI yang disimpan di rumah di tempat yang sejuk akan tahan 6-8 jam.
b) ASI yang disimpan di dalam termos berisi es batu akan tahan 24 jam.
c) ASI yang disimpan di lemari es akan tahan 3 kali 24 jam.
d) ASI yang disimpan di freezer akan tahan selama 2 minggu.
11) Bagaimana cara memberikan ASI yang disimpan?
a) Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air bersih.
b) Apabila ASI diletakkan di ruangan yang sejuk, segera berikan sebelum masa simpan berakhir (8 jam).
c) Apabila ASI disimpan dalam termos atau lemari es, ASI yang disimpan dalam gelas bersih tertutup dihangatkan dengan cara direndam dalam mangkok berisi air hangat, kemudian ditunggu sampai ASI terasa hangat (tidak dingin).
d) ASI diberikan dengan sendok yang bersih, jangan pakai botol atau dot, karena botol dan dot lebih sulit dibersihkan dan menghindari terjadinya bingung puting susu pada bayi.
c. Menimbang bayi dan balita
1) Mengapa bayi dan balita perlu ditimbang setiap bulan?
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbu¬hannya setiap bulan.
2) Kapan dan dimana penimbangan bayi dan balita di lakukan?
Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur I bulan sampai 5 tahun di Posyandu.
3) Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita?
Setelah bayi dan balita ditimbang. catat hasil penimbangan di Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik (Ii hat perkembangannya)
4) Apa manfaat penimbangan balita setiap bulan?
a) Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
b) Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
c) Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) dan dicurigai Gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
d) Untuk mengetahui kelengkapan Imunitasi.
e) Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.
d. Menggunakan air bersih
1) Mengapa kita harus menggunakan air bersih?
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum. memasak. mandi, berkumur, membersihkan lantai. mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian. dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
2) Apa syarat-syarat air bersih itu?
Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium dan diraba)
a) Air tidak berwama harus bening/jemih.
b) Air tidak keruh, harus be bas dari pasir. debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
c) Air tidak be rasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit. harus bebas dari bahan kimia beracun.
d) Air tidak berbau seperti bau amis, anyir. busuk atau bau belerang.
3) Apa manfaat menggunakan air bersih?
a) Terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera. Disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
b) Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
4) Di mana dapat memperoleh sumber air bersih?
a) Mata air
b) Air sumur atau air sumur pompa
c) Air ledeng/perusahaan air minum
d) Air hujan
e) Air dalam kemasan
5) Bagaimana menjaga kebersihan sumber air bersih
a) Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit 10 meter.
b) Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemaran.
c) Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak seperti lantai sumur tidak boleh retak. bibir sumur harus diplester dan sumur sebaiknya diberi penutup.
d) Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air di sekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut pada lantai/dinding sumur. Ember/gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak diletakkan di lantai (ember/gayung digantung di tiang sumur).
6) Mengapa air bersih harus dima¬sak mendidih bila ingin dimi¬num
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman penyakit dalam air mati pada suhu 100 derajat C (saat mendidih).
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
1) Mengapa harus mencuci tangan dengan benar menggunakan air bersih dan sabun?
a) Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
b) Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
2) Kapan saja harus mencuci tangan?
a) Setiap kali tangan kita kotor (setelah, memegang uang, memegang binatang. berkebun, dll).
b) Setelah buang air besar.
c) Setelah menceboki bayi atau anak.
d) Sebelum makan dan menyuapi anak.
e) Sebelum memegang makanan.
f) Sebelum menyusui bayi.
3) Manfaat mencuci tangan
a) Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
b) Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
c) Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
4) Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
a) Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun.
b) Bersihkan telapak, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan.
c) Setelah itu keringkan dengan lap bersih.
f. Menggunakan jamban sehat
1) Mengapa harus menggunakan jamban?
a) Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidak berbau.
b) Tidak mencemari sumber air yang ada disekitamya.
c) Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit diare, kolera disentri, thypus, kecacingan, penyakit saluran pencemaan, penyakit kulit, dan keracunan. .
2) Apa saja syarat jamban sehat?
a) Tidak mencemari sumber air minum Uarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
b) Tidak berbau.
c) Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
d) Tidak mencemari tanah disekitamya.
e) Mudah dibersihkan dan am an digunakan.
f) Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
g) Penerangan dan ventilasi cukup.
h) ]Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
i) Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.
3) Bagaimana cara memelihara jamban sehat?
a) Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
b) Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
c) Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
d) Tidak ada serangga, (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran.
e) Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
f) Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.
g. Memberantas jentik di rumah
1) Mengapa harus mem¬berantas Jentik di rumah?
Agar rumah bebas Jentik
2) Apa itu Rumah bebas jentik?
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.
3) Apa itu Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)?
Adalah pemeriksaan tempat¬ tempat perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada di dalam rumah seperti bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan di luar rumah seperti talang air, alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang dilakukan secara teratur setiap minggu.
4) Siapa yang melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala?
a) Anggota rumah tangga
b) Kader
c) Juru Pemantau Jentik Oumantik)
d) T enaga pemeriksa jentik lainnya
5) Apa yang perlu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik?
Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
a) PSN merupakan kegiatan memberantas telur. jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.
b) 3 M Plus adalah tiga eara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
(1) Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
(2) Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-Iekukan yang dapat meriampung air hujan.
(3) Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastik kresek,dll)
6) Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu:
a) Menggunakan kelambu ketika tidur.
b) Memakai obat yang dapat meneegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk; bakar, semprot.
c) Oles/diusap ke kulit, dll
d) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar
e) Mengupayakan peneahayaan dan ventilasi yang memadai.
f) Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
g) Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air
h) Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air, misalnya ikan eupang, ikan nila, dll
i) Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, Zodia, Lavender, Rosemerry, dll
7) Apa manfaat Rumah Bebas Jentik?
a) Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dieegah atau dikurangi
b) Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya, atau Kaki Gajah.
c) Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.
8) Bagaimana cara Pemeriksaan Jentik Berkala?
a) Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerjaa untuk memeriksa tempat yang sering menjadi tempat perkembangbiakan nyamukltempat penampungan air di dalam dan di luar rumah serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada anggota rumah tangga.
b) Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.
c) Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut menyaksikan/melihat jentik. kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus
d) Memberikan penjelasan manfaat dan anjuran PSN kepada anggota rumah tangga
e) Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah (kartu yang ditinggalkan di rumah) dan pada Formulir pelaporan ke Puskesmas.
h. Makan buah dan sayur setiap hari
1) Siapa yang diharapkan makan sayur dan buah?
Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari.
2) Mengapa kita harus makan sayur dan buah?
Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, Mengandung serat yang tinggi.
3) Apa manfaat vitamin yang ada di dalam sayur dan buah?
a) Vitamin A untuk pemeliharaan kesehatan mata.
b) Vitamin D untuk kesehatan tulang.
c) Vitamin E untuk kesuburan dan awet muda.
d) Vitamin K untuk pembekuan darah.
e) Vitamin C meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
f) Vitamin B mencegah penyakit beri-beri.
g) Vitamin B 12 meningkatkan nafsu makan.
4) Apa manfaat serat yang ada di dalam sayur dan buah? Serat adalah makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang sangat berfungsi untuk memelihara usus. Serat tidak dapat dicema oleh pencemaan sehingga serat tidak menghasilkan tenaga dan dibuang melalui tinja. Serat tidak untuk mengenyangkan tetapi dapat menunda pengosongan lambung sehingga orang menjadi tidak cepat lapar.
5) Manfaat makanan berserat, yaitu:
a) Mencegah diabetes.
b) Melancarkan buang air besar.
c) Menurunkan berat badan.
d) Membantu proses pembersihan racun (detoksifikasi). . Membuat awet muda.
e) Mencegah kanker.
f) Memperindah kulit, rambut dan kuku.
g) Membantu mengatasi Anemia (kurang darah).
h) Membantu perkembangan bakteri yang baik dalam usus.
6) Berapa banyak sayur dan buah dalam sehari harus kita makan?
a) Sayur harus dimakan 2 porsi setiap hari, dengan ukuran satu porsi sama dengan satu mangkuk sayuran segar atau setengah mangkuk sayuran matang. Sebaiknya sayuran dimakan segar atau dikukus, karena jika direbus cenderung melarutkan vitamin dan mineral.
b) Buah-buahan harus dimakan 2-3 kali sehari. Co ntohnya, setiap kali makan setengah mangkuk buah yang diiris, satu gelas jus atau satu buah jeruk. apel, jambu biji atau pisang. Makanlah berbagai macam buah karena akan memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah.
7) Sayur dan buah seperti apa yang bagus kita makan?
a) Semua sayur bagus untuk dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning dan oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk. wortel, kacang panjang, selada hijau atau daun singkong.
b) Semua buah bagus untuk dimakan, terutama yang berwama (merah, kuning) seperti mangga, pepaya, jeruk, jambu biji, atau apel lebih banyak kandungan vitamin dan mineral serta seratnya.
c) Pilihlah buah dan sayur yang bebas pestisida dan zat berbahaya lainnya. Biasanya ciri-ciri sayur dan buah yang baik ada sedikit lubang bekas dimakan ulat dan tetap segar.
8) Bagaimana mengolah sayur dan buah dengan tidak merusak atau mengurangi kandungan gizinya?
Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan gizinya adalah dengan. memakannya dalam keadaan mentah atau dikukus. Direbus den¬gan air akan melarutkan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah tersebut. Pemanasan tinggi akan menguraikan beberapa vitamin.
i. Melakukan aktivitas fis1k setiap hari
1) Siapa yang diharapkan melakukan aktivitas fisik?
adalah anggota keluarga melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari.
2) Apa itu aktivitas fisik?
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, menial, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
3) Apa jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan?
a) Bisa berupa kegiatan sehari-hari yaitu: berjalan kaki, berkebun, kerja di taman, mencuci pakaian, mcncuci mobil, mengepel lantai, naik turun tangga, membawa belanjaan.
b) Bisa berupa olah raga, yaitu push up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fittness, angkat beban/berat.
4) Berapa lama seseorang perlu melakukan aktivitas fisik setiap hari?
a) Aktivitas fisik dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari sehingga dapat menyehatkan jantung, paru-paru serta alat tubuh lainnya.
b) Jika lebih banyak waktu yang digunakan untuk beraktifitas fisik maka manfaat yang diperoleh juga lebih banyak.
c) Jika kegiatan ini dilakukan setiap hari secara teratur maka dalam waktu 3 bulan ke depan akan terasa hasilnya.
5) Bagaimana cara melakukan aktivitas yang benar?
a) Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap.
b) Lakukan aktivitas fisik sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.
c) Awali aktivitas fisik dengan pemanasan dan peregangan.
d) Lakukan gerakan ringan dan secara perlahan ditingkatkan sampai sedang.
e) Jika sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut, lakukan secara rutin paling sedikit 30 menit setiap hari.
6) Apa keuntungan melakukan aktivitas fisik secara teratur ?
a) Terhindar dari Penyakit Jantung. Stroke. Osteoporosis. Kanker. Tekanan Darah Tinggi, Kencing Manis, dll
b) Berat badan terkendali
c) Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
d) Bentuk tubuh menjadi bagus
e) Lebih pjrcaya diri
f) Lebih bertenaga dan bugar
g) Secara keseluruhan keadaan kesehatan menjadi lebih baik
7) Beberapa tips dalam beraktivitas fisik:
a) Jalan cepat: Perlu sepatu yang cukup enak dipakai agar kaki nyaman dan sehat apalagi untuk berjalan ke kantor atau naik tangga.
b) Renang, lakukan bercnang scccpat mungkin dengan napas yang dalam.
c) Senam atau peregangan sangat baik bagi otot-otot dan sendi-sendi yang kaku, juga melenturkan otot serta melancarkan peredaran darah.
j. Tidak merokok di dalam rumah
1) Siapa yang diharapkan tidak merokok didalam rumah?
Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok dirumah.
2) Mengapa harus tidak merokok
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang dihisap akan dikeluarkan sekitar 4000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan carbonmonoksida.
3) Apa itu dengan perokok aktif dan perokok pasif?
Perokok aktif adalah orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu Cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekedar coba-coba dan cara menghisap rokok Cuma sekedar menghisap asap walaupun tidak diisap masuk ke dalam paru-paru.
4) Apa bahaya perokok aktif dan perokok pasif?
Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
BAB III
MATERI DAN METODA PEMECAHAN MASALAH
A. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya guna tercapainya suatu negara yang kuat. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan tujuan utamanya mewujutkan rakyat yang sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment).
Menurut notoatmodjo (2003) bahwa penyuluhan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan yang sedang dihadapinya.
B. KHALAYAK SASARAN ANTARA YANG STRATEGIS
Khalayak sasaran antara lain adalah para ibu – ibu usia 50 tahun ke atas.
C. KETERKAITAN
1. Institusi Pendidikan
Khususnya bagi dosen, dapat melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
2. Dinas Kesehatan
Sebagai media penyampai informasi bagi pemberi layanan kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
D. METODE KEGIATAN
Metode kegiatan yang ditempuh berupa penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
Media yang digunakan dalam hal ini adalah LCD dan power point materi tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga.
Materi penyuluhan disajikan dalam bentuk lisan dan tulisan pada saat pelaksanaanya sesuai dengan jadwal yang ada. Untuk lebih memperjelas penyuluhan tersebut akan dipergunakan media seperti tersebut diatas.
K. JADWAL KEGIATAN
7 Maret 2010
L. BIAYA
No Kegiatan Perincian Total
1 Konsumsi Rp 5.000, x 80 Rp 400.000,-
2 Hr. Pembicara Rp 100.000 x 2 Rp 200.000,-
3 Hr Pelaksana Rp 50.000 x 4 Rp 200.000,-
4 Dokumentasi - Rp 50.000,-
5 Laporan Rp 85.000 Rp 75.000,-
6 Transport Rp 50.000,- Rp 50.000,-
7 Sopir Rp 20.000,- Rp 25.000,-
Rp 1.000.000,-
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Pengabdian masyarakat dengan judul Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat telah dilaksanakan sebagai berikut :
Hari : Rabu
Tanggal : 07 April 2010
Tempat : Prancak Glondong
Pukul : 10.00 s/d 12.00 WIB
Peserta : Posyandu Lansia
Kegiatan ini dihadiri oleh 31 lansia di pancak glondong. Tanggapan posyandu lansia terhadap kegiatan ini baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Pengabdian masyarakat dengan judul Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat telah dilaksanakan sebagai berikut Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan pada lansia yang dilanjutkan dengan tanya jawab.
