MANAJEMEN PENGEMBANGAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH
STUDI KASUS MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA
Eny Retna Ambarwati
INTISARI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pada manajemen pengembangan program usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan rancangan studi kasus yang bersifat diskriptif. Unit analisis adalah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran Yogyakarta. Data diambil secara purposive sampling melalui wawancara mendalam dengan cheklist observasi. Analisis data dengan explanation building yaitu tehnik penjelasan hasil wawancara dan analisis cheklist hasil observasi serta penelusuran dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanan kegiatan usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran sudah tersusun dengan baik, mengikuti aturan perencanaan, melibatkan seluruh komponen dan menghasilkan dokumen perencanaan. Struktur organisasi pelaksana usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran merupakan organisasi formal karena terdapat struktur organisasi yang jelas dan diakui secara resmi di sekolah/madrasah, adanya unit pelaksanaan usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran melibatkan guru dan siswa, petugas puskesmas, orang tua, murid dan masyarakat dalam organisasi. Pelaksanaan program kerja usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran sudah baik dengan dilaksanakannya kegiatan sesuai dengan perencanaan yang mengacu pada trias usaha kesehatan sekolah meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Bentuk pengawasan usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran dilakukan dengan rapat rutin, sering koordinasi, mengevaluasi kegiatan dan melaporkan ke tim pembina usaha kesehatan sekolah kabupaten secara berkala setiap satu periode selama satu tahun.
Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut : manajemen pelaksanaan usaha kesehatan sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jejeran secara umum berkembang dengan baik, namun dalam kegiatan usaha kesehatan sekolah masih ada beberapa kegiatan tidak memiliki Memorandun of understanding padahal dalam suatu kerjasama, Memorandun of understanding masih memegang peranan yang penting disamping penggunaan sarana komunikasi lainnya dan juga untuk ketertiban administrasi.
Kata kunci : manajemen, usaha kesehatan sekolah
PENDAHULUAN
Kualitas sumber daya manusia (SDM) ditentukan dua faktor yang satu sama lain saling berhubungan, berkaitan dan saling bergantung yakni pendidikan dan kesehatan. Usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah usaha kesehatan yang dijalankan dan dikembangkan di sekolah untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa, guru dan karyawan. Pemerintah merintis UKS pada tahun 1956 melalui pilot project di Jakarta dan Bekasi. UKS adalah bentuk kegiatan yang holistik. Program ini meliputi 3 aspek pembinaan (Trias UKS) meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dilaksanakan melalui pendidikan dengan cara mengikutsertakan dalam kegiatan intra dan ekstrakurikuler (TP UKS, 2007).
Sekolah memiliki daya ungkit yang tinggi untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. UKS bukan hanya dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. WHO telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau health promoting school. Anak usia sekolah baik tingkat TK, SD, SMP dan SMU adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari.
Secara epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi. Permasalahan perilaku kesehatan pada anak SD berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dan kebersihan diri. Sekolah merupakan tempat yang paling penting sebagai sumber penularan penyakit infeksi pada anak sekolah. Permasalahan kesehatan pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi peserta didik di sekolah.
Hal ini perlu mendapat perhatian baik oleh orang tua atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Orang tua dan guru adalah sosok pendamping saat anak melakukan aktifitas kehidupannya setiap hari. Peranan mereka sangat dominan dan sangat menentukan kualitas hidup anak di kemudian hari. MIN Jejeran mewakili SD/MI adalah sekolah yang telah memenangkan lomba sekolah sehat berwawasan lingkungan tingkat nasional. Sekolah tersebut telah menerapkan tiga program pokok UKS yaitu melaksanakan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang manajemen pelaksanaan pengembangan usaha kesehatan sekolah di MIN Jejeran Bantul Yogyakarta.
LANDASAN TEORI
Manajemen
Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Handoko, 2003). Prinsip manajemen terdiri dari pembagian kerja yang berimbang, pemberian kewenangan dan rasa tanggungjawab yang tegas dan jelas, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan arah.
Fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Dalam suatu manajemen, perencanaan adalah penetapan tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan (Handoko, 2003). Pengorganisasian yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti apabila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Pengawasan yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
Usaha Kesehatan Sekolah
UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya terbentuk perilaku hidup sehat dan bersih baik bagi peserta didik, warga sekolah maupun warga masyarakat. Tujuan umum UKS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik sedangkan tujuan khusus UKS adalah untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus dan bersifat deskriptif, yaitu menyajikan deskripsi lengkap dari suatu fenomena yang diamati dalam konteks yang nyata. Studi kasus merupakan salah satu metode penelitian ilmu-lmu sosial (Yin, 2006).
Lokasi penelitian adalah di MIN Jejeran Bantul Yogyakarta karena MIN Jejeran adalah sekolah/madrasah yang telah melaksanakan trias UKS dan terdapat kegiatan yang menonjol yaitu pernah juara lomba tingkat nasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Januari 2010.
Penelitian ini dilakukan pada berbagai pihak yang terkait dalam program UKS dengan wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, guru yang terlibat di UKS, siswa, stakeholder dan tim pembina UKS.
Tehnik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling adalah tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2006). Dipilih orang yang dianggap mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan UKS dengan wawancara mendalam terhadap lurah, kepala sekolah, guru yang terlibat di UKS, siswa yang terlibat di UKS, stakeholder dan tim pembina UKS.
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah indepth interview, alat perekam elektronik, kamera, lembar hasil kerja wawancara mendalam, cheklist observasi. Menurut Yin (2006), prinsip studi kasus yaitu menghubungkan berbagai bukti. baik itu merupakan hasil dari wawancara, observasi, dan penelusuran dokumen
Cara analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik penjelasan (explanationbuilding). Menjelaskan suatu fenomena berarti menetapkan serangkaian keterkaitan timbal balik mengenai fenomena tersebut (Yin, 2006). Analisis data dilakukan dengan analisis transkrip wawancara (Blaxter et al, 2001)
Proses Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif yaitu dengan mengumpulkan data, menyajikan data kemudian membuat kesimpulan dan tehnik analisis menggunakan tehnik analisis komparasi atau kategorisasi dan kausalisasi.