Para lansia sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana dengan paket materi PHBS sehingga para peserta bisa lebih memahami serta menerapkan tentang PHBS dirumah.
B. PEMBAHASAN
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat telah dilaksanakan di posyandu lansia prancak glondong sewon bantul yogyakarta.
Merubah perilaku adalah sesuatu hal yang tidak mudah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perubahan perilaku sebaiknya dilakukan sedini mungkin sehingga bisa terwujud rumah tangga yang sehat.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat karena untuk membuat sesuatu yang besar memang harus dimulai dari hal-hal yang kecil.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Rumah Tangga Sebagai Upaya Awal Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sehat telah dilaksanakan di posyandu lansia prancak glondong sewon bantul yogyakarta.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat karena untuk membuat sesuatu yang besar memang harus dimulai dari hal-hal yang kecil.
B. SARAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang PHBS.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam menerapkan PHBS.
Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 September 2010
Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi
MENERAPKAN THERAPI (SENTUHAN) PIJAT BAYI DENGAN BENAR SEBAGAI LANGKAH AWAL UNTUK MENSTIMULASI PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN BAYI
LAPORAN PENGABDIAN
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA
2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Setiap orang tua tentunya mengharapkan agar anaknya selalu dalam keadaan sehat tanpa cacat maupun kelemahan. Anak sehat mengandung arti bahwa anak tesebut pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi berlangsung sama, saling berkaitan sehingga sulit dipisahkan (Yusuf, 2007).
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebaiknya direncanakan sejak awal kehidupan seseorang dan berlanjut pada masa usia balita. Pada masa itu sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar pertumbuhan dan perkembangan anak. Menghasilkan suatu generasi yang dapat tumbuh dan berkembang secara baik perlu diupayakan melalui berbagai cara agar mendukung perkembangan sehat dan dapat tercapai perkembangan secara sempurna (Lastariwati, 1998).
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak melalui fase-fase yang terinci mulai dari saat lahir. Banyak faktor yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor adalah kondisi yang optimal pada saat masa bayi. Kondisi optimal pada masa bayi tidak lepas dari faktor fisik, psikis dan lingkungan dari si bayi, selain usaha yang positif untuk memperoleh kondisi optimal pada masa bayi tersebut.
Mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang merupakan suatu hal yang sangat penting, akan tetapi banyak orang tua beranggapan bahwa mendampingi anak merupakan suatu hal yang mudah, tidak perlu di pelajari dan dipersiapkan. Mereka beranggapan tumbuh kembang anak akan berjalan begitu saja sehingga orang tua lebih bersikap acuh tak acuh dan mereka lebih memfokuskan pada kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan pemerintah Indonesia kesulitan menghadapi sejumlah persoalan krisis yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap keluarga dan anak-anak.
Menurut Nursalam (2005) anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang dibanding dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. Akan tetapi stimulasi yang berlebihan dan tidak sesuai saat pemberiannya merupakan suatu hal yang terbuang percuma dan sia-sia belaka, sehingga pemberian stimulasi harus menyesuaikan dengan kebutuhan anak.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan adalah dengan therapi pijat bayi. Therapi pijat bayi atau sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan yang aman pada bayi.
Sebuah penelitian di Australia (tahun 1992) pada ayah dan bayi dengan dampak melakukan pijat bayi. Kelompok pertama ditunjukkan cara memijat bayi yang berusia 4 minggu dan diminta untuk tetap melanjutkan pijatnya sampai penelitian selesai. Sebagai pembanding kelompok ayah yang tidak memijat bayinya juga dimonitor. Ditemukan hasilnya sampai bayi berusia 12 minggu, bayi yang rajin dipijat menyambut ayah mereka dengan kotak mata, senyuman, suara dan sentuhan dibandingkan dengan bayi yang tidak dipijat oleh ayahnya. Para ayah menunjukkan hal luar biasa dari hari ke hari dengan terlihat bersama bayinya. Pijat membuat para ayah dan bayinya menikmati kontak kulit dengan kulit, dimana terjadi dengan para ibu saat menyusui. Melalui pijat bayi para ayah menjadi lebih memahami naluri anaknya dan menjadikannya lebih percaya diri tentang bagaimana menangani anak-anak mereka.
Menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A. menyebutkan, terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur mengalami kenaikan berat badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup bulan usia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat.
Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10). Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak. Melalui pijatan juga berguna membantu menumbuhkan hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Teknik pijatan terhadap bayi ini sudah sejak dahulu dipraktekkan oleh nenek moyang kita. Dengan dilakukannya beberapa penelitian dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A, tehnik pijatan ini dikemas dalam bentuk yang lebih profesional sehingga bisa dilakukan oleh setiap ibu dirumah secara benar untuk dapat membantu anaknya dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan.
B. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana menerapkan Therapi Sentuhan (Pijat) Bayi Dengan Benar Sebagai Upaya Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
Mampu menerapkan Therapi Sentuhan (Pijat) Bayi Dengan Benar Sebagai Upaya Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan therapi sentuhan (pijat) bayi dengan benar.
b. Mampu memberikan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan.
D. MANFAAT KEGIATAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang therapi sentuhan (pijat) pada bayi.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam penerapan therapi sentuhan (pijat) pada bayi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. THERAPI SENTUHAN (PIJAT) BAYI
1. Manfaat
a. Bagi bayi
1) Rasa aman.
Kontak fisik secara positif antara orang tua dan anaknya, membuat anak merasa berharga dan dicintai.
2) Kesehatan umum.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disentuh dengan penuh kasih sayang jarang sekali menangis dan sakit, daripada yang tidak disentuh. Pijat memperbaiki sirkulasi dan menambah system kekebalan, juga meningkatkan aliran cairan getah bening keseluruh tubuh untuk membersihkan zat yang berbahaya dalam tubuh. Pijat juga mengatasi rasa sakit dan beberapa gejala penyakit, serta meningkatkan relaksasi dan menenangkan bayi yang menangis.
3) Pertumbuhan fisik.
Pijat meningkatkan kesadaran fisik, kekuatan otot-otot dan membuat persendian lebih lentur. Khususnya sangat bermanfaat untuk para bayi premature.
4) Kemampuan bersosialisasi
Menyentuh bayi mengajarkannya berkomunikasi. Pijat membantu menciptakan komunikasi nonverbal, yang memberikan kemampuan bersosialisasi.
b. Bagi orang tua
1) Relaksasi.
Ketika orang tua memijat bayi, orang tua focus padanya. Para orang tua menceritakan bahwa interaksi ini menyenangkan dan rileks.
2) Mengembangkan kepekaan.
Karena bayi tidak dapat mengatakan apakah ia menyukai usapan atau kurang nyaman, orang tua harus melihat reaksinya dan mengartikannya.
3) Membangun percaya diri.
Para orang tua menjadi lebih sensitive dan percaya diri. Kontak fisik melalui sebuah pijatan akan membuatnya nyaman dalam menangani bayinya.
4) Jalinan orang tua – anak.
Komunikasi non verbal yang orang tua lakukan pada bayi melalui pijatan dapat berlanjut hingga dimasa datang. Pijat juga menjadi saat rutin antara orang tua dan bayi.
2. Persiapan
Persiapan yang penting sebelum memijat bayi:
a. Tangan bersih dan hangat.
b. Kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
c. Ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
d. Upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
e. Perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
f. Duduklah dalam posisi yang nyaman.
g. Baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
h. Siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
i. Mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.
3. Prosedur
NO LANGKAH
Bagian depan tubuh bayi
Setelah ruangan dihangatkan dan minyak serta handuk disiapkan, lepaskan baju serta popok bayi. Baringkan bayi dengan kedua kakinya dekat dengan orang tua dan bersiap untuk memulai pijat bagian depan. Celupkan jari anda kedalam minyak, kemudian gosokkan kedua tangan anda bersama agar hangat. Setiap sesi pemijatan dimulai dengan menandai bagian tubuh mana yang akan dipijat. Perhatikan matanya, senyumnya, ajaklah berbicara.
1. Lengan dan tangan
a. Usapkan sejajar di bagian dada.
1) Letakkan telapak tangan anda dibagian perutnya dengan jari-jari menunjuk ke atas.
2) Urutkan kedua tangan ke bagian atas dada terus ke bahu.
3) Putarlah jari-jari anda diatas bahu dan usap ke arah luar memegangan bagian atas lengan.
b. Usapan sepanjang tangan
1) Usap lengan dan tangan, kemudian tariklah jari-jarinya. Pastikan kedua tangan anda bekerja bersamaan.
2) Terkadang bayi tidak dapat meregangkan tangannya. Ketika ototnya rileks anda dapat menambahkan tekanan usapan untuk menguatkan lengannya.
3) Lakukan langkah 1 dan 2 sebanyak tiga sampai empat kali atau sampai tangannya lurus sebentar.
c. Melenturkan tangan
1) Buatlah lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari anda memutar de lengan kanan bayi anda.
2) Pada bayi yang lebih tua, letakkan tangan anda pada bagian atas tangannya dan genggam seluruhnya.
3) Tekan lembut dengan arah berlawanan.
4) Pergunakan minyak secukupnya agar memudahkan jari atau tangan anda bergerak lembut diseluruh tangannya.
5) Lakukan gerakkan ini dan tariklah dengan lembut pada waktu bersamaan. Berhenti pada pergelangan dan tariklah tangannya dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri anda. Kemudian pindahlah kebagian kiri tangannya.
6) Lakukan langkah ini 2 kali pada setiap lengan
d. Pegang telapak tangan bayi anda menghadap keatas, usap telapak tangannya dari bagian dasar terus ke jari-jari dengan ibu jari anda secara bergantian. Lakukan hal ini sekali lagi kemudian ulangi pada tangan satunya.
Cara alternatif :
Jika sulit membuka tangan bayi, anda dapat memegang pergelangan tangannya dan jari-jari yang lain di bawah telapak tangannya. Tekan ibu jari telunjuk anda bersamaan dan bergerak menuju jari.
e. Menarik jari-jari
Peganglah pergelangan tangan bayi dengan telapak tangan menghadap keatas. Anda dapat meletakkan ibu jari dan telunjuk secara bebas di bagian dasar jari-jarinya. Tariklah jarinya sampai keujung kuku dan remas dengan lembut. Tarik lembut jari satu kali dan ulangi pada tangan yang lainnya.
2. Dada
Bergerak melingkar puting susu
Letakkan dua jari pertama setiap tangan anda di bagian tengah dadanya, yakni antara putingnya. Gerakkan kedua jari kearah atas dada dan keluar puting, memutari puting kemudian kembali lagi ke posisi semula. Lakukan beberapa kali.
3. Perut
a. Usapan ke bawah perut
Letakkan salah satu tangan anda secara horizontal di perut, tepat di bawah dada dan usap lembut ke bawah dasar perut. Ketika tangan yang satunya tidak bersentuhan dengan tubuh bayi anda, maka segera letakkan satu tangan lainnya di atas perut sebagaimana sebelumnya dan usaplah ke arah bawah. Ulangi gerakkan ini beberapa kali, dengan posisi satu tangan yang lainnya selalu bersentuhan dengan badan bayi.
b. Putaran kecil ke sekitar pusar
Letakkan dua jari pertama tangan anda di sebelah pusar. Tekan dengan lembut dan bergeraklah melingkar. Kurangi tekanan, dan usapkan jari-jari anda di sekitar pusar dengan ringan dan ulangi, sesuai arah jarum jam. Perlahan bergerak seperti spiral sampai pinggul sebelah kanan.
c. Lingkaran besar sekitar perut
Mulailah di pinggul kanan bagian dalam bayi, gerakkan jari-jari anda ke atas sampai bagian rusuk sebelah kanan kemudian ke titik yang sama di pinggul kiri bagian dalam. Selanjutnya usapkan ke bagian bawah perut dan kembali ke pinggul sebelah kanan, ulangi beberapa kali.
4. Kaki dan Telapak
a. Usapan bagian atas kaki
Peganglah pergelangan kaki bayi dengan satu tangan, letakkan tangan yang lain sejajar dengan bagian atas pahanya, dengan jari-jari Anda kebagian dalam. Putar tangan Anda ke arah luar, dan jari-jari ke bagian betis. Dengan demikian Anda memegang pahanya dengan ibu jari di bagian atas dan jari-jari di bawah.
b. Usapan pada bagian bawah kaki
Pijat bagian luar kaki sampai pergelangan kaki. Tahan dan letakkan tangan Anda yang bebas ke posisi awal dan jari-jari menghadap ke bagian luar. Putarlah pergelangan tangan Anda ke dalam dan pijat bagian dalam betis dengan cara yang sama. Ulangi langkah 1 dan 2 beberapa kali pada setiap kaki.
c. Putaran kaki
Letakkan kedua tangan bersisian di betis bayi dan remaslah seluruhnya. Gunakanlah sedikit penekanan, putar lembut tangan dengan arah berlawanan. Bergeraklah ke bagian bawah betis, dan tariklah lembut bersamaan. Berhentilah pada pergelangan kaki dan tariklah kakinya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk Anda. Ulangi dua kaki untuk setiap kaki.
d. Putaran pada bagian telapak kaki
Peganglah pergelangan kaki bayi Anda dengan satu tangan, dengan lutut ditekuk dan jari-jari kaki menghadap ke bagian atas. Letakkan ibu jari Anda yang lain di bagian tengah telapak kakinya, dekat tumit. Tekan pelan dan buatlah gerakkan melingkar. Ulangi usapan dari bagian tengah-tengah kaki sampai ke dasar jari kaki. Lakukan dua kali untuk setiap kaki.
e. Putaran ujung kaki
Lanjutkan memegang kaki bayi dengan salah satu tangan Anda, lutut ditekuk dan jari kaki menghadap ke atas. Letakkan ibu jari Anda di telapak kakinya tepat dibawah jari kelingking, dan jari telunjuk Anda di atas kakinya. Pijatlah dan buatlah gerakkan kecil memutar pada waktu bersamaan. Teruskan gerakan ini sampai ke tumitnya, kemudian lakukan usapan yang sama di sisi lainnya. Lakukan dua kali untuk setiap kaki.
f. Usapan pada urat Achilles
Peganglah betis bayi dengan salah satu tangan Anda, dengan lutut di tekuk. Letakkan ibu jari dan jari telunjuk tangan Anda pada kedua sisi tulang pergelangan kakinya. Usap menuju tumitnya, pijatlah dengan lembut. Lakukan sebanyak empat kali dan ulangi untuk kaki yang satunya.
g. Pijatan bagian atas kaki
Peganglah pergelangan kaki dengan salah satu tangan Anda, pastikan lututnya ditekuk. Letakkan ibu jari anda dibagian atas kakinya dekat pergelangan, dan jari telunjuk Anda di bagian bawah kakinya. Tekan perlahan, tariklah kakinya dan lepaskan di bagian jarinya.
h. Menarik jari-jari kakinya
Peganglah pergelangan kaki bayi Anda dengan salah satu tangan. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan Anda lainnya untuk memijat jarinya. Tarik seluruh jarinya sampai ujung kukunya. Lakukan pada setiap jari-jarinya, dan pada kaki yang satunya.