Uji kredibilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi yaitu teknik mengumpulkan data yang bersifat mengkroscek dari berbagai teknik pengumpulan data yang telah ada (Sugiyono, 2006). Triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi tehnik dan triangulasi sumber. Etika penelitian dengan pemberian informed consent sebelum melakukan wawancara mendalam. Jalannya penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, analisis data dan penyelesaian
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Diskripsi Lokasi Penelitian.
MIN Jejeran terletak di lingkungan masyarakat yang berbasis pondok pesantren dengan kultur religiusitas cukup tinggi yaitu di Desa Wonokromo Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul, Daerah IstimewaYogyakarta. Sebelumnya bernama Madrasah Diniyah Salafiyah, kemudian Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah, dan kemudian Madrasah Negeri.
Temuan Penelitian
1. Perencanaan
Latar belakang terbentuknya UKS di MIN Jejeran karena adanya kebutuhan kesehatan. Rencana kegiatan UKS disusun dalam 1 periode selama 1 tahun. Semua anggota TP UKS dilibatkan dalam penyusunan rencana kegiatan setiap tahun dg memperhatikan jenis kegiatan dan dana. Perencanaan kegiatan UKS dengan mensinkronkan beberapa kegiatan, tetapi kerjasama ini belum semua tertuang dalam nota kesepahaman/memorandum of understanding (MOU). Perencanaan kegiatan mengacu pada trias UKS. UKS di MIN Jejeran sudah sesuai dengan strata yang telah ditetapkan dan bahkan sudah mencapai pada standar strata paripurna. Hal ini seperti yang diungkapkan informan berikut
“........ UKS yang ada di MIN ini sudah mendekati yang paripurna. karena dari agama sudah... lingkungannya sudah. Ya... kalau tidak paripurna ya tidak menang...... (informan puskesmas, hasil wawancara tanggal 2 Januari 2010).
2. Pengorganisasian
Berdasarkan penelusuran dokumen pegorganisasian UKS di MIN Jejeran merupakan struktur organisasi formal. Struktur organisasi formal mempunyai struktur organisasi yang baku meliputi pembina, ketua, sekretaris dan anggota, masing-masing posisi mempunyai pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas. Berdasarkan penelusuran dokumen struktur organisasi formal UKS di MIN Jejeran meliputi struktur organisasi pelaksana UKS, struktur organisasi kesehatan, dan struktur organisasi juru pemantau jentik (jumantik). Struktur organisasi pelaksana UKS merupakan struktur organisasi inti dan struktur organisasi yang lainnya merupakan sub-sub struktur organisasi. Adapun struktur organisasi pelaksanaan UKS di MIN Jejeran dapat dilihat pada gambar berikut ini :
(Dokumen struktur organisasi pelaksana UKS MIN Jejeran 2008-2009)
(Dokumen struktur organisasi kesehatan UKS di MIN Jejeran 2008-2009)
(Dokumen struktur organisasi jumantik Di MIN Jejeran 2008-2009)
3. Pelaksanaan
Pelaksanaan pendidikan kesehatan meliputi : kerja bakti, lomba kelas sehat, semakan al Quran, penyuluhan kes, pelatihan, aktivitas kader kesehatan sekolah, lomba sekolah sekolah. Pelaksanaan pelayanan kesehatan meliputi : penimbangan bayi dan balita, pengukuran TB dan PB, penggosok gigi, mencuci tangan, pemeriksaan golongan darah, BIAS, Lomba sekolah berwawasan lingkungan, penjaringan. Pembinaan lingkungan sekolah sehat meliputi bina lingkungan fisik, pengelolaan sampah, kebun sekolah, toga, kantin kejujuran, jumantik
4. Pengawasan
Mengadakan rapat rutin, sering melakukan koordinasi dengan TP UKS dan stakeholder, mengevaluasi setiap pelaksanaan kegiatan kemudian melaporkan ke TP UKS kabupaten secara berkala setiap satu periode selama satu tahun. Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh tim pembina UKS sudah terprogram walaupun kadang pada pelaksanaannya menyesuaikan dengan kegiatan yang lainnya. Pemegang program UKS ini adalah satu orang dengan memegang banyak program sehingga seakan – akan merupakan kegiatan sambilan.
Pembahasan
1. Perencanaan
Dari temuan penelitian berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan yaitu kepala sekolah, guru UKS1, guru UKS2, dan puskesmas bahwa dalam penyusunan perencanaan kegiatan UKS juga memperhatikan mengenai jenis kegiatan dan dana. Perencanan kegiatan UKS di MIN Jejeran meliputi perencanaan kegiatan yang disusun secara terprogram dan perencanaan kegiatan yang sifatnya insidental. Perencanaan kegiatan UKS yang disusun secara terprogram dengan mengacu pada trias UKS sedangkan perencanaan kegiatan yang sifatnya insidental disusun dengan mensinkronkan beberapa kegiatan yang ada di sekolah, puskesmas dan tim pembina UKS kecamatan serta stakeholder yang terkait sehingga waktu pelaksanaan kegiatannya bisa diatur dengan menyesuaikan kegiatan yang lainnya. Perencanaan kegiatan di MIN Jejeran disusun sedemikian rupa sehingga tidak memberikan kesan kaku tetapi merupakan proses yang dinamis.
Dalam penyusunan rencana anggaran biaya disusun dalam satu periode selama satu tahun dengan terlebih dahulu membuat rencana kegiatan UKS. Semua anggota tim pelaksana UKS dilibatkan dalan penyusunan rencana aggaran biaya kegiatan setiap tahun. Madrasah mempunyai kebijakan bahwa setiap kegiatan UKS dana dikeluarkan dengan membuat susunan panitia pelaksana kegiatan, mengajukan proposal kepada ketua UKS, setelah disetujui kemudian proposal diserahkan kepada bendahara UKS untuk pencairan dana. Perencanaan di MIN Jejeran sudah tersusun dengan baik, mengikuti aturan perencanaan, seluruh komponen dilibatkan serta menghasilkan dokumen perencanaan. Hal ini sesuai dengan TP UKS Pusat (2007), bahwa dalam menyusun rencana kegiatan UKS harus memperhatikan kegiatan, jenis kegiatan, waktu pelaksanaan kegiatan dan sumber dana serta sesuai dengan Handoko (2003), bahwa perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan/tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Proses ini memerlukan pemikiran tentang apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan dimana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya. Depkes RI (2007), UKS di sekolah/madrasah sudah pada strata paripurna
2. Pengorganisasian
Temuan penelitian berdasarkan penelusuran dokumen bahwa struktur organisasi di MIN Jejeran terdiri dari struktur organisasi pelaksana UKS, struktur organisasi kesehatan dan struktur organisasi jumantik. Struktur organisasi UKS merupakan struktur organisasi induk sedangkan struktur organisasi kesehatan dan struktur organisasi jumantik merupakan sub-sub struktur organisasi. Adanya struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggungjawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur organisasi pelaksana UKS di MIN Jejeran merupakan organisasi formal karena terdapat struktur organisasi yang jelas dan diakui secara resmi di sekolah/madrasah, adanya unit pelaksanaan UKS di sekolah yang melibatkan guru dan siswa, melibatkan petugas puskesmas, orang tua, murid dan masyarakat dalam organisasi UKS. Hal ini sesuai dengan Winardi (2006), bahwa dalam organisasi formal terjadi pola-pola kerja, hubungan-hubungan pribadi disusun secara sadar, diakui secara resmi serta sesuai dengan TP UKS Pusat, (2007) bahwa dalam struktur organisasi TP UKS terdiri dari pembina, ketua, sekretaris dan anggota.
3. Pelaksanaan
Berdasarkan temuan penelitian hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu ketua UKS, guru UKS, warga sekitar, wali murid, siswa, puskesmas, dinas kesehatan, dinas pendidikan dan departemen agama dan hasil observasi serta penelusuran dokumen bahwa baiknya pelaksanaan program kerja UKS di MIN Jejeran terlihat dari telah dilaksanakannya kegiatan sesuai dengan perencanaan yang mengacu pada trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Kegiatan pendidikan kesehatan yang telah dilaksanakan meliputi kerja bakti, lomba kelas sehat, semakan al-quran, penyuluhan kesehatan, pelatihan PHBS, pelatihan sosialisasi UKS, dokter kecil, PMR, PKS, gosok gigi masal, piket sekolah dan lomba sekolah sehat. Kegiatan pelayanan kesehatan yang sudah dilaksanakan meliputi penimbangan bayi dan balita, pengukuran TB, pengukuran PB, menggosok gigi, mencuci tangan, pemeriksaan golongan darah, BIAS, lomba sekolah berwawasan lingkungan. Sedangkan kegiatan bina lingkungan sehat meliputi kegiatan bina lingkungan fisik, pengelolaan sampah, kebun sekolah, TOGA, kantin kejujuran dan jumantik. Dari beberapa pelaksanaan kegiatan UKS tersebut terdapat kegiatan UKS yang menonjol di MIN Jejeran yaitu lomba sekolah sehat, kantin kejujuran, dokter kecil dan sekolah berwawasan lingkungan.
Berdasarkan penelusuran dokumen ada beberapa kerjasama antara UKS MIN Jejeran dengan instansi lain yang sudah tertuang dalam MOU yaitu dengan organisasi kesehatan/bocah sehat (BOSE) dan dengan puskesmas dalam bentuk asuransi kesehatan sedangkan kerjasama antara MIN Jejeran dengan lintas instansi lainnya belum semua tertuang dalam MOU. Hal ini juga seperti yang diungkapkan beberapa informan ketua UKS dan guru UKS bahwa walaupun tidak ada MOU tetapi kegiatan tetap berjalan dan dengan melakukan komunikasi dan silaturahmi yang intensif itu akan lebih besar manfaatnya dari pada tulisan diselembar kertas. Didalam menjalin kerjasama lintas instansi tersebut MOU masih memegang peranan yang penting disamping penggunaan sarana komunikasi lainnya dan juga untuk ketertiban administrasi. MOU merupakan alat komunikasi tertulis yang berguna untuk menyampaikan informasi.
4. Pengawasan
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu puskesmas, dinas kesehatan bantul, dinas pendidikan bantul Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu puskesmas, dinas kesehatan bantul, dinas pendidikan bantul bahwa pengawasan UKS di MIN Jejeran dilakukan dengan mengadakan rapat-rapat rutin, sering melakukan koordinasi dengan tim pelaksana UKS dan stakeholder, mengevaluasi setiap pelaksanaan kegiatan kemudian melaporkan ke tim pembina UKS kabupaten secara berkala setiap satu periode selama satu tahun. Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh tim pembina UKS sudah terprogram walaupun kadang pada pelaksanaannya menyesuaikan dengan kegiatan yang lainnya. Ini seperti yang diungkapkan oleh informan dari puskesmas bahwa pengawasan bisa dilakukan melalui rapat-rapat, apabila ada permasalahan dengan UKS di sekolah kemudian di bahas dan ditindaklanjuti sesuai dengan permasalahan yang ada, supaya UKS tetap berjalan sesuai dengan rencana, dapat berhasil guna dan berdaya guna. Dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan yang telah direncanakan. Pengawasan dilakukan pada setiap tahap agar supaya mudah diadakan perbaikan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan (Koontz harold).