5. Usapan akhir tubuh bagian depan
Usaplah seluruh tubuhnya.
Letakkan tangan kanan Anda di bahu sebelah kanannya. Gunakanlah seluruh tangan Anda, usaplah secara diagonal bagian dada dan perut bayi Anda sampai bagian kiri pinggulnya. Lanjutkan usapan ke bawah kaki kiri hingga pergelangan kaki. Jangan lepaskan pegangan kaki sampai Anda letakkan tangan kiri ke bahu kirinya. Sekarang lakukan usapan dengan arah berlawanan secara diagonal ke bawah sampai pergelangan kaki kanan. Lakukan dua kali.
Bagian belakang tubuh bayi
Pada pijat bayi ini, posisi bayi Anda berbaring pada perutnya dengan kakinya dekat pada Anda. Jika dia biasa tidur pada punggung atau menyamping, dia tidak suka berbaring pada perutnya, tapi coba dan dorong dia dimana dapat membantu perkembangan motorik kasarnya. Memijat punggungnya menjadi cara menyenangkan yang mengakrabkan dia dengan posisi ini. Awalnya, dia hanya bertoleransi dengan peregangan sesaat di atas perutnya, jadi lakukan secara rutin sebanyak yang diijinkannya dan tingkatkan perlahan. Meskipun dia tidak bisa menatap Anda, bicara padanya dan buat suara untuk menenangkannya selagi Anda pijat.
6. Punggung
a. Pijat meluncur ke bawah di punggung
Taruh satu tangan secara horizontal di bagian atas punggung bayi Anda, tepat di bawah lehernya, dan pijat menuju Anda. Angkat tangan Anda saat mencapai pantatnya, tapi sebelumnya, taruh tangan Anda yang lain di posisi awal. Pijat ke bawah seperti sebelumnya. Ulangi pijatan itu beberapa kali.
b. Memijat bahu
Taruh satu tangan disetiap sisi bahu dan pijat sepanjang bahu menuju lengan, gunakan seluruh permukaan tangan Anda. Ulangi beberapa kali. Bayi dan orang tua kadang memiliki pusat ketegangan yang sama, jadi jika bahu dan leher Anda cenderung tegang, lakukan pijatan ini pada bayi Anda.
c. Lingkaran kecil ke bawah di tulang belakang
Letakkan ibu jari Anda di samping tulang belakang bayi Anda, tepat di bawah leher. Buat gerakkan melingkar kecil dengan ibu jari sambil bergerak turun di punggung menuju pantatnya. Yakinkan ibu jari Anda di setiap sisi tulang punggung, dan tidak di atas tulang punggung.
d. Menarik sisi tubuh
Taruh tangan Anda secara horizontal melintang di punggung. Silangkan lengan Anda dan luncurkan tangan kanan Anda ke sisi kirinya dan tangan kiri Anda ke sisi kanannya. Bawa tangan Anda kembali ke posisi awal secara simultan, tarik daging di sisi torsonya pelan menuju tulang punggungnya dengan jari-jari Anda. Buat gerakkan horizontal ini beberapa kali, sambil gerakkan tangan Anda ke atas dan ke bawah punggungnya, sehingga Anda dapat memijat pinggir sepanjang torosnya.
e. Usapan besar menyilang punggung dan bahu
Taruh tangan Anda berdampingan di punggung bayi, dengan tangan kanan dekat dengan kepalanya. Tangan kiri tepat di tempatnya, gerakkan tangan kanan Anda ke bagian kanan bayi Anda, kemudian secara diagonal ke atas dan melalui bahu kiri. Kemudian luncurkan tangan ke pinggul kanannya. Kini gerakkan tangan kiri menuju bagian kirinya kemudian secara diagonal menuju ke atas dan melewati bahu kanannya dan turunkan ke pinggul kiri. Letakkan tangan Anda di posisi awal dan mulai mengusap beberapa kali.
f. Memijat bagian dasar tulang punggung
Letakkan tepi bawah tangan di lekukan tepat di atas pantat bayi, di dasar tulang punggungnya. Putar searah jarum jam dan tekan lembut beberapa kali.
7. Pantat
Letakkan bagian bawah dari setiap bagian pantat. Putarkan tangan Anda secara simultan beberapa kali, tangan kanan searah jarum jam, tangan kiri berlawanan arah jarum jam. Gerakkan tangan Anda sedikit sekitar pantat saat Anda memutar.
8. Kaki
Pijat meluncur turun kaki
Setelah Anda selesai menggosok pantat, gerakkan satu tangan turun ke kaki menuju mata kaki dalam usapan yang tegas, menyapu. Saat anda mencapai mata kaki, mulai mengusap mata kaki lain menggunakan tangan Anda yang lain. Satu tangan sebaiknya selalu menyentuh bayi Anda. Ulangi beberapa kali.
9. Usapan akhir tubuh bagian belakang
Usapan meluncur ke bawah tubuh
Taruh tangan kiri pada bahu bayi sebelah kanan, usap secara diagonal ke bawah punggung, melewati pantat sebelah kiri, dan turun dari kaki kiri ke ujung kaki. Saat Anda mencapai ujung kaki, taruh tangan kanan di bahu kiri bayi dan usap secara diagonal turun dari tubuh ke ujung kaki kanan. Ulangi dua kaki, tanpa kehilangan kontak sentuhan dengan bayi.
Kepala dan wajah
Awalnya bayi cenderung menolak pijatan pada kepala dan wajah, khususnya selama minggu-minggu pertama kelahiran, dan bila proses kelahirannya memakan waktu lama dan menimbulkan trauma. Bila bayi tampak senang atau menangis, letakkan kedua tangan di atas kepala untuk menenangkannya, kemudian pijat bagian tubuhnya yang lain. Saat bayi telah terbiasa dengan pijatan ini, mereka cenderung sangat menikmati, bahkan saat mereka beranjak besar.
10. Kepala
a. Mengusap kepala
Telungkupkan kedua tangan Anda mengelilingi kepala bayi dengan jari telunjuk pada tepi rambutnya. Gerakkan tangan Anda secara simultan, usap ke belakang melampaui puncak kepalanya hingga mencapai bagian bawah tengkorak kepalanya.
b. Memijat rahang
Buka tangan Anda dan letakkan pada kedua sisi wajahnya. Usapkan sepanjang garis rahangnya dengan jemari Anda hingga bertemu di bagian dagu. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai beberapa kali.
11. Wajah
a. Meregangkan dahi
Letakkan kedua ibu jari Anda di tengah dahi bayi Anda, tepat di bawah garis rambut. Usapkan masing-masing ibu jari ke arah luar secara lurus hingga ke tepi wajah. Terus ulangi ke bawah dahi, seakan Anda sedang menggambar rangkaian garis lurus dengan ke dua ibu jari Anda.
b. Memijat pelipis
Pada sentuhan akhir melintas dahi, letakkan kedua ibu jari Anda di bagian tengah, tepat di atas alis, dan luncurkan masing-masing ibu jari ke arah palipis bayi Anda perlahan, namun kuat. Sekarang buatlah beberapa gerakkan kecil melingkar pada pelipis
c. Memijat tulang pipi atas
Letakkan kedua ibu jari Anda di tepi hidungnya. Dalam satu usapan ringan, gerakkan masing-masing ibu jari secara simultan ke bawah dan luar, sepanjang bagian atas tulang pipi ke samping wajah.
d. Mengusap tulang pipi bawah
Letakkan ibu jari anda di tepi hidungnya lagi, lalu perlahan turun dari posisi ini buat gerakkan menyapu tunggal dengan setiap ibu jari di sepanjang tulang pipi bagian bawah dan ke luar ke sisi wajahnya.
e. Putaran di bagian atas garis
Letakkan ibu jari Anda bersebelahan pada lekukan di bagian atas bibir Anda. Tekan lembut, buat gerakkan berputarkecil dengan ibu jari. Luncurkan setiap ibu jari keluar sedikit dan ulangi. Lakukan ini sepanjang garis rahang bagian atas dan keluar ke arah telinga.
f. Putaran di bagian bawah garis rahang
Letakkan ibu jari Anda bersebelahan sedikit di bawah pertengahan bibir bawahnya. Gunakan tekanan lembut, buat putaran dengan setiap ibu jari, kemudian luncurkan sedikit ke arah luar dan ulangi. Lakukan ini sepanjang garis rahang bawahnya, lagi mengarah ke telinga
g. Memencet teling
Pegang bagian luar telinga bagian atas dengan jari telunjuk dan ibu jari. Dari posisi ini, buat gerakkan memutar ke bawah ke ujung luar cuping telinga.
h. Memencet dagu
Dimulai ditengah dagu, pegang daging di tengah dagi dengan ibu jari dan telunjuk, tekan lembut. Ulangi sepanjang garis rahang bawah ke telinga, kemudian di sisi lain dagu. Alternatifnya, pijat lembut kedua sisi dagunya bergantian menggunakan dua tangan.
i. Membelai kepala
Ulangi langkah pijat kepala untuk mengakhiri pijat kepala dan wajah
Peregangan
Setelah pemijatan utama di dada, punggung, kepala dan wajah kemudian diteruskan dengan peregangan. Kini otot bayi jadi hangat dan rileks. Peregangan mengembangkan fleksibilitasnya secara rutin.
12. Peregangan lengan
a. Meregangkan kedua lengan
Pegang bagian belakang pergelangan tangan dengan jemari Anda dan letakkan ibu jari Anda pada telapak tangan bayi atau di bagian dalam pergelangan tangannya. Rentangkan kedua lengannya ke arah samping, sejajar dengan bahu dan posisi tubuh tegak. Terik perlahan untuk meneruskan kedua lengan. Pegang selama beberapa detik.
b. silangkan kedua lengan
silangkan kedua lengan bayi Anda di atas dadanya, silangkan kedua lengan Anda sendiri untuk melakukannya. Pegang posisi ini beberapa detik. Ulangi langkah 1 dan 2 beberapa kali.
c. Memutar lengan ke atas
Rentangkan lengan ke samping seperti langkah 1. lengan bagian atas (bahu hingga siku) tetap di posisinya, naikkan kedua tangan ke kepala, sehingga kedua lengan bertumpu pada siku. Lengan bawah harus bersudut siku-siku dengan lengan atas. Pastika kedua lengan menempel pada handuk.
d. Memutar lengan ke bawah
Tanpa mengubah posisi lengan atas, angkat lengan bawah ke udara sehingga kedua pergelangan tangan berada tepat di atas siku, kemudian tarik kedua pergelangan ke arah Anda hingga menyentuh handuk. Lengan bawah harus sejajar dengan pinggang dan telapak tangan menempel diatas handuk.
13. Peregangan kaki
Menyilangkan kaki
Pegang kedua pergelangan kaki Anda, satu di masing-masing tangan. Silangkan pada bagian bawah kaki. Kemudian genggam tempat dimana keduanya bersilang dengan satu tangan dan angkat kedua lututnya ke arah perut, dekatkan jari kakinya ke paha. Dengan gerakkan agak menyentak tekan perlahan kedua kaki, istirahatkan di dekat perut. Setelah beberapa kali sentakkan, silangkan kedua kaki bergantian dan ulangi.
14. Peregangan lengan dan kaki
a. Peregangan anggota tubuh
Pegang pergelangan tangan kanan bayi dengan tangan kiri Anda, dan pergelangan kaki kirinya dengan tangan Anda. Tarik lengan dan kaki, keduanya menjauhi tubuh perlahan agak membentuk sudut, sehingga lengan dan kaki membentuk garis diagonal pada tiap ujung tubuh.
b. Melipat anggota badan-kaki hingga pinggul
Bawa kaki kiri hingga ke pinggul kanan (didahului dengan tumit), dan tangan kanan ke arah pinggul kiri, hanya sampai ke batas paha. Pastikan lutut menekuk. Pegang hingga beberapa detik.
c. Pegangan anggota tubuh
Ulangi langkah 1, tarik tangan dan pergelangan kaki kiri si bayi secara lembut. Lagi, pegang posisi ini untuk beberapa saat, lalu lanjutkan langkah berikutnya.
d. Melipat anggota tubuh-kaki ke pundak
Bawa lengan kanan bayi lurus ke arah pinggul kanan, dan angkat kaki kirinya ke arah pundak kanan, juga di dahului dengan tumit. Apabila kaki bayi tidak dapat sampai ke arah pundak, jangan di paksa, tapi lakukan dengan nyaman. Ulangi langkah 1 sampai 4, dengan kaki dan lengan yang sama, lalu lakukan dua kaki untuk kaki dan lengan yang sama, lalu lakukan dua kaki untuk kaki dan lengan yang lain.
Usapan penutup
Gerakkan mengusap ke seluruh tubuh
Letakkan tangan kanan Anda di pundak kanan bayi. Menggunakan seluruh telapak tangan usapkan secara diagonal melewati dada dan perut hingga ke pinggul kiri. Lanjutkan gerakkan tangan Anda ke kaki kiri, dengan meletakkan jemari di bawah kaki dan ibu jari Anda letakkan di atas, sampai dengan pergelangan kaki. Kemudian usapkan telapak tangan ke bawahke arah jari kaki. Sebelum berakhir, letakkan tangan kiri Anda pada pundak kiri bayi dan ulangi gerakkan diagonal yang berlawanan, hingga ke jemari kaki kanan bayi. Ulangi sebanyak dua kali, dengan gerakkan usap yang kuat dan jaga kontak dengan tubuh bayi sepanjang waktu.
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Definisi
a. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
b. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel – sel tubuh, organ – organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing – masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
a. Faktor genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak.
b. Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-fisiko-psiko-sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan ini secara garis besar terbagi menjadi :
1) Faktor pranatal
Faktor lingkungan pranatal yang mempengaruhi anak pada waktu masih didalam kandungan antara lain adalah gisi ibu pada waktu hamil, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, stress, imunitas, anoksia embrio.
2) Faktor lingkungan post natal
Bayi baru lahir harus berhasil melewati masa transisi, dari suatu sistem yang teratur yang sebagian besar tergantung pada organ – organ ibunya, ke suatu sistem yang tergantung pada kemampuan genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri. Lingkungan post natal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak secara umum dapat digolongkan menjadi :
a) Lingkungan biologis
Meliputi ras/suku bangsa, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit kronis, fungsi metabolisme, dan hormon.
b) Faktor fisik
Meliputi cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah, sanitasi, keadaan rumah (struktur bangunan, ventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian), radiasi.
c) Faktor psikososial
Meliputi stimulasi, motivasi belajar, ganjaran ataupun hukuman yang wajar, kelompok sebaya, stress, sekolah, cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi anak – orangtua.
d) Faktor keluarga dan adat istiadat
Meliputi pekerjaan/pendapatan keluarga, pendidikan ayah/ibu, jumlah saudara, jenis kelamin dalam keluarga, stabilitas rumah tangga, kepribadian ayah/ibu, adat istiadat, norma – norma, tabu-tabu, agama, urbanisasi, kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas kepentingan anak, anggaran dan lain – lain.
3. Ciri – ciri tumbuh kembang anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri :
a. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinue sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
b. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ.
c. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan yang lainnya.
d. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf.
e. Aktifitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas.
f. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
g. Reflek primitif seperti reflek memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai
BAB III
MATERI DAN METODE PEMECAHAN MASALAH
A. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
Adanya mitos bahwa bayi baru lahir perlu dipijat oleh para dukun bayi setempat agar pertumbuhan badannya sehat dan montok, padahal kondisi tersebut sebernanya dapat dilakukan sendiri oleh orangtua. Masalah ini timbul dikarenakan kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan pada ibu yang bekerja menyerahkan sepenuhnya tumbuh kembang anaknya pada para pengasuh.
Kondisi tersebut memerlukan upaya pemecahan masalah agar kebiasaan yang salah dapat segera diatasi/ditemukan upaya pemecahannya, sehingga kebiasaan yang salah/keliru dapat dirubah demi perbaikan kesehatan dalam pola pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal sehingga dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang bagus dengan tingkat intelegensi yang optimal.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam hal teknik therapi sentuhan (pijat) pada bayi. Menurut notoatmodjo (2003) bahwa penyuluhan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan yang sedang dihadapinya.
B. KHALAYAK SASARAN ANTARA YANG STRATEGIS
Khalayak sasaran antara lain adalah ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok posyandu diharapkan nantinya dapat sebagai panutan/contoh bagi para ibu-ibu yang lain dengan cara dapat menyebarluaskan informasi tersebut dan mengajarkan ketrampilan yang sudah diajarkan kepada seluruh masyarakat.
C. KETERKAITAN
1. Institusi Pendidikan
Khususnya bagi dosen, dapat melakukan kegiatan Tri Dharma Bakti Perguruan Tinggi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang pentingnya therapi (sentuhan) pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2. Dinas Kesehatan
Sebagai media penyampai informasi bagi pemberi layanan kesehatan tentang therapi (sentuhan) pijat untuk dapat mengambil langkah dan strategi sebagai langkah awal untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
D. METODE KEGIATAN
Metode kegiatan yang ditempuh berupa penyuluhan tentang pemijatan bayi yang benat. Media yang digunakan dalam hal ini adalah leaflet/poster, gambar-gambar cara memijat bayi dan penayangan video pelaksanaan teknik pemijatan bayi.
Materi penyuluhan berisi tentang teknik pelaksanaan pijat bayi, pada usia-usia berapa bayi mulai dilakukan pemijatan dan manfaat dari pemijatan tersebut. Materi penyuluhan disajikan dalam bentuk lisan dan tulisan pada saat pelaksanaanya sesuai dengan jadwal yang ada. Untuk lebih memperjelas penyuluhan tersebut akan dipergunakan media seperti tersebut diatas.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo adalah sebagai berikut :
Hari : Kamis
Tanggal : 20 Agustus 2009
Pukul : 10.00 s/d 13.00 WIB
Tempat : Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo
Peserta : Ibu – ibu peserta posyandu.
Kegiatan ini dihadiri oleh 34 ibu yang mempunyai balita di Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo. Tanggapan kader posyandu terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang therapy sentuhan atau pijat bayi pada ibu – ibu yang mempunyai bayi kemudian dilanjutkan dengan mempraktekkan cara memijat bayi yang benar.
Kader posyandu dan peserta merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana pijat bayi dengan memberikan soft copy materi yang dikemas dalam CD sehingga para peserta bisa lebih memahami tentang materi pijat bayi di rumah.
B. PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo.
Merubah perilaku adalah suatu hal yang tidak mudah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perubahan perilaku sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebagai upaya awal untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Seperti kata pepatah, "memindahkan gunung lebih mudah dari pada mengubah perilaku seseorang". Akan lebih mudah mulai menanamkan kebiasaan ini pada ibu yang mempunyai bayi sehingga akan terbiasa menerapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pada jaman dahulu, pijat bayi ini dilakukan oleh dukun bayi pada saat bayi baru lahir sampai menginjak usia 35 hari padahal pijat bayi tersebut bisa dilakukan sendiri oleh ibu dirumah pada saat waktu luang. Hal ini akan lebih meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan cara melakukan terapy sentuhan atau pijat bayi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan cara melakukan terapy sentuhan atau pijat bayi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
B. SARAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang therapi sentuhan (pijat) pada bayi.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam menerapkan therapi sentuhan (pijat) pada bayi
FOTO KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi
PERKEMBANGAN BAYI
LAPORAN PENGABDIAN
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA
2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Setiap orang tua tentunya mengharapkan agar anaknya selalu dalam keadaan sehat tanpa cacat maupun kelemahan. Anak sehat mengandung arti bahwa anak tesebut pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi berlangsung sama, saling berkaitan sehingga sulit dipisahkan (Yusuf, 2007).
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebaiknya direncanakan sejak awal kehidupan seseorang dan berlanjut pada masa usia balita. Pada masa itu sangat penting untuk meletakkan dasar-dasar pertumbuhan dan perkembangan anak. Menghasilkan suatu generasi yang dapat tumbuh dan berkembang secara baik perlu diupayakan melalui berbagai cara agar mendukung perkembangan sehat dan dapat tercapai perkembangan secara sempurna (Lastariwati, 1998).
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak melalui fase-fase yang terinci mulai dari saat lahir. Banyak faktor yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor adalah kondisi yang optimal pada saat masa bayi. Kondisi optimal pada masa bayi tidak lepas dari faktor fisik, psikis dan lingkungan dari si bayi, selain usaha yang positif untuk memperoleh kondisi optimal pada masa bayi tersebut.
Mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang merupakan suatu hal yang sangat penting, akan tetapi banyak orang tua beranggapan bahwa mendampingi anak merupakan suatu hal yang mudah, tidak perlu di pelajari dan dipersiapkan. Mereka beranggapan tumbuh kembang anak akan berjalan begitu saja sehingga orang tua lebih bersikap acuh tak acuh dan mereka lebih memfokuskan pada kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan pemerintah Indonesia kesulitan menghadapi sejumlah persoalan krisis yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap keluarga dan anak-anak.
Menurut Nursalam (2005) anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang dibanding dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. Akan tetapi stimulasi yang berlebihan dan tidak sesuai saat pemberiannya merupakan suatu hal yang terbuang percuma dan sia-sia belaka, sehingga pemberian stimulasi harus menyesuaikan dengan kebutuhan anak.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan adalah dengan therapi pijat bayi. Therapi pijat bayi atau sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan yang aman pada bayi.
Sebuah penelitian di Australia (tahun 1992) pada ayah dan bayi dengan dampak melakukan pijat bayi. Kelompok pertama ditunjukkan cara memijat bayi yang berusia 4 minggu dan diminta untuk tetap melanjutkan pijatnya sampai penelitian selesai. Sebagai pembanding kelompok ayah yang tidak memijat bayinya juga dimonitor. Ditemukan hasilnya sampai bayi berusia 12 minggu, bayi yang rajin dipijat menyambut ayah mereka dengan kotak mata, senyuman, suara dan sentuhan dibandingkan dengan bayi yang tidak dipijat oleh ayahnya. Para ayah menunjukkan hal luar biasa dari hari ke hari dengan terlihat bersama bayinya. Pijat membuat para ayah dan bayinya menikmati kontak kulit dengan kulit, dimana terjadi dengan para ibu saat menyusui. Melalui pijat bayi para ayah menjadi lebih memahami naluri anaknya dan menjadikannya lebih percaya diri tentang bagaimana menangani anak-anak mereka.
Menurut dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A. menyebutkan, terapi sentuhan (pijat) bisa memberikan efek positif secara fisik, antara lain kenaikan berat badan bayi dan peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Hal itu sudah dibuktikan oleh penelitian T. Field & Scafidi dari Universitas Miami, AS, yang menunjukkan bahwa 20 bayi prematur mengalami kenaikan berat badan 20 - 47% per hari setelah dipijat 3 x 15 menit selama 10 hari. Bayi cukup bulan usia 1 - 3 bulan yang dipijat 15 menit dua kali seminggu selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dari kelompok bayi yang tidak dipijat.
Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10). Ini membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan pun menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan si kecil cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu. Akibatnya, produksi ASI akan lebih banyak. Melalui pijatan juga berguna membantu menumbuhkan hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Teknik pijatan terhadap bayi ini sudah sejak dahulu dipraktekkan oleh nenek moyang kita. Dengan dilakukannya beberapa penelitian dr. Utami Roesli, Sp.A., M.B.A, tehnik pijatan ini dikemas dalam bentuk yang lebih profesional sehingga bisa dilakukan oleh setiap ibu dirumah secara benar untuk dapat membantu anaknya dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan.
B. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH
Bagaimana menerapkan Therapi Sentuhan (Pijat) Bayi Dengan Benar Sebagai Upaya Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan.
C. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Umum
Mampu menerapkan Therapi Sentuhan (Pijat) Bayi Dengan Benar Sebagai Upaya Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan therapi sentuhan (pijat) bayi dengan benar.
b. Mampu memberikan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan.
D. MANFAAT KEGIATAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang therapi sentuhan (pijat) pada bayi.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam penerapan therapi sentuhan (pijat) pada bayi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. THERAPI SENTUHAN (PIJAT) BAYI
1. Manfaat
a. Bagi bayi
1) Rasa aman.
Kontak fisik secara positif antara orang tua dan anaknya, membuat anak merasa berharga dan dicintai.
2) Kesehatan umum.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disentuh dengan penuh kasih sayang jarang sekali menangis dan sakit, daripada yang tidak disentuh. Pijat memperbaiki sirkulasi dan menambah system kekebalan, juga meningkatkan aliran cairan getah bening keseluruh tubuh untuk membersihkan zat yang berbahaya dalam tubuh. Pijat juga mengatasi rasa sakit dan beberapa gejala penyakit, serta meningkatkan relaksasi dan menenangkan bayi yang menangis.
3) Pertumbuhan fisik.
Pijat meningkatkan kesadaran fisik, kekuatan otot-otot dan membuat persendian lebih lentur. Khususnya sangat bermanfaat untuk para bayi premature.
4) Kemampuan bersosialisasi
Menyentuh bayi mengajarkannya berkomunikasi. Pijat membantu menciptakan komunikasi nonverbal, yang memberikan kemampuan bersosialisasi.
b. Bagi orang tua
1) Relaksasi.
Ketika orang tua memijat bayi, orang tua focus padanya. Para orang tua menceritakan bahwa interaksi ini menyenangkan dan rileks.
2) Mengembangkan kepekaan.
Karena bayi tidak dapat mengatakan apakah ia menyukai usapan atau kurang nyaman, orang tua harus melihat reaksinya dan mengartikannya.
3) Membangun percaya diri.
Para orang tua menjadi lebih sensitive dan percaya diri. Kontak fisik melalui sebuah pijatan akan membuatnya nyaman dalam menangani bayinya.
4) Jalinan orang tua – anak.
Komunikasi non verbal yang orang tua lakukan pada bayi melalui pijatan dapat berlanjut hingga dimasa datang. Pijat juga menjadi saat rutin antara orang tua dan bayi.
2. Persiapan
Persiapan yang penting sebelum memijat bayi:
a. Tangan bersih dan hangat.
b. Kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
c. Ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
d. Upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
e. Perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
f. Duduklah dalam posisi yang nyaman.
g. Baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
h. Siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
i. Mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.
3. Prosedur
NO LANGKAH
Bagian depan tubuh bayi
Setelah ruangan dihangatkan dan minyak serta handuk disiapkan, lepaskan baju serta popok bayi. Baringkan bayi dengan kedua kakinya dekat dengan orang tua dan bersiap untuk memulai pijat bagian depan. Celupkan jari anda kedalam minyak, kemudian gosokkan kedua tangan anda bersama agar hangat. Setiap sesi pemijatan dimulai dengan menandai bagian tubuh mana yang akan dipijat. Perhatikan matanya, senyumnya, ajaklah berbicara.
1. Lengan dan tangan
a. Usapkan sejajar di bagian dada.
1) Letakkan telapak tangan anda dibagian perutnya dengan jari-jari menunjuk ke atas.
2) Urutkan kedua tangan ke bagian atas dada terus ke bahu.
3) Putarlah jari-jari anda diatas bahu dan usap ke arah luar memegangan bagian atas lengan.
b. Usapan sepanjang tangan
1) Usap lengan dan tangan, kemudian tariklah jari-jarinya. Pastikan kedua tangan anda bekerja bersamaan.
2) Terkadang bayi tidak dapat meregangkan tangannya. Ketika ototnya rileks anda dapat menambahkan tekanan usapan untuk menguatkan lengannya.