Berdasarkan hasil temuan penelitian wawancara dengan beberapa responden yaitu dinas kesehatan bantul, dinas pendidikan bantul dan puskesmas bahwa pemegang program UKS di sekolah/madrasah sekarang ini dikoordinir oleh satu orang dengan memegang banyak program sehingga seakan-akan UKS merupakan kegiatan sambilan. Untuk dapat mengembangkan UKS sebaiknya pemegang UKS terpusat pada satu orang dengan satu program sehingga bisa lebih konsentrasi dalam pengembangan manajemen UKS di sekolah/madrasah.
KESIMPULAN
1. Perencanan kegiatan sudah tersusun dengan baik, mengikuti aturan perencanaan, melibatkan seluruh komponen dan menghasilkan dokumen perencanaan.
2. Struktur organisasi pelaksana UKS merupakan organisasi formal karena terdapat struktur organisasi yang jelas dan diakui secara resmi di sekolah/madrasah, adanya unit pelaksanaan UKS di sekolah yang melibatkan guru dan siswa, melibatkan petugas puskesmas, orang tua, murid dan masyarakat dalam organisasi UKS.
3. Pelaksanaan program kerja UKS di MIN Jejeran sudah baik dengan dilaksanakannya kegiatan sesuai dengan perencanaan yang mengacu pada trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
4. Bentuk pengawasan UKS di MIN Jejeran dilakukan dengan rapat rutin, sering koordinasi, mengevaluasi kegiatan dan melaporkan ke Tim Pembina UKS kabupaten secara berkala setiap satu periode selama satu tahun.
DAFTAR PUSTAKA
Blaxter, L. Hughter, C. And Thight, M. (2001) How to Research : Seluk Beluk Melakukan Riset. Edisi Kedua. Penerbit P.T. Indeks Kelompok Gramedia.
Nasrul Effendy. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Edisi II. Jakarta. Penerbit EGC.
Denny Mulyana. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Edisi II. Bandung. Penerbit PT Remaja Indokarya.
Depkes. (2008). Petunjuk Tehnis Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah. Direktorat Bina Kesehatan Anak. Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat.
Depkes. (2007). Pedoman Untuk Tenaga Kesehatan, Usaha kesehatan Sekolah Di Tingkat Sekolah Dasar. Direktorat Bina Kesehatan Anak. Direktorat Bina Kesehatan Masyarakat.
Depkes. (2004). Kualitas Sumber Daya Manusia Ditentukan Pendidikan dan Kesehatan.
Djoko Wijono. (2000). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Teori Strategi dan Aplikasi. Vol.1. Surabaya. Penerbit Airlangga Universitty Press.
Djoko Wijono. (2000). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Teori Strategi dan Aplikasi. Vol.2. Penerbit Airlangga Universitty Press. Surabaya.
Handoko, T.H. (2003) Manajemen. Edisi 11. Cetakan 18. Yogyakarta. Penerbit PBFE.
Koonz, D.W., (1995). Manajemen. Edisi Kedelapan. Jakarta. Penerbit Erlangga.
McMahon Rocemary, Barton Elisabeth, Piot Maurice. (2002) Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer. EGC.
Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Pusat. (2007). Pedoman Pembinaan Dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani. Edisi cetak ulang. Jakarta. Depdiknas.
Reinke William. (1995). Perencanaan Kesehatan Untuk Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran. Yogyakarta. Gajah Mada Universtty Press.
Tjandra Yoga Aditama. (2006). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Edisi II. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.
Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). (2007). Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah.
Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). (2007). Cara Melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah dan madrasah.
Sugiyono (2006) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Penerbit CV Alvabeta.
Winardi, J. (2006) Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta. PT Raja Gravindo Persada.
Yin, Robert K (2006) Studi Kasus Desain dan Metoda. Divisi Buku Perguruan Tinggi. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Zuckerman, Alan M (2006) Clobber-or collaborate? Taking A Fresh Look At Your Competition. Healthcare Finansial Manajement. Akademik Reseach Library. Pg.68
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 April 2010
Faktor2 Yang mempengaruhi Kecemasan Pada Ibu Primigravida
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN AMANDA, PATUKAN, GAMPING.
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
Dibiayai melalui DIPA Kopertis Wilayah V
Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH V YOGYAKARTA
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN AMANDA, PATUKAN, GAMPING
Eny Retna Ambarwati
INTISARI
Latar Belakang : Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Selama masa kehamilan perlu perlu dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan ibu dan janin. Angka kematian ibu di negara berkembang 307 per 100.000 kelahiran, dapat dicegah dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, salah satu diantaranya adalah pelayanan obstetrik berkualitas tinggi. Untuk menghasilkan generasi yang berkualitas harus dimulai sejak dalam masa kehamilan karena kehamilan merupakan suatu krisis dan dapat menjadikan suatu ketidakseimbangan terlebih lagi apabila kehamilan merupakan suatu hal yang baru dialami wanita pertama kali.
Tujuan : Dapat mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida.
Metodologi penelitian : Jenis penelitian adalah diskrptif analitik yang diadakan di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping. Penentuan subyek penelitian dengan purposive sampling dan alat pengumpul data berupa kuesioner. Uji kelayakan ukur meliputi uji validitas (pearson produk moment) dan uji reliabilitas (cronbach alpha). Analisa data penelitian menggunakan analisis regresi berganda meliputi uji koefisien determinasi, uji F dan uji t.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen, Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis uji F diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis uji t, secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan. Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%.
Kesimpulan : Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%.
Kata kunci : Kecemasan – ibu primigravida
PENDAHULUAN
Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 1998).
Selama masa kehamilan dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan bagi ibu dan janin. Pengawasan antenatal dan postanatal sangat penting dalam upaya menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Ibu maupun Perinatal. Menurut Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 adalah 373 per 100.000 kelahiran hidup merupakan Angka Kematian Ibu (AKI), sedangkan Angka Kematian Perinatal (AKP) sebesar 280.000 per 10.000 kelahiran hidup.
Jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai angka 307 per 100.000 kelahiran dari rata – rata kelahiran sekitar 3 – 4 juta setiap tahun. Angka yang dihimpun dari Survay Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 menunjukkan sekitar 15.000 ibu meninggal karena melahirkan setiap tahunnya atau 1.279 setiap bulannya atau 172 setiap pekan atau 43 orang setiap hari atau hampir 2 orang ibu meninggal setiap jam.
Berdasarkan tingginya Angka Kematian Ibu dan Perinatal di Negara berkembang, maka WHO dan UNICEF di Alma Ata, Uni Soviet 1978 telah menyelenggarakan pertemuan dengan menghasilkan gagasan untuk menerapkan " Primary Health Care " yaitu upaya kesehatan utama dengan teknologi berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan kemampuan masyarakat sehingga dicapai health for all by year the 2000. Tingginya AKI dan AKP tersebut sebenarnya masih dapat dihindari karena sebagian besar terjadi saat pertolongan pertama, yaitu pada kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui upaya perbaikan gisi, keluarga berencana (penjarangan kelahiran), pencegahan abortus provokatus, pelayanan obstetrik berkualitas tinggi (kehamilan, persalinan dan pasca persalinan), penyediaan darah yang cepat dan aman, peningkatan pendidikan wanita serta perbaikan status wanita dalam lingkungan sosial budaya.
Dalam hal ini wanita sebagai calon seorang ibu akan melahirkan keturunan dari suatu generasi, sehingga untuk menghasilkan generasi yang berkualitas tentunya harus dimulai sejak dalam masa kehamilan. Terlebih bila kehamilan tersebut merupakan peristiwa yang pertama kali, yang merupakan pengalaman baru dan dapat menjadi stresor (faktor yang menimbulkan stres) bagi suami istri, dimana beberapa stresor dapat diduga dan ada yang tidak terduga (tidak terantisipasi) misalnya komplikasi kehamilan, sedangkan reaksi terhadap stres bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Beberapa tingkat perubahan selama kehamilan tidak dapat dihindari, dan karena perubahan sering kali dalam jangka waktu yang singkat, maka beberapa ahli sosial dan ahli klinis menyatakan bahwa kehamilan adalah salah satu tipe krisis dan keadaan tersebut dapat menjadikan ketidakseimbangan.
Kehamilan dan melahirkan bayi merupakan perjuangan yang cukup berat bagi setiap wanita, yang tidak luput dari rasa ketakutan dan kesakitan. Perasaan - ¬perasaan demikian ini akan menjadi sangat intensif kuat apabila ibu tersebut memiliki perasaan yang menakutkan (angstive voorgevoelens) mengenai kehamilannya, walaupun ia sebenarnya dalam kondisi sehat. Membesamya janin dalam kandungan mengakibatkan jalan ibu yang bersangkutan mudah capek, tidak nyaman badan, tidak bisa tidur enak, sering mendapatkan kesulitan dalam bernafas dan macam-macam beban jasmaniah lainnya di waktu kehamilannya. Kondisi tersebut mengakibatkan timbul rasa tegang, kecemasan, ketakutan, konflik batin dan material psikis lainnya.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang faktor – faktor apa sajakah yang mempengaruhi kecemasan selama masa kehamilan pada ibu primigravida. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut diharapkan dapat membantu ibu agar dapat beradaptasi dan ibu menerima kehamilan tersebut dengan baik serta dapat mengantisipasi terhadap hal - hal atau kejadian yang tidak diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping.
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan kejadian. Tujuan penelitian diskriptif adalah untuk memberikan diskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di RB Amanda, Patukan, Gamping. Subyek penelitian adalah semua ibu primigravida yang memenuhi kriteria inkulusi, yaitu ibu primi gravida, bersedia mengisi inform consent selama penelitian, ibu primi gravida yang melakukan ANC di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 40 orang.
Variabel bebas penelitian ini adalah kecemasan, sedang variabel pengaruhnya adalah faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan seperti : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, sikap keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara meliputi data primer yaitu data yang diambil langsung oleh peneliti kepada responden, yang diisi oleh responden meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, dan sikap keluarga. Sedangkan data sekunder, data tentang ibu primigravida.
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah kuesioner yang sudah diuji diberikan kepada responden, meliputi : kuesioner data umum/identitas responden, meliputi : nama, umur, tingkat pendidikan, penghasilan per bulan. kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada kehamilan, dengan klasifikasi sebagai berikut : faktor pengetahuan dengan item soal no 1-8, faktor kepercayaan/adat istiadat dengan item soal no 9 – 13, dan faktor sikap keluarga dengan item no 14 – 20. Diukur dengan kuesioner dalam bentuk pertanyaan dimana jawaban rendah berada disebelah kiri dan jawaban tinggi berada disebelah kanan. Nilai berkisar antara 1 – 3. Responden dapat memberikan jawaban mulai dari rendah sampai tinggi tergantung persepsi responden. Bila responden memberi jawaban 1 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah rendah, dan bila responden memberi jawaban 2 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah sedang, dan apabila responden memberi jawaban 3 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah tinggi. Kuesioner untuk mengetahui tingkat kecemasan dengan item no 21-31 dengan kriteria : < 6 (<50%) tidak cemas dan 6- 11 (>50 - 100%) cemas. Proposal penelitian ini telah disetujui dan didanai melalui DIPA Kopertis WilayahV Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008.