3) Lakukan langkah 1 dan 2 sebanyak tiga sampai empat kali atau sampai tangannya lurus sebentar.
c. Melenturkan tangan
1) Buatlah lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari anda memutar de lengan kanan bayi anda.
2) Pada bayi yang lebih tua, letakkan tangan anda pada bagian atas tangannya dan genggam seluruhnya.
3) Tekan lembut dengan arah berlawanan.
4) Pergunakan minyak secukupnya agar memudahkan jari atau tangan anda bergerak lembut diseluruh tangannya.
5) Lakukan gerakkan ini dan tariklah dengan lembut pada waktu bersamaan. Berhenti pada pergelangan dan tariklah tangannya dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri anda. Kemudian pindahlah kebagian kiri tangannya.
6) Lakukan langkah ini 2 kali pada setiap lengan
d. Pegang telapak tangan bayi anda menghadap keatas, usap telapak tangannya dari bagian dasar terus ke jari-jari dengan ibu jari anda secara bergantian. Lakukan hal ini sekali lagi kemudian ulangi pada tangan satunya.
Cara alternatif :
Jika sulit membuka tangan bayi, anda dapat memegang pergelangan tangannya dan jari-jari yang lain di bawah telapak tangannya. Tekan ibu jari telunjuk anda bersamaan dan bergerak menuju jari.
e. Menarik jari-jari
Peganglah pergelangan tangan bayi dengan telapak tangan menghadap keatas. Anda dapat meletakkan ibu jari dan telunjuk secara bebas di bagian dasar jari-jarinya. Tariklah jarinya sampai keujung kuku dan remas dengan lembut. Tarik lembut jari satu kali dan ulangi pada tangan yang lainnya.
2. Dada
Bergerak melingkar puting susu
Letakkan dua jari pertama setiap tangan anda di bagian tengah dadanya, yakni antara putingnya. Gerakkan kedua jari kearah atas dada dan keluar puting, memutari puting kemudian kembali lagi ke posisi semula. Lakukan beberapa kali.
3. Perut
a. Usapan ke bawah perut
Letakkan salah satu tangan anda secara horizontal di perut, tepat di bawah dada dan usap lembut ke bawah dasar perut. Ketika tangan yang satunya tidak bersentuhan dengan tubuh bayi anda, maka segera letakkan satu tangan lainnya di atas perut sebagaimana sebelumnya dan usaplah ke arah bawah. Ulangi gerakkan ini beberapa kali, dengan posisi satu tangan yang lainnya selalu bersentuhan dengan badan bayi.
b. Putaran kecil ke sekitar pusar
Letakkan dua jari pertama tangan anda di sebelah pusar. Tekan dengan lembut dan bergeraklah melingkar. Kurangi tekanan, dan usapkan jari-jari anda di sekitar pusar dengan ringan dan ulangi, sesuai arah jarum jam. Perlahan bergerak seperti spiral sampai pinggul sebelah kanan.
c. Lingkaran besar sekitar perut
Mulailah di pinggul kanan bagian dalam bayi, gerakkan jari-jari anda ke atas sampai bagian rusuk sebelah kanan kemudian ke titik yang sama di pinggul kiri bagian dalam. Selanjutnya usapkan ke bagian bawah perut dan kembali ke pinggul sebelah kanan, ulangi beberapa kali.
4. Kaki dan Telapak
a. Usapan bagian atas kaki
Peganglah pergelangan kaki bayi dengan satu tangan, letakkan tangan yang lain sejajar dengan bagian atas pahanya, dengan jari-jari Anda kebagian dalam. Putar tangan Anda ke arah luar, dan jari-jari ke bagian betis. Dengan demikian Anda memegang pahanya dengan ibu jari di bagian atas dan jari-jari di bawah.
b. Usapan pada bagian bawah kaki
Pijat bagian luar kaki sampai pergelangan kaki. Tahan dan letakkan tangan Anda yang bebas ke posisi awal dan jari-jari menghadap ke bagian luar. Putarlah pergelangan tangan Anda ke dalam dan pijat bagian dalam betis dengan cara yang sama. Ulangi langkah 1 dan 2 beberapa kali pada setiap kaki.
c. Putaran kaki
Letakkan kedua tangan bersisian di betis bayi dan remaslah seluruhnya. Gunakanlah sedikit penekanan, putar lembut tangan dengan arah berlawanan. Bergeraklah ke bagian bawah betis, dan tariklah lembut bersamaan. Berhentilah pada pergelangan kaki dan tariklah kakinya menggunakan ibu jari dan jari telunjuk Anda. Ulangi dua kaki untuk setiap kaki.
d. Putaran pada bagian telapak kaki
Peganglah pergelangan kaki bayi Anda dengan satu tangan, dengan lutut ditekuk dan jari-jari kaki menghadap ke bagian atas. Letakkan ibu jari Anda yang lain di bagian tengah telapak kakinya, dekat tumit. Tekan pelan dan buatlah gerakkan melingkar. Ulangi usapan dari bagian tengah-tengah kaki sampai ke dasar jari kaki. Lakukan dua kali untuk setiap kaki.
e. Putaran ujung kaki
Lanjutkan memegang kaki bayi dengan salah satu tangan Anda, lutut ditekuk dan jari kaki menghadap ke atas. Letakkan ibu jari Anda di telapak kakinya tepat dibawah jari kelingking, dan jari telunjuk Anda di atas kakinya. Pijatlah dan buatlah gerakkan kecil memutar pada waktu bersamaan. Teruskan gerakan ini sampai ke tumitnya, kemudian lakukan usapan yang sama di sisi lainnya. Lakukan dua kali untuk setiap kaki.
f. Usapan pada urat Achilles
Peganglah betis bayi dengan salah satu tangan Anda, dengan lutut di tekuk. Letakkan ibu jari dan jari telunjuk tangan Anda pada kedua sisi tulang pergelangan kakinya. Usap menuju tumitnya, pijatlah dengan lembut. Lakukan sebanyak empat kali dan ulangi untuk kaki yang satunya.
g. Pijatan bagian atas kaki
Peganglah pergelangan kaki dengan salah satu tangan Anda, pastikan lututnya ditekuk. Letakkan ibu jari anda dibagian atas kakinya dekat pergelangan, dan jari telunjuk Anda di bagian bawah kakinya. Tekan perlahan, tariklah kakinya dan lepaskan di bagian jarinya.
h. Menarik jari-jari kakinya
Peganglah pergelangan kaki bayi Anda dengan salah satu tangan. Gunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan Anda lainnya untuk memijat jarinya. Tarik seluruh jarinya sampai ujung kukunya. Lakukan pada setiap jari-jarinya, dan pada kaki yang satunya.
5. Usapan akhir tubuh bagian depan
Usaplah seluruh tubuhnya.
Letakkan tangan kanan Anda di bahu sebelah kanannya. Gunakanlah seluruh tangan Anda, usaplah secara diagonal bagian dada dan perut bayi Anda sampai bagian kiri pinggulnya. Lanjutkan usapan ke bawah kaki kiri hingga pergelangan kaki. Jangan lepaskan pegangan kaki sampai Anda letakkan tangan kiri ke bahu kirinya. Sekarang lakukan usapan dengan arah berlawanan secara diagonal ke bawah sampai pergelangan kaki kanan. Lakukan dua kali.
Bagian belakang tubuh bayi
Pada pijat bayi ini, posisi bayi Anda berbaring pada perutnya dengan kakinya dekat pada Anda. Jika dia biasa tidur pada punggung atau menyamping, dia tidak suka berbaring pada perutnya, tapi coba dan dorong dia dimana dapat membantu perkembangan motorik kasarnya. Memijat punggungnya menjadi cara menyenangkan yang mengakrabkan dia dengan posisi ini. Awalnya, dia hanya bertoleransi dengan peregangan sesaat di atas perutnya, jadi lakukan secara rutin sebanyak yang diijinkannya dan tingkatkan perlahan. Meskipun dia tidak bisa menatap Anda, bicara padanya dan buat suara untuk menenangkannya selagi Anda pijat.
6. Punggung
a. Pijat meluncur ke bawah di punggung
Taruh satu tangan secara horizontal di bagian atas punggung bayi Anda, tepat di bawah lehernya, dan pijat menuju Anda. Angkat tangan Anda saat mencapai pantatnya, tapi sebelumnya, taruh tangan Anda yang lain di posisi awal. Pijat ke bawah seperti sebelumnya. Ulangi pijatan itu beberapa kali.
b. Memijat bahu
Taruh satu tangan disetiap sisi bahu dan pijat sepanjang bahu menuju lengan, gunakan seluruh permukaan tangan Anda. Ulangi beberapa kali. Bayi dan orang tua kadang memiliki pusat ketegangan yang sama, jadi jika bahu dan leher Anda cenderung tegang, lakukan pijatan ini pada bayi Anda.
c. Lingkaran kecil ke bawah di tulang belakang
Letakkan ibu jari Anda di samping tulang belakang bayi Anda, tepat di bawah leher. Buat gerakkan melingkar kecil dengan ibu jari sambil bergerak turun di punggung menuju pantatnya. Yakinkan ibu jari Anda di setiap sisi tulang punggung, dan tidak di atas tulang punggung.
d. Menarik sisi tubuh
Taruh tangan Anda secara horizontal melintang di punggung. Silangkan lengan Anda dan luncurkan tangan kanan Anda ke sisi kirinya dan tangan kiri Anda ke sisi kanannya. Bawa tangan Anda kembali ke posisi awal secara simultan, tarik daging di sisi torsonya pelan menuju tulang punggungnya dengan jari-jari Anda. Buat gerakkan horizontal ini beberapa kali, sambil gerakkan tangan Anda ke atas dan ke bawah punggungnya, sehingga Anda dapat memijat pinggir sepanjang torosnya.
e. Usapan besar menyilang punggung dan bahu
Taruh tangan Anda berdampingan di punggung bayi, dengan tangan kanan dekat dengan kepalanya. Tangan kiri tepat di tempatnya, gerakkan tangan kanan Anda ke bagian kanan bayi Anda, kemudian secara diagonal ke atas dan melalui bahu kiri. Kemudian luncurkan tangan ke pinggul kanannya. Kini gerakkan tangan kiri menuju bagian kirinya kemudian secara diagonal menuju ke atas dan melewati bahu kanannya dan turunkan ke pinggul kiri. Letakkan tangan Anda di posisi awal dan mulai mengusap beberapa kali.
f. Memijat bagian dasar tulang punggung
Letakkan tepi bawah tangan di lekukan tepat di atas pantat bayi, di dasar tulang punggungnya. Putar searah jarum jam dan tekan lembut beberapa kali.
7. Pantat
Letakkan bagian bawah dari setiap bagian pantat. Putarkan tangan Anda secara simultan beberapa kali, tangan kanan searah jarum jam, tangan kiri berlawanan arah jarum jam. Gerakkan tangan Anda sedikit sekitar pantat saat Anda memutar.
8. Kaki
Pijat meluncur turun kaki
Setelah Anda selesai menggosok pantat, gerakkan satu tangan turun ke kaki menuju mata kaki dalam usapan yang tegas, menyapu. Saat anda mencapai mata kaki, mulai mengusap mata kaki lain menggunakan tangan Anda yang lain. Satu tangan sebaiknya selalu menyentuh bayi Anda. Ulangi beberapa kali.
9. Usapan akhir tubuh bagian belakang
Usapan meluncur ke bawah tubuh
Taruh tangan kiri pada bahu bayi sebelah kanan, usap secara diagonal ke bawah punggung, melewati pantat sebelah kiri, dan turun dari kaki kiri ke ujung kaki. Saat Anda mencapai ujung kaki, taruh tangan kanan di bahu kiri bayi dan usap secara diagonal turun dari tubuh ke ujung kaki kanan. Ulangi dua kaki, tanpa kehilangan kontak sentuhan dengan bayi.
Kepala dan wajah
Awalnya bayi cenderung menolak pijatan pada kepala dan wajah, khususnya selama minggu-minggu pertama kelahiran, dan bila proses kelahirannya memakan waktu lama dan menimbulkan trauma. Bila bayi tampak senang atau menangis, letakkan kedua tangan di atas kepala untuk menenangkannya, kemudian pijat bagian tubuhnya yang lain. Saat bayi telah terbiasa dengan pijatan ini, mereka cenderung sangat menikmati, bahkan saat mereka beranjak besar.
10. Kepala
a. Mengusap kepala
Telungkupkan kedua tangan Anda mengelilingi kepala bayi dengan jari telunjuk pada tepi rambutnya. Gerakkan tangan Anda secara simultan, usap ke belakang melampaui puncak kepalanya hingga mencapai bagian bawah tengkorak kepalanya.
b. Memijat rahang
Buka tangan Anda dan letakkan pada kedua sisi wajahnya. Usapkan sepanjang garis rahangnya dengan jemari Anda hingga bertemu di bagian dagu. Ulangi langkah 1 dan 2 sampai beberapa kali.
11. Wajah
a. Meregangkan dahi
Letakkan kedua ibu jari Anda di tengah dahi bayi Anda, tepat di bawah garis rambut. Usapkan masing-masing ibu jari ke arah luar secara lurus hingga ke tepi wajah. Terus ulangi ke bawah dahi, seakan Anda sedang menggambar rangkaian garis lurus dengan ke dua ibu jari Anda.
b. Memijat pelipis
Pada sentuhan akhir melintas dahi, letakkan kedua ibu jari Anda di bagian tengah, tepat di atas alis, dan luncurkan masing-masing ibu jari ke arah palipis bayi Anda perlahan, namun kuat. Sekarang buatlah beberapa gerakkan kecil melingkar pada pelipis
c. Memijat tulang pipi atas
Letakkan kedua ibu jari Anda di tepi hidungnya. Dalam satu usapan ringan, gerakkan masing-masing ibu jari secara simultan ke bawah dan luar, sepanjang bagian atas tulang pipi ke samping wajah.
d. Mengusap tulang pipi bawah
Letakkan ibu jari anda di tepi hidungnya lagi, lalu perlahan turun dari posisi ini buat gerakkan menyapu tunggal dengan setiap ibu jari di sepanjang tulang pipi bagian bawah dan ke luar ke sisi wajahnya.
e. Putaran di bagian atas garis
Letakkan ibu jari Anda bersebelahan pada lekukan di bagian atas bibir Anda. Tekan lembut, buat gerakkan berputarkecil dengan ibu jari. Luncurkan setiap ibu jari keluar sedikit dan ulangi. Lakukan ini sepanjang garis rahang bagian atas dan keluar ke arah telinga.
f. Putaran di bagian bawah garis rahang
Letakkan ibu jari Anda bersebelahan sedikit di bawah pertengahan bibir bawahnya. Gunakan tekanan lembut, buat putaran dengan setiap ibu jari, kemudian luncurkan sedikit ke arah luar dan ulangi. Lakukan ini sepanjang garis rahang bawahnya, lagi mengarah ke telinga
g. Memencet teling
Pegang bagian luar telinga bagian atas dengan jari telunjuk dan ibu jari. Dari posisi ini, buat gerakkan memutar ke bawah ke ujung luar cuping telinga.
h. Memencet dagu
Dimulai ditengah dagu, pegang daging di tengah dagi dengan ibu jari dan telunjuk, tekan lembut. Ulangi sepanjang garis rahang bawah ke telinga, kemudian di sisi lain dagu. Alternatifnya, pijat lembut kedua sisi dagunya bergantian menggunakan dua tangan.
i. Membelai kepala
Ulangi langkah pijat kepala untuk mengakhiri pijat kepala dan wajah
Peregangan
Setelah pemijatan utama di dada, punggung, kepala dan wajah kemudian diteruskan dengan peregangan. Kini otot bayi jadi hangat dan rileks. Peregangan mengembangkan fleksibilitasnya secara rutin.