Tehnik uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi pearson product moment yaitu dengan mengkorelasi pertanyaan dengan skor pertanyaan secara keseluruhan. Validitas instrumen digunakan untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Dalam pengambilan keputusan disarankan dengan melihat koefisien korelasinya, apabila koefisien korelasinya signifikan secara statistik dan berkorelasi positif maka berarti suatu test memiliki instrumen valid (santosa dan Ashari, 2008). Adapun rumus korelasi produk moment adalah sebagai berikut :
rxy = xy
(x2) (y2)
Alat yang dipakai dalam pengujian reliabilitas cronbach reliabilitas analisis (Santosa, 2000). Semakin tinggi koefisien reliabilitas berarti semakin baik hasil ukurannya. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Santosa dan Ashari, 2005). Instrumen yang diuji reliabilitasnya adalah instrumen untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis fungsi linear dalam logaritma sehingga koefisien regresi dari persamaan secara langsung merupakan koefisiensi elastisitas dari masing – masing variabel penelitian. Dalam penelitian persamaan dirubah menjadi bentuk linear berganda dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut, meliputi :
1. Uji koefisien Determinasi (R2) dengan rumus :
R2 = b1 yx1 + b2 yx2 + ......bk yxk
y2
2. Uji F
F hitung = R2 / (k – 1)
(1- R2) / (n – K)
3. Uji t
t hitung = bi
Sbi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian dapat dianalisis secara diskriptif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida di RB Amanda, Gamping, Sleman.
1. Karakteristik Responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi variabel umur.
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Umur
> 35 Tahun
-
-
20 – 35 Tahun 38 95
< 20 Tahun 2 5,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 1, untuk umur dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 20–35 tahun yaitu ada 38 (95%) sedangkan sebagian kecil responden berumur <20 tahun yaitu 2 (5,0%). Tabel 2. Distribusi frekuensi variabel pendidikan Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Pendidikan SD - - SMP 4 10,0 SMA 24 60,0 PT 12 30,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 2, untuk pendidikan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pendidikan terakhir SMP, 24 (60%) mempunyai pendidikan terakhir SMA dan 12 (30%) responden mempunyai tingkat pendidikan terakhir Perguruan Tinggi. Tabel 3. Distribusi Frekuensi variabel status ekonomi Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Status Ekonomi Rendah 21 52,5 Sedang 14 35,0 Tinggi 5 12,5 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : Data primer, 2008 Keterangan dari tabel 3, untuk status ekonomi dapat diketahui bahwa 21 (52,5%) responden dengan status ekonomi rendah yaitu pendapatan perbulannya kurang dari Rp 500.000, 14 (35%) responden dengan status ekonomi sedang yaitu pendapatan perbulannya antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000 dan 5 (12,5%) responden dengan status ekonomi tinggi yaitu pendapatan per bulannya > Rp 1.000.000,-.
Tabel 4. Distribusi Frekuensi variabel pengetahuan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Pengetahuan
Rendah 4 10,0
Sedang 16 40,0
Tinggi 20 50,0
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008
Keterangan dari tabel 4, untuk pengetahuan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pengetahuan yang rendah, 16 (40%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan 20 (50%) responden mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi.
Tabel 5. Distribusi Frekuensi variabel kepercayaan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Kepercayaan
Rendah 32 80,0
Sedang 5 12,5
Tinggi 3 7,5
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008.
Keterangan dari tabel 5, untuk kepercayaan atau keyakinan yang dianut di masyarakat dapat diketahui bahwa 32 (80%) responden mempunyai kepercayaan tinggi, 5 (12,5) responden mempunyai kepercayaan sedang dan 3 (7,5%) responden mempunyai kepercayaan rendah.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi variabel sikap keluarga
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Sikap Keluarga
Kurang - -
Sedang 2 5,0
Baik 38 95,0
40 100,0
Sumber : data primer, 2008
Juml
Keterangan dari tabel 6, Untuk sikap keluarga dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap keluarga yang baik, yaitu ada 38 (95%), sedangkan sebagian kecil responden mempunyai sikap keluarga yang rendah yaitu ada 2 (5,0%).
2. Validitas dan Reliabilitas instrumen
Pengukuran validitas dan reliabilitas instrumen berdasarkan dari data yang diperoleh pada saat melakukan uji coba kuesioner. Secara lengkap hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :
a. Validitas
Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida.
Pernyataan Korelasi pearson P Kesimpulan
1 0,443 0,04 Valid
2 0,473 0,02 Valid
3 0,343 0,03 Valid
4 0,296 0,62 Tidak valid
5 0,246 1,26 Tidak valid
6 0,232 1,49 Tidak valid
7 0,192 2,34 Tidak valid
8 0,106 5,17 Tidak valid
9 0,313 0,49 Valid
10 0,420 0,07 Valid
11 0,296 0,64 Tidak valid
12 0,343 0,30 Valid
13 0,573 0,00 Valid
14 0,158 0,32 Tidak valid
15 0,709 0,00 Valid
16 0,508 0,00 Valid
17 0,473 0,00 Valid
18 0,287 0,07 Tidak valid
19 0,531 0,00 Valid
20 -,133 0,41 Tidak valid
Sumber : olah data, 2008
Berdasarkan hasil analisis validitas pada tabel 7, diperoleh hasil bahwa pada butir pertanyaan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 diperoleh nilai korelasi yang tidak signifikan (P < 0,05) berarti bahwa butir pernyataan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 tidak valid dan dinyatakan gugur, sehingga dikeluarkan dari butir pernyataan. Untuk penelitian selanjutnya jumlah butir pernyataan yang digunakan yaitu sebanyak 11 butir pernyataan. b. Reliabilitas Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida adalah sebagai berikut : Tabel 8. Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan Variabel Keterangan kesimpulan Sikap keluarga 0,77 > 0,60 Reliabel
Sumber : Data primer, 2008
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa alpha cronbach diperoleh sebesar 0,77 atau lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa reliabilitas dapat diterima.
B. PEMBAHASAN
1. Karakteristik responden
Hasil penelitian dalam karakteristik responden didapatkan bahwa yang paling tinggi menempati urutan pertama adalah sikap keluarga dan umur, yaitu sebanyak 2 (95,0%). Pada sikap keluarga hal ini menggambarkan sikap yang menyenangkan dari keluarga akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode prenatal, sedangkan pada umur didapatkan hasil paling banyak responden berumur 20 – 35 tahun, hal ini berarti sebagian besar responden berada pada usia reproduktif sehingga responden sudah mampu.
Kepercayaan menempati urutan kedua yaitu sebanyak 32 (80%) responden. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.
Pendidikan menempati urutan ketiga yaitu sebanyak 24 (60%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai pendidikan terakhir SMA . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan yang sedang mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konstrukstif daripada seseorang yang dengan pendidikan rendah.
Status ekonomi menempati urutan keempat yaitu sebanyak 21 (52,5%) responden hal ini berarti responden paling banyak berada pada status ekonomi rendah. Status ekonomi dipengaruhi oleh latar belakang pekerjaan.
Pengetahuan menempati urutan kelima yaitu sebanyak 16 (40%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
2. Analisis regresi faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan.
Dari analisis regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan dengan variabel dependen terhadap variabel independen : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga dapat disajikan sebagai berikut :
Tabel 9. Hasil analisis regresi faktor – faktor yang mempengaruhi
kecemasan
Variabel Koefisien regresi t hitung Keterangan
Umur 0,840 1,871 NS
Pendidikan -,014 -,104 NS
Status ekonomi 0,028 0,395 NS
Pengetahuan 0,105 0,888 NS
Kepercayaan 0,027 0,322 NS
Sikap keluarga -,794 -2,363 S
R2 = 0,293 F hitung = 2,27 F tabel = 2,34
Sumber : data primer, 2008
Untuk mengetahui ketepatan model regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan digunakan nilai koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pada tabel diatas diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen (kecemasan) dijelaskan oleh variabel independen, seperti : umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan, dan sikap keluarga. Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.
Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen (umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga).
Pengaruh masing –masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dapat diketahui dengan menggunakan uji t. Secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan.
Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%. Hubungan antara sikap keluarga dan kecemasan adalah negatif yang artinya kenaikan sikap keluarga akan diikuti oleh penurunan kecemasan. Apabila peningkatan skala sikap sebesar 1% maka kecemasan akan turun sebesar 0,794%.
PENUTUP
Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di RB Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%. Vaktor lain meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kecemasan pada ibu primigravida maka koefisien regresi menjadi tidak bermakna.
KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rhineka Cipta
Arikunto, Suharsini, 2002. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Burni Aksara.
Arif (etaIl), 1999. Kapita Selekta Kedoteran, Cet. 1, Jakarta: Media Aesculapilaus.
Dagun, Save M, 2002. Psikologi Keluarga Jakarta: Rhineka Cipta.
Ellis, Roger B (etall), 1999. Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan, Teori Dan Praktik, Jakarta
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta
Nazir, Mohammad, 1998. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan material dan neonatal. Jakarta: YBPSP
Ridwan - Ita Lestari, 2001. Dasar - Dasar Statistika, Bandung : Alfa Beta.
Saifudin, Abdul Bari, 2000. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, YBPSP Jakarta
Santosa, Singgih (2000), SPSS, mengolah data statistik secara profesional, Jakarta : Elex media komputerindo, Gramedia.
Santosa.P.B dan Ashari (2005), Analisis statistik dengan Ms excel dan SPSS, Yogyakarta : Penerbit Andi.
Winkjosastro, Hanifa, 2000. Ilmu kebidanan. Jakarta: YBPSP
Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI
Dibiayai melalui DIPA Kopertis Wilayah V
Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH V YOGYAKARTA
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN AMANDA, PATUKAN, GAMPING
Eny Retna Ambarwati
INTISARI
Latar Belakang : Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Selama masa kehamilan perlu perlu dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan ibu dan janin. Angka kematian ibu di negara berkembang 307 per 100.000 kelahiran, dapat dicegah dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, salah satu diantaranya adalah pelayanan obstetrik berkualitas tinggi. Untuk menghasilkan generasi yang berkualitas harus dimulai sejak dalam masa kehamilan karena kehamilan merupakan suatu krisis dan dapat menjadikan suatu ketidakseimbangan terlebih lagi apabila kehamilan merupakan suatu hal yang baru dialami wanita pertama kali.
Tujuan : Dapat mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida.
Metodologi penelitian : Jenis penelitian adalah diskrptif analitik yang diadakan di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping. Penentuan subyek penelitian dengan purposive sampling dan alat pengumpul data berupa kuesioner. Uji kelayakan ukur meliputi uji validitas (pearson produk moment) dan uji reliabilitas (cronbach alpha). Analisa data penelitian menggunakan analisis regresi berganda meliputi uji koefisien determinasi, uji F dan uji t.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen, Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis uji F diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis uji t, secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan. Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%.
Kesimpulan : Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%.
Kata kunci : Kecemasan – ibu primigravida
PENDAHULUAN
Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 1998).
Selama masa kehamilan dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan bagi ibu dan janin. Pengawasan antenatal dan postanatal sangat penting dalam upaya menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Ibu maupun Perinatal. Menurut Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 adalah 373 per 100.000 kelahiran hidup merupakan Angka Kematian Ibu (AKI), sedangkan Angka Kematian Perinatal (AKP) sebesar 280.000 per 10.000 kelahiran hidup.
Jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai angka 307 per 100.000 kelahiran dari rata – rata kelahiran sekitar 3 – 4 juta setiap tahun. Angka yang dihimpun dari Survay Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 menunjukkan sekitar 15.000 ibu meninggal karena melahirkan setiap tahunnya atau 1.279 setiap bulannya atau 172 setiap pekan atau 43 orang setiap hari atau hampir 2 orang ibu meninggal setiap jam.