12. Peregangan lengan
a. Meregangkan kedua lengan
Pegang bagian belakang pergelangan tangan dengan jemari Anda dan letakkan ibu jari Anda pada telapak tangan bayi atau di bagian dalam pergelangan tangannya. Rentangkan kedua lengannya ke arah samping, sejajar dengan bahu dan posisi tubuh tegak. Terik perlahan untuk meneruskan kedua lengan. Pegang selama beberapa detik.
b. silangkan kedua lengan
silangkan kedua lengan bayi Anda di atas dadanya, silangkan kedua lengan Anda sendiri untuk melakukannya. Pegang posisi ini beberapa detik. Ulangi langkah 1 dan 2 beberapa kali.
c. Memutar lengan ke atas
Rentangkan lengan ke samping seperti langkah 1. lengan bagian atas (bahu hingga siku) tetap di posisinya, naikkan kedua tangan ke kepala, sehingga kedua lengan bertumpu pada siku. Lengan bawah harus bersudut siku-siku dengan lengan atas. Pastika kedua lengan menempel pada handuk.
d. Memutar lengan ke bawah
Tanpa mengubah posisi lengan atas, angkat lengan bawah ke udara sehingga kedua pergelangan tangan berada tepat di atas siku, kemudian tarik kedua pergelangan ke arah Anda hingga menyentuh handuk. Lengan bawah harus sejajar dengan pinggang dan telapak tangan menempel diatas handuk.
13. Peregangan kaki
Menyilangkan kaki
Pegang kedua pergelangan kaki Anda, satu di masing-masing tangan. Silangkan pada bagian bawah kaki. Kemudian genggam tempat dimana keduanya bersilang dengan satu tangan dan angkat kedua lututnya ke arah perut, dekatkan jari kakinya ke paha. Dengan gerakkan agak menyentak tekan perlahan kedua kaki, istirahatkan di dekat perut. Setelah beberapa kali sentakkan, silangkan kedua kaki bergantian dan ulangi.
14. Peregangan lengan dan kaki
a. Peregangan anggota tubuh
Pegang pergelangan tangan kanan bayi dengan tangan kiri Anda, dan pergelangan kaki kirinya dengan tangan Anda. Tarik lengan dan kaki, keduanya menjauhi tubuh perlahan agak membentuk sudut, sehingga lengan dan kaki membentuk garis diagonal pada tiap ujung tubuh.
b. Melipat anggota badan-kaki hingga pinggul
Bawa kaki kiri hingga ke pinggul kanan (didahului dengan tumit), dan tangan kanan ke arah pinggul kiri, hanya sampai ke batas paha. Pastikan lutut menekuk. Pegang hingga beberapa detik.
c. Pegangan anggota tubuh
Ulangi langkah 1, tarik tangan dan pergelangan kaki kiri si bayi secara lembut. Lagi, pegang posisi ini untuk beberapa saat, lalu lanjutkan langkah berikutnya.
d. Melipat anggota tubuh-kaki ke pundak
Bawa lengan kanan bayi lurus ke arah pinggul kanan, dan angkat kaki kirinya ke arah pundak kanan, juga di dahului dengan tumit. Apabila kaki bayi tidak dapat sampai ke arah pundak, jangan di paksa, tapi lakukan dengan nyaman. Ulangi langkah 1 sampai 4, dengan kaki dan lengan yang sama, lalu lakukan dua kaki untuk kaki dan lengan yang sama, lalu lakukan dua kaki untuk kaki dan lengan yang lain.
Usapan penutup
Gerakkan mengusap ke seluruh tubuh
Letakkan tangan kanan Anda di pundak kanan bayi. Menggunakan seluruh telapak tangan usapkan secara diagonal melewati dada dan perut hingga ke pinggul kiri. Lanjutkan gerakkan tangan Anda ke kaki kiri, dengan meletakkan jemari di bawah kaki dan ibu jari Anda letakkan di atas, sampai dengan pergelangan kaki. Kemudian usapkan telapak tangan ke bawahke arah jari kaki. Sebelum berakhir, letakkan tangan kiri Anda pada pundak kiri bayi dan ulangi gerakkan diagonal yang berlawanan, hingga ke jemari kaki kanan bayi. Ulangi sebanyak dua kali, dengan gerakkan usap yang kuat dan jaga kontak dengan tubuh bayi sepanjang waktu.
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
1. Definisi
a. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
b. Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel – sel tubuh, organ – organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing – masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
2. Faktor – faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
a. Faktor genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak.
b. Faktor lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-fisiko-psiko-sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan ini secara garis besar terbagi menjadi :
1) Faktor pranatal
Faktor lingkungan pranatal yang mempengaruhi anak pada waktu masih didalam kandungan antara lain adalah gisi ibu pada waktu hamil, mekanis, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, stress, imunitas, anoksia embrio.
2) Faktor lingkungan post natal
Bayi baru lahir harus berhasil melewati masa transisi, dari suatu sistem yang teratur yang sebagian besar tergantung pada organ – organ ibunya, ke suatu sistem yang tergantung pada kemampuan genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri. Lingkungan post natal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak secara umum dapat digolongkan menjadi :
a) Lingkungan biologis
Meliputi ras/suku bangsa, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit kronis, fungsi metabolisme, dan hormon.
b) Faktor fisik
Meliputi cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah, sanitasi, keadaan rumah (struktur bangunan, ventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian), radiasi.
c) Faktor psikososial
Meliputi stimulasi, motivasi belajar, ganjaran ataupun hukuman yang wajar, kelompok sebaya, stress, sekolah, cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi anak – orangtua.
d) Faktor keluarga dan adat istiadat
Meliputi pekerjaan/pendapatan keluarga, pendidikan ayah/ibu, jumlah saudara, jenis kelamin dalam keluarga, stabilitas rumah tangga, kepribadian ayah/ibu, adat istiadat, norma – norma, tabu-tabu, agama, urbanisasi, kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas kepentingan anak, anggaran dan lain – lain.
3. Ciri – ciri tumbuh kembang anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri :
a. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinue sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
b. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan diantara organ-organ.
c. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan yang lainnya.
d. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf.
e. Aktifitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas.
f. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
g. Reflek primitif seperti reflek memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai
BAB III
MATERI DAN METODE PEMECAHAN MASALAH
A. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH
Adanya mitos bahwa bayi baru lahir perlu dipijat oleh para dukun bayi setempat agar pertumbuhan badannya sehat dan montok, padahal kondisi tersebut sebernanya dapat dilakukan sendiri oleh orangtua. Masalah ini timbul dikarenakan kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan pada ibu yang bekerja menyerahkan sepenuhnya tumbuh kembang anaknya pada para pengasuh.
Kondisi tersebut memerlukan upaya pemecahan masalah agar kebiasaan yang salah dapat segera diatasi/ditemukan upaya pemecahannya, sehingga kebiasaan yang salah/keliru dapat dirubah demi perbaikan kesehatan dalam pola pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal sehingga dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang bagus dengan tingkat intelegensi yang optimal.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam hal teknik therapi sentuhan (pijat) pada bayi. Menurut notoatmodjo (2003) bahwa penyuluhan dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan yang sedang dihadapinya.
B. KHALAYAK SASARAN ANTARA YANG STRATEGIS
Khalayak sasaran antara lain adalah ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok posyandu diharapkan nantinya dapat sebagai panutan/contoh bagi para ibu-ibu yang lain dengan cara dapat menyebarluaskan informasi tersebut dan mengajarkan ketrampilan yang sudah diajarkan kepada seluruh masyarakat.
C. KETERKAITAN
1. Institusi Pendidikan
Khususnya bagi dosen, dapat melakukan kegiatan Tri Dharma Bakti Perguruan Tinggi dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang pentingnya therapi (sentuhan) pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2. Dinas Kesehatan
Sebagai media penyampai informasi bagi pemberi layanan kesehatan tentang therapi (sentuhan) pijat untuk dapat mengambil langkah dan strategi sebagai langkah awal untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
D. METODE KEGIATAN
Metode kegiatan yang ditempuh berupa penyuluhan tentang pemijatan bayi yang benat. Media yang digunakan dalam hal ini adalah leaflet/poster, gambar-gambar cara memijat bayi dan penayangan video pelaksanaan teknik pemijatan bayi.
Materi penyuluhan berisi tentang teknik pelaksanaan pijat bayi, pada usia-usia berapa bayi mulai dilakukan pemijatan dan manfaat dari pemijatan tersebut. Materi penyuluhan disajikan dalam bentuk lisan dan tulisan pada saat pelaksanaanya sesuai dengan jadwal yang ada. Untuk lebih memperjelas penyuluhan tersebut akan dipergunakan media seperti tersebut diatas.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo adalah sebagai berikut :
Hari : Kamis
Tanggal : 20 Agustus 2009
Pukul : 10.00 s/d 13.00 WIB
Tempat : Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo
Peserta : Ibu – ibu peserta posyandu.
Kegiatan ini dihadiri oleh 34 ibu yang mempunyai balita di Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo. Tanggapan kader posyandu terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang therapy sentuhan atau pijat bayi pada ibu – ibu yang mempunyai bayi kemudian dilanjutkan dengan mempraktekkan cara memijat bayi yang benar.
Kader posyandu dan peserta merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana pijat bayi dengan memberikan soft copy materi yang dikemas dalam CD sehingga para peserta bisa lebih memahami tentang materi pijat bayi di rumah.
B. PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo.
Merubah perilaku adalah suatu hal yang tidak mudah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perubahan perilaku sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebagai upaya awal untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Seperti kata pepatah, "memindahkan gunung lebih mudah dari pada mengubah perilaku seseorang". Akan lebih mudah mulai menanamkan kebiasaan ini pada ibu yang mempunyai bayi sehingga akan terbiasa menerapkan pada kehidupan sehari-hari.
Pada jaman dahulu, pijat bayi ini dilakukan oleh dukun bayi pada saat bayi baru lahir sampai menginjak usia 35 hari padahal pijat bayi tersebut bisa dilakukan sendiri oleh ibu dirumah pada saat waktu luang. Hal ini akan lebih meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan cara melakukan terapy sentuhan atau pijat bayi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di di Posyandu Dusun Bakalan, Panasan, Donoharjo.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan cara melakukan terapy sentuhan atau pijat bayi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
B. SARAN
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang therapi sentuhan (pijat) pada bayi.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi dalam menerapkan therapi sentuhan (pijat) pada bayi
FOTO KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Menerapkan Therapi (Sentuhan) Pijat Bayi Dengan Benar Sebagai Langkah Awal Untuk Menstimulasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi
Minggu, 04 April 2010
Menerapkan mencuci Tangan
MEMBUDAYAKAN MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA AWAL PENINGKATAN KESEHATAN
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
Dibiayai melalui DIPA Kopertis Wilayah V
Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH V
YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena ijin dan perkenan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul: “Membudayakan Mencuci Tangan Dengan Benar Untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sebagai Upaya Awal Peningkatan Kesehatan”,. Penyusunan laporan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi penulis dalam mengamalkan Tri Dharma Bhakti Perguruan Tinggi. Penulis dalam menyelesaikan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada Yth.:
1. Ibu Suyatie, SH, M.Hum selaku ketua Yayasan Bhakti Sosial.
2. Bapak Drs Henri Soekirdi, M.Kes selaku Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta.
3. Ibu Suharnani, M.Pd selaku Kepala LP3M yang telah memberikan ijin Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
4. Bapak kepala dusun lanteng II dan Bapak Kepala Dusun Putat.
5. Bapak Suharyanto, selaku kepala Sekolah SD Lanteng Baru, dan Ibu Tutik haryanti selaku Guru kelas I SD lanteng baru yang telah memberikan ijin tempat.
6. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Laporan ini dapat memberi banyak manfaat bagi pembaca.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………….. i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………... ii
KATA PENGANTAR………………………………………………… iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………... iv
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………….. v
BAB I PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi ……………………………………… 1
B. Rumusan Masalah…………………………………… 2
C. Tujuan……………………………………………….. 2
D. Manfaat ……………………………………………… 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian………………………………………….... 4
B. Tujuan……………………………………………….. 4
C. Persiapan Alat……………………………………….. 4
D. Prosedur Pelaksanaan………………………………... 5
BAB III MATERI DAN METODE PELAKSANAAN
A. Kerangka pemecahan masalah…………………….... 8
B. Realisasi pemecahan masalah……………………..... 8
C. Khalayak sasaran…………………………………..... 8
D. Metode yang digunakan…………………………….. 9
BAB IV
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………. 10
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan………………………………………….. 14
B. Saran …………………………………………………14
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 foto kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan).
Lampiran 2 Daftar hadir kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan) di Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru, Dusun lanteng II, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Lampiran 3 Daftar hadir kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya guna tercapainya suatu negara yang kuat. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan tujuan utamanya mewujutkan rakyat yang sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi.