Berdasarkan tingginya Angka Kematian Ibu dan Perinatal di Negara berkembang, maka WHO dan UNICEF di Alma Ata, Uni Soviet 1978 telah menyelenggarakan pertemuan dengan menghasilkan gagasan untuk menerapkan " Primary Health Care " yaitu upaya kesehatan utama dengan teknologi berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan kemampuan masyarakat sehingga dicapai health for all by year the 2000. Tingginya AKI dan AKP tersebut sebenarnya masih dapat dihindari karena sebagian besar terjadi saat pertolongan pertama, yaitu pada kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui upaya perbaikan gisi, keluarga berencana (penjarangan kelahiran), pencegahan abortus provokatus, pelayanan obstetrik berkualitas tinggi (kehamilan, persalinan dan pasca persalinan), penyediaan darah yang cepat dan aman, peningkatan pendidikan wanita serta perbaikan status wanita dalam lingkungan sosial budaya.
Dalam hal ini wanita sebagai calon seorang ibu akan melahirkan keturunan dari suatu generasi, sehingga untuk menghasilkan generasi yang berkualitas tentunya harus dimulai sejak dalam masa kehamilan. Terlebih bila kehamilan tersebut merupakan peristiwa yang pertama kali, yang merupakan pengalaman baru dan dapat menjadi stresor (faktor yang menimbulkan stres) bagi suami istri, dimana beberapa stresor dapat diduga dan ada yang tidak terduga (tidak terantisipasi) misalnya komplikasi kehamilan, sedangkan reaksi terhadap stres bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Beberapa tingkat perubahan selama kehamilan tidak dapat dihindari, dan karena perubahan sering kali dalam jangka waktu yang singkat, maka beberapa ahli sosial dan ahli klinis menyatakan bahwa kehamilan adalah salah satu tipe krisis dan keadaan tersebut dapat menjadikan ketidakseimbangan.
Kehamilan dan melahirkan bayi merupakan perjuangan yang cukup berat bagi setiap wanita, yang tidak luput dari rasa ketakutan dan kesakitan. Perasaan - ¬perasaan demikian ini akan menjadi sangat intensif kuat apabila ibu tersebut memiliki perasaan yang menakutkan (angstive voorgevoelens) mengenai kehamilannya, walaupun ia sebenarnya dalam kondisi sehat. Membesamya janin dalam kandungan mengakibatkan jalan ibu yang bersangkutan mudah capek, tidak nyaman badan, tidak bisa tidur enak, sering mendapatkan kesulitan dalam bernafas dan macam-macam beban jasmaniah lainnya di waktu kehamilannya. Kondisi tersebut mengakibatkan timbul rasa tegang, kecemasan, ketakutan, konflik batin dan material psikis lainnya.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang faktor – faktor apa sajakah yang mempengaruhi kecemasan selama masa kehamilan pada ibu primigravida. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut diharapkan dapat membantu ibu agar dapat beradaptasi dan ibu menerima kehamilan tersebut dengan baik serta dapat mengantisipasi terhadap hal - hal atau kejadian yang tidak diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping.
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan kejadian. Tujuan penelitian diskriptif adalah untuk memberikan diskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di RB Amanda, Patukan, Gamping. Subyek penelitian adalah semua ibu primigravida yang memenuhi kriteria inkulusi, yaitu ibu primi gravida, bersedia mengisi inform consent selama penelitian, ibu primi gravida yang melakukan ANC di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 40 orang.
Variabel bebas penelitian ini adalah kecemasan, sedang variabel pengaruhnya adalah faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan seperti : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, sikap keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara meliputi data primer yaitu data yang diambil langsung oleh peneliti kepada responden, yang diisi oleh responden meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, dan sikap keluarga. Sedangkan data sekunder, data tentang ibu primigravida.
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah kuesioner yang sudah diuji diberikan kepada responden, meliputi : kuesioner data umum/identitas responden, meliputi : nama, umur, tingkat pendidikan, penghasilan per bulan. kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada kehamilan, dengan klasifikasi sebagai berikut : faktor pengetahuan dengan item soal no 1-8, faktor kepercayaan/adat istiadat dengan item soal no 9 – 13, dan faktor sikap keluarga dengan item no 14 – 20. Diukur dengan kuesioner dalam bentuk pertanyaan dimana jawaban rendah berada disebelah kiri dan jawaban tinggi berada disebelah kanan. Nilai berkisar antara 1 – 3. Responden dapat memberikan jawaban mulai dari rendah sampai tinggi tergantung persepsi responden. Bila responden memberi jawaban 1 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah rendah, dan bila responden memberi jawaban 2 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah sedang, dan apabila responden memberi jawaban 3 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah tinggi. Kuesioner untuk mengetahui tingkat kecemasan dengan item no 21-31 dengan kriteria : < 6 (<50%) tidak cemas dan 6- 11 (>50 - 100%) cemas. Proposal penelitian ini telah disetujui dan didanai melalui DIPA Kopertis WilayahV Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008.
Tehnik uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi pearson product moment yaitu dengan mengkorelasi pertanyaan dengan skor pertanyaan secara keseluruhan. Validitas instrumen digunakan untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Dalam pengambilan keputusan disarankan dengan melihat koefisien korelasinya, apabila koefisien korelasinya signifikan secara statistik dan berkorelasi positif maka berarti suatu test memiliki instrumen valid (santosa dan Ashari, 2008). Adapun rumus korelasi produk moment adalah sebagai berikut :
rxy = xy
(x2) (y2)
Alat yang dipakai dalam pengujian reliabilitas cronbach reliabilitas analisis (Santosa, 2000). Semakin tinggi koefisien reliabilitas berarti semakin baik hasil ukurannya. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Santosa dan Ashari, 2005). Instrumen yang diuji reliabilitasnya adalah instrumen untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis fungsi linear dalam logaritma sehingga koefisien regresi dari persamaan secara langsung merupakan koefisiensi elastisitas dari masing – masing variabel penelitian. Dalam penelitian persamaan dirubah menjadi bentuk linear berganda dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut, meliputi :
1. Uji koefisien Determinasi (R2) dengan rumus :
R2 = b1 yx1 + b2 yx2 + ......bk yxk
y2
2. Uji F
F hitung = R2 / (k – 1)
(1- R2) / (