Berkaitan dengan pembangunan di bidang kesehatan terdapat issue strategis yang dihadapi bangsa Indonesia diantaranya adalah beban ganda yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan. Beban ganda dalam pembangunan kesehatan adalah meningkatnya beberapa penyakit menular (re-emerging disese), sementara penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif mulai meningkat, selain itu timbul juga berbagai penyakit baru (new-emerging disease). Issue strategis lainnya adalah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masih menempatkan masyarakat sebagai obyek, bukan sebagai subyek pembangunan kesehatan. Kemampuan masyarakat untuk mengemukakan pendapat dan memilih dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan masih sangat terbatas serta peran aktif masyarakat masih kurang dan bahkan cenderung menurun.
Angka kematian bayi dan balita di Indonesia masih tinggi. Angka kematian bayi dan balita yang masih tinggi menunjukkan bahwa kesejahteraan individu dan masyarakat masih rendah. Menurut staf ahli menteri kesehatan bidang faktor resiko kesehatan menyebutkan angka kematian anak - anak di Indonesia mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian balita mencapai 46 dari 1000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian tersebut tidak terlepas dan buruknya kondisi sanitasi, kualitas air maupun pengendalian lalat. Upaya memperbaiki ketiga hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Mengingat kondisi pencemaran air maupun pola sanitasi masyarakat masih sangat memprihatinkan, maka cuci tangan mernpakan cara yang paling mudah. Namun kebiasan cuci tangan masih masih sebatas pengetahuan dan belum rnenjadi suatu budaya atau kebiasaan yang dilakukan di masyarakat. Mengingat masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam cuci tangan, seharusnya dilakukan pembangunan kesadaran bersama - sama. Masyarakat harus rnenyadari bahwa perilaku adalah penyebab terjadinya penyakit, sehingga berpengaruh pula terhadap peningkatan derajat hidup masyarakat. Oleh karena itu mencuci tangan dengan bersih dan benar harus dikembangkan terus sejak usia dini agar mereka terbiasa hidup bersih dan sehat.
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan ?
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mampu membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan mencuci tangan dengan benar.
b. Mampu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
D. MANFAAT
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang pentingnya mencuci tangan.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi sebagai salah satu upaya awal peningkatan kesehatan.
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
Membersihkan tangan dari segala kotoran dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan.
B. TUJUAN
1. Menjaga kebersihan perorangan
2. Membebaskan tangan dari kuman dan mencegah kontaminasi
3. Memindahkan angka maksimum kulit dari kemungkinan adanya organisme patogen
4. Mencegah atau mengurangi peristiwa infeksi
CPERALATAN
1. Bak cuci dengan kran air mengalir (sesuaikan dengan kondisi yang ada)
2. Sabun antimikroba atau desinfektan
3. 2 buah handuk kerja
4. Sikat kuku .
5. Tempat untuk handuk kotor
D. PRINSIP-PRINSIP
1. Pertimbangkan tempat-tempat yang terkontaminasi, minimal kran air, tempat sabun, pengering.
2. Hindari menggunakan perhiasan : cincin dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme di tangan, perhiasan juga dapat menimbulkan kesulitan selama mencuci tangan.
3. Gunakan air hangat yang mengalir agar terasa nyaman. Air yang terlalu panas dapat menyebabkan iritasi kulit.
4. Hindari percikan air terutama pada pakaian, mikroorganisme dapat berkembang biak dalam suasana lembab.
5. Gunakan sabun yang tepat dan efektif. Sabun akan menguraikan minyak dan lemak dan melicinkan tangan sehingga mencuci tangan lebih mudah.
6. Gunakan gerakan memutar sehingga proses pembersihan lebih merata.
7. Gunakan handuk sekali pakai untuk mengeringkan tangan atau alat pengering listrik. Hal ini dapat meminimalkan penyebaran mikroorganisme dari alat pengering dan handuk.
E. PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Dorong keatas lengan baju seragam yang panjang, di atas pergelangan tangan.
2. Lepaskan perhiasan dan jam tangan.(cincin meningkatkan jumlah mikroorganisme pada tangan).
3. Pastikan kuku jari tangan pendek dan terkikir. (Kebanyakan mikroba pada tangan berasal dari bawah kuku).
4. Pastikan permukaan tangan dan jari - Jari tidak ada luka. (Luka terbuka dapat menjadi sarang mikroorganisme atau sebagai jalan masuk mikroorganisme serta meningkatkan resiko mendapat infeksi)
5. Berdiri di depan bak cuci, jaga agar tangan dan baju tidak menyentuh permukaan bak cuci. (Jika tangan menyentuh bak cuci selama mencuci tangan, ulangi proses mencuci tangan dari awal). (Bagian dalam bak cuci mempakan area yang terkontaminasi).
6. Hidupkan keran yang dioperasikan dengan tangan. ( Bila tangan menyentuh keran tangan dianggap terkontaminasi).
7. Atur aliran air, hindari memercikkan air ke seragam. (Mikroorganisme menyebar dan tumbuh dalam situaasi lembab).
8. Basahi tangan dan lengan bawah secara menyeluruh di bawah atau mengalir Jaga agar tangan dan lengan bawah lebih rendah dari siku selama mencuci. (Tangan merupakan bagian paling terkontaminasi yang harus dicuci. Air mengalir dari area yang paling bersih ke yang paling terkontaminasi).
9. Oleskan 3 sampai 5 ml sabun anti mikroba cair pada tangan dan buat berbusa, bila menggunakan sabun batang pegang dan gosok sampai berbusa. (Jumlah bakteri berkurang secara signifikan pada tangan bila menggunakan 3 sampai 5 ml sabun anti mikroba(Larsen.1987)).
10. Cuci tangan menggunakan banyak busa dan gosok selama 10 sampai 15 detik. Menjalin jari - jari, gosok kuku jari -jari, telapak tangan, punggung tangan dengan gerakan memutar / sirkular. (Sabelum membersihkan dengan mengemulsi lemak dan minyak serta menllnmkan tegangan permllkaan. Gesekan dan gosokan mekanik melepaskan dan mengangkat kotoran dan bakteri transier. Menjalin jari - jari dan ibu jari memastikan bahwa semua permukaan dibersihkan. Sabun anti mokroba harus kontak dengan kulit selama sedikitnya 10 detik,(Gemer,1985)).
11. Bila area dibawah jari - jari kotor, bersihkan dengan menggunakan kuku jari tangan yang lain dan tambahkan sabun kemudian disikat.
12. Jaga agar kulit di bawah / disekitar kuku tidak luka. (penyikatan kotoran dan sedimen di bawah kuku dengan cara mekanik mengurangi mikroorganisme tangan).
13. Bilas tangan dan pergelangan tangan secara menyeluruh, jaga agar tangan di atas dan siku di bawah.
14. Ulang langkah 9 sampai 12 tetapi dengan perpanjangan waktu mencuci tangan selama 1, 2, 3 menit.
15. Keringkan tangan secara menyeluruh, usap dari jari turun ke pergelangan tangan dan lengan bawah. (Mengeringkan area bersih (ujung jari) ke area yang bersih (pergelangan tangan) untuk menghindari kontaminasi.
16. Letakkan handuk dalam wadah yang telah disediakan. (Pembuangan benda yang terkontaminasi di tempat yang telah disediakan mencegah terjadinya perpindahan mikroorganisme).
17. Hentikan aliran air dengan siku.
18. Pertahankan tangan tetap bersih.
BAB III
MATERI DAN METODE PELAKSANAAN
A. KERANGKAN PEMECAHAN MASALAH
Sehat/Sakit .......... Perilaku Mencuci tangan yang benar
B. REALISASI PEMECAHAN MASALAH
Semakin tingginya Angka kematian ibu dan bayi diIndonesia, hal ini tidak terlepas dari buruknya kondisi sanitasi, kualitas air dan pengendalian lalat. Mencuci tangan adalah sesuatu hal yang sering dianggap sepele padahal sangat penting sekali untuk mencegah terjangkitnya penyakit. Mengingat masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam mencuci tangan maka penulis mempunyai suatu alternatif yaitu dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana cara mencuci tangan yang benar sebagai upaya awal dalam peningkatan kesehatan.
C. KHALAYAK SASARAN
Sasaran yang dituju dalam pelaksanaan kegiatan adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) lanteng Baru Dusun Lanteng II Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul. Mengingat kebiasaan mencuci tangan masih sebatas pengetahuan dan belum menjadikan suatu budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat serta masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam mencuci tangan maka perlu dilakukan upaya penyadaran secara bersama – sama. Oleh karena itu mencuci tangan dengan bersih dan benar harus dikembangkan sejak usia dini agar mereka terbiasa hidup bersih dan sehat.
D. METODE YANG DIGUNAKAN
1. Penyuluhan
Penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan.
2. Praktek Mencuci tangan
Mempraktekkan bagaimana mencuci tangan yang benar dengan memberikan kesempatan pada khalayak sasaran untuk mencoba mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :
Hari : kamis
Tanggal : 14 Agustus 2008
Pukul : 08.00 s/d 09.00
Tempat : Pendidikan Anak Usia Dini
Peserta : Anak – anak PAUD
Kegiatan ini dihadiri oleh 18 Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tanggapan pimpinan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar yang dilanjutkan dengan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar. Anak – anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana untuk mencuci tangan dan juga memberikan seperangkat alat cuci tangan pada anak – anak Pendidikan Anak Usis Dini (PAUD) meliputi sabun cuci tangan serta Lap cuci tangan.
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru Dusun Lanteng II, Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :
Hari : kamis
Tanggal : 21 Agustus 2008
Pukul : 10.00 s/d 11.00
Tempat : Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru
Peserta : Siswa kelas I SD Lanteng Baru
Kegiatan ini dihadiri oleh 22 Siswa kelas I (satu) Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru. Tanggapan pimpinan Sekolaah Dasar (SD) Lanteng Baru terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar pada siswa Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru yang dilanjutkan dengan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar. Siswa Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana untuk mencuci tangan dan juga memberikan seperangkat alat cuci tangan pada siswa Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru meliputi sabun cuci tangan serta Lap cuci tangan.
B. PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta selanjutnya dapat menekan angka kejadian penyakit menular selain itu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit menular serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencuci tangan secara tepat dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Merubah perilaku adalah suatu hal yang tidak mudah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perubahan perilaku sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebagai upaya awal peningkatan kesehatan mengingat anak - anak umumnya lebih rawan mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan orang dewasa. Seperti kata pepatah, "memindahkan gunung lebih mudah dari pada mengubah perilaku seseorang", demikian pula dengan kebiasaan berperilaku hidup sehat. Akan lebih mudah mulai menanamkan kebiasaan ini pada anak dibandingkan mengubah perilaku orang dewasa. Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya mencapai program Indonesia Sehat 2010. Dalam program Indonesia Sehat 2010 diharapkan sumber daya manusia di negara ini semakin tangguh, mandiri dan berkualitas yang dapat dihasilkan dari sikap proaktif masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih.
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, katanya, adalah bagian dari perilaku hidup sehat yang merupakan salah satu dari tiga pilar pembangunan di kesehatan yakni perilaku hidup sehat, penciptaan lingkungan yang sehat serta penyediaan layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Meskipun sederhana tapi belum banyak yang mau membiasakan diri mencuci tangan dengan benar. Padahal kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat mengurangi risiko terjangkit diare. Yang merupakan penyebab dari 20 persen kematian anak umur di bawah lima tahun hingga 40 persen dan mencegah penularan penyakit yang lain seperti infeksi kulit, pneumonia dan flu burung.
Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan adanya kegiatan penyuluhan mencuci tangan dengan sabun sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan adanya kegiatan penyuluhan mencuci tangan dengan sabun sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
B. SARAN
Dalam suatu kegiatan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak baik secara moril, ataupun material untuk tercapainya keberhasilan yang lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Arif (etaIl), 1999. Kapita Selekta Kedoteran, Cet. 1, Jakarta: Media Aesculapilaus.
Depkes RI, 2000. Konsep asuhan kebidanan. Jakarta: Pusdiknaker.
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: YBPSP
Saifudin, Abdul Bari, 2000. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, YBPSP Jakarta
Winkjosastro, Hanifa, 2000. ilmu kebidanan. Jakarta: YBPSP
Depkes, 2000. Jaminan Pemeliharan Kesehatan Masyarakat (JPKM), Jakarta
Sayahlan, 1996. Kebidanan Komunitas, Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan
Johnson, Ruth & Wendy Taylor, 2000, Skills for Midwifery Practice, Section 3, UK : Harcourt Publishers, p. 69-72.
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
Dibiayai melalui DIPA Kopertis Wilayah V
Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH V
YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena ijin dan perkenan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul: “Membudayakan Mencuci Tangan Dengan Benar Untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sebagai Upaya Awal Peningkatan Kesehatan”,. Penyusunan laporan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi penulis dalam mengamalkan Tri Dharma Bhakti Perguruan Tinggi. Penulis dalam menyelesaikan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada Yth.:
1. Ibu Suyatie, SH, M.Hum selaku ketua Yayasan Bhakti Sosial.
2. Bapak Drs Henri Soekirdi, M.Kes selaku Direktur Akademi Kebidanan Yogyakarta.
3. Ibu Suharnani, M.Pd selaku Kepala LP3M yang telah memberikan ijin Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
4. Bapak kepala dusun lanteng II dan Bapak Kepala Dusun Putat.
5. Bapak Suharyanto, selaku kepala Sekolah SD Lanteng Baru, dan Ibu Tutik haryanti selaku Guru kelas I SD lanteng baru yang telah memberikan ijin tempat.
6. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Laporan ini dapat memberi banyak manfaat bagi pembaca.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………….. i
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………... ii
KATA PENGANTAR………………………………………………… iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………... iv
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………….. v
BAB I PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi ……………………………………… 1
B. Rumusan Masalah…………………………………… 2
C. Tujuan……………………………………………….. 2
D. Manfaat ……………………………………………… 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian………………………………………….... 4
B. Tujuan……………………………………………….. 4
C. Persiapan Alat……………………………………….. 4
D. Prosedur Pelaksanaan………………………………... 5
BAB III MATERI DAN METODE PELAKSANAAN
A. Kerangka pemecahan masalah…………………….... 8
B. Realisasi pemecahan masalah……………………..... 8
C. Khalayak sasaran…………………………………..... 8
D. Metode yang digunakan…………………………….. 9
BAB IV
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………. 10
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan………………………………………….. 14
B. Saran …………………………………………………14
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 foto kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan).
Lampiran 2 Daftar hadir kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan) di Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru, Dusun lanteng II, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
Lampiran 3 Daftar hadir kegiatan pengabdian kepada masyarakat (penyuluhan mencuci tangan) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.
BAB I
PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya guna tercapainya suatu negara yang kuat. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki ketahanan bangsa yang tangguh dengan tujuan utamanya mewujutkan rakyat yang sehat secara fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi.
Berkaitan dengan pembangunan di bidang kesehatan terdapat issue strategis yang dihadapi bangsa Indonesia diantaranya adalah beban ganda yang masih dihadapi dalam pembangunan kesehatan. Beban ganda dalam pembangunan kesehatan adalah meningkatnya beberapa penyakit menular (re-emerging disese), sementara penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif mulai meningkat, selain itu timbul juga berbagai penyakit baru (new-emerging disease). Issue strategis lainnya adalah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masih menempatkan masyarakat sebagai obyek, bukan sebagai subyek pembangunan kesehatan. Kemampuan masyarakat untuk mengemukakan pendapat dan memilih dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan masih sangat terbatas serta peran aktif masyarakat masih kurang dan bahkan cenderung menurun.
Angka kematian bayi dan balita di Indonesia masih tinggi. Angka kematian bayi dan balita yang masih tinggi menunjukkan bahwa kesejahteraan individu dan masyarakat masih rendah. Menurut staf ahli menteri kesehatan bidang faktor resiko kesehatan menyebutkan angka kematian anak - anak di Indonesia mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup sedangkan angka kematian balita mencapai 46 dari 1000 kelahiran hidup. Tingginya angka kematian tersebut tidak terlepas dan buruknya kondisi sanitasi, kualitas air maupun pengendalian lalat. Upaya memperbaiki ketiga hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Mengingat kondisi pencemaran air maupun pola sanitasi masyarakat masih sangat memprihatinkan, maka cuci tangan mernpakan cara yang paling mudah. Namun kebiasan cuci tangan masih masih sebatas pengetahuan dan belum rnenjadi suatu budaya atau kebiasaan yang dilakukan di masyarakat. Mengingat masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam cuci tangan, seharusnya dilakukan pembangunan kesadaran bersama - sama. Masyarakat harus rnenyadari bahwa perilaku adalah penyebab terjadinya penyakit, sehingga berpengaruh pula terhadap peningkatan derajat hidup masyarakat. Oleh karena itu mencuci tangan dengan bersih dan benar harus dikembangkan terus sejak usia dini agar mereka terbiasa hidup bersih dan sehat.
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan ?
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mampu membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan mencuci tangan dengan benar.
b. Mampu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
D. MANFAAT
1. Teoritis
Sebagai sumbangan ilmu pengetahuan untuk menambah wawasan tentang pentingnya mencuci tangan.
2. Praktis
Dapat dijadikan sumber informasi bagi pemberi layanan kesehatan untuk dapat meningkatkan langkah dan strategi sebagai salah satu upaya awal peningkatan kesehatan.
BAB II
TINJUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
Membersihkan tangan dari segala kotoran dimulai dari ujung jari sampai siku dan lengan dengan cara tertentu sesuai kebutuhan.
B. TUJUAN
1. Menjaga kebersihan perorangan
2. Membebaskan tangan dari kuman dan mencegah kontaminasi
3. Memindahkan angka maksimum kulit dari kemungkinan adanya organisme patogen
4. Mencegah atau mengurangi peristiwa infeksi
CPERALATAN
1. Bak cuci dengan kran air mengalir (sesuaikan dengan kondisi yang ada)
2. Sabun antimikroba atau desinfektan
3. 2 buah handuk kerja
4. Sikat kuku .
5. Tempat untuk handuk kotor
D. PRINSIP-PRINSIP
1. Pertimbangkan tempat-tempat yang terkontaminasi, minimal kran air, tempat sabun, pengering.
2. Hindari menggunakan perhiasan : cincin dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme di tangan, perhiasan juga dapat menimbulkan kesulitan selama mencuci tangan.
3. Gunakan air hangat yang mengalir agar terasa nyaman. Air yang terlalu panas dapat menyebabkan iritasi kulit.
4. Hindari percikan air terutama pada pakaian, mikroorganisme dapat berkembang biak dalam suasana lembab.
5. Gunakan sabun yang tepat dan efektif. Sabun akan menguraikan minyak dan lemak dan melicinkan tangan sehingga mencuci tangan lebih mudah.
6. Gunakan gerakan memutar sehingga proses pembersihan lebih merata.
7. Gunakan handuk sekali pakai untuk mengeringkan tangan atau alat pengering listrik. Hal ini dapat meminimalkan penyebaran mikroorganisme dari alat pengering dan handuk.
E. PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Dorong keatas lengan baju seragam yang panjang, di atas pergelangan tangan.
2. Lepaskan perhiasan dan jam tangan.(cincin meningkatkan jumlah mikroorganisme pada tangan).
3. Pastikan kuku jari tangan pendek dan terkikir. (Kebanyakan mikroba pada tangan berasal dari bawah kuku).
4. Pastikan permukaan tangan dan jari - Jari tidak ada luka. (Luka terbuka dapat menjadi sarang mikroorganisme atau sebagai jalan masuk mikroorganisme serta meningkatkan resiko mendapat infeksi)
5. Berdiri di depan bak cuci, jaga agar tangan dan baju tidak menyentuh permukaan bak cuci. (Jika tangan menyentuh bak cuci selama mencuci tangan, ulangi proses mencuci tangan dari awal). (Bagian dalam bak cuci mempakan area yang terkontaminasi).
6. Hidupkan keran yang dioperasikan dengan tangan. ( Bila tangan menyentuh keran tangan dianggap terkontaminasi).
7. Atur aliran air, hindari memercikkan air ke seragam. (Mikroorganisme menyebar dan tumbuh dalam situaasi lembab).
8. Basahi tangan dan lengan bawah secara menyeluruh di bawah atau mengalir Jaga agar tangan dan lengan bawah lebih rendah dari siku selama mencuci. (Tangan merupakan bagian paling terkontaminasi yang harus dicuci. Air mengalir dari area yang paling bersih ke yang paling terkontaminasi).
9. Oleskan 3 sampai 5 ml sabun anti mikroba cair pada tangan dan buat berbusa, bila menggunakan sabun batang pegang dan gosok sampai berbusa. (Jumlah bakteri berkurang secara signifikan pada tangan bila menggunakan 3 sampai 5 ml sabun anti mikroba(Larsen.1987)).
10. Cuci tangan menggunakan banyak busa dan gosok selama 10 sampai 15 detik. Menjalin jari - jari, gosok kuku jari -jari, telapak tangan, punggung tangan dengan gerakan memutar / sirkular. (Sabelum membersihkan dengan mengemulsi lemak dan minyak serta menllnmkan tegangan permllkaan. Gesekan dan gosokan mekanik melepaskan dan mengangkat kotoran dan bakteri transier. Menjalin jari - jari dan ibu jari memastikan bahwa semua permukaan dibersihkan. Sabun anti mokroba harus kontak dengan kulit selama sedikitnya 10 detik,(Gemer,1985)).
11. Bila area dibawah jari - jari kotor, bersihkan dengan menggunakan kuku jari tangan yang lain dan tambahkan sabun kemudian disikat.
12. Jaga agar kulit di bawah / disekitar kuku tidak luka. (penyikatan kotoran dan sedimen di bawah kuku dengan cara mekanik mengurangi mikroorganisme tangan).
13. Bilas tangan dan pergelangan tangan secara menyeluruh, jaga agar tangan di atas dan siku di bawah.
14. Ulang langkah 9 sampai 12 tetapi dengan perpanjangan waktu mencuci tangan selama 1, 2, 3 menit.
15. Keringkan tangan secara menyeluruh, usap dari jari turun ke pergelangan tangan dan lengan bawah. (Mengeringkan area bersih (ujung jari) ke area yang bersih (pergelangan tangan) untuk menghindari kontaminasi.
16. Letakkan handuk dalam wadah yang telah disediakan. (Pembuangan benda yang terkontaminasi di tempat yang telah disediakan mencegah terjadinya perpindahan mikroorganisme).
17. Hentikan aliran air dengan siku.
18. Pertahankan tangan tetap bersih.
BAB III
MATERI DAN METODE PELAKSANAAN
A. KERANGKAN PEMECAHAN MASALAH
Sehat/Sakit .......... Perilaku Mencuci tangan yang benar
B. REALISASI PEMECAHAN MASALAH
Semakin tingginya Angka kematian ibu dan bayi diIndonesia, hal ini tidak terlepas dari buruknya kondisi sanitasi, kualitas air dan pengendalian lalat. Mencuci tangan adalah sesuatu hal yang sering dianggap sepele padahal sangat penting sekali untuk mencegah terjangkitnya penyakit. Mengingat masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam mencuci tangan maka penulis mempunyai suatu alternatif yaitu dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana cara mencuci tangan yang benar sebagai upaya awal dalam peningkatan kesehatan.
C. KHALAYAK SASARAN
Sasaran yang dituju dalam pelaksanaan kegiatan adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) lanteng Baru Dusun Lanteng II Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul. Mengingat kebiasaan mencuci tangan masih sebatas pengetahuan dan belum menjadikan suatu budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat serta masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam mencuci tangan maka perlu dilakukan upaya penyadaran secara bersama – sama. Oleh karena itu mencuci tangan dengan bersih dan benar harus dikembangkan sejak usia dini agar mereka terbiasa hidup bersih dan sehat.
D. METODE YANG DIGUNAKAN
1. Penyuluhan
Penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan.
2. Praktek Mencuci tangan
Mempraktekkan bagaimana mencuci tangan yang benar dengan memberikan kesempatan pada khalayak sasaran untuk mencoba mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :
Hari : kamis
Tanggal : 14 Agustus 2008
Pukul : 08.00 s/d 09.00
Tempat : Pendidikan Anak Usia Dini
Peserta : Anak – anak PAUD
Kegiatan ini dihadiri oleh 18 Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tanggapan pimpinan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar yang dilanjutkan dengan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar. Anak – anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana untuk mencuci tangan dan juga memberikan seperangkat alat cuci tangan pada anak – anak Pendidikan Anak Usis Dini (PAUD) meliputi sabun cuci tangan serta Lap cuci tangan.
Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru Dusun Lanteng II, Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul adalah sebagai berikut :
Hari : kamis
Tanggal : 21 Agustus 2008
Pukul : 10.00 s/d 11.00
Tempat : Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru
Peserta : Siswa kelas I SD Lanteng Baru
Kegiatan ini dihadiri oleh 22 Siswa kelas I (satu) Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru. Tanggapan pimpinan Sekolaah Dasar (SD) Lanteng Baru terhadap kegiatan ini adalah baik sekali karena mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang mencuci tangan dengan benar pada siswa Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru yang dilanjutkan dengan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar. Siswa Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru merasa sangat antusias sekali dengan kegiatan ini. Selain itu tim pengabdi memfasilitasi sarana untuk mencuci tangan dan juga memberikan seperangkat alat cuci tangan pada siswa Sekolah Dasar (SD) Lanteng Baru meliputi sabun cuci tangan serta Lap cuci tangan.
B. PEMBAHASAN
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta selanjutnya dapat menekan angka kejadian penyakit menular selain itu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit menular serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencuci tangan secara tepat dan benar. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Merubah perilaku adalah suatu hal yang tidak mudah karena memerlukan waktu yang tidak sebentar. Perubahan perilaku sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebagai upaya awal peningkatan kesehatan mengingat anak - anak umumnya lebih rawan mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan orang dewasa. Seperti kata pepatah, "memindahkan gunung lebih mudah dari pada mengubah perilaku seseorang", demikian pula dengan kebiasaan berperilaku hidup sehat. Akan lebih mudah mulai menanamkan kebiasaan ini pada anak dibandingkan mengubah perilaku orang dewasa. Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya mencapai program Indonesia Sehat 2010. Dalam program Indonesia Sehat 2010 diharapkan sumber daya manusia di negara ini semakin tangguh, mandiri dan berkualitas yang dapat dihasilkan dari sikap proaktif masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih.
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, katanya, adalah bagian dari perilaku hidup sehat yang merupakan salah satu dari tiga pilar pembangunan di kesehatan yakni perilaku hidup sehat, penciptaan lingkungan yang sehat serta penyediaan layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Meskipun sederhana tapi belum banyak yang mau membiasakan diri mencuci tangan dengan benar. Padahal kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat mengurangi risiko terjangkit diare. Yang merupakan penyebab dari 20 persen kematian anak umur di bawah lima tahun hingga 40 persen dan mencegah penularan penyakit yang lain seperti infeksi kulit, pneumonia dan flu burung.
Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan adanya kegiatan penyuluhan mencuci tangan dengan sabun sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul membudayakan mencuci tangan dengan benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya awal peningkatan kesehatan dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dusun Putat dan Sekolah dasar (SD) Lanteng Baru Dusun lanteng II, di Desa Selopamioro, kecamatan Imogiri kabupaten Bantul.
Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan adanya kegiatan penyuluhan mencuci tangan dengan sabun sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memasyarakatkan perilaku hidup sehat, karena untuk membuat sesuatu yang besar "kita" memang harus memulainya dari hal - hal kecil.
B. SARAN
Dalam suatu kegiatan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak baik secara moril, ataupun material untuk tercapainya keberhasilan yang lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Arif (etaIl), 1999. Kapita Selekta Kedoteran, Cet. 1, Jakarta: Media Aesculapilaus.
Depkes RI, 2000. Konsep asuhan kebidanan. Jakarta: Pusdiknaker.
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: YBPSP
Saifudin, Abdul Bari, 2000. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, YBPSP Jakarta
Winkjosastro, Hanifa, 2000. ilmu kebidanan. Jakarta: YBPSP
Depkes, 2000. Jaminan Pemeliharan Kesehatan Masyarakat (JPKM), Jakarta
Sayahlan, 1996. Kebidanan Komunitas, Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan
Johnson, Ruth & Wendy Taylor, 2000, Skills for Midwifery Practice, Section 3, UK : Harcourt Publishers, p. 69-72.
Langganan:
Postingan (Atom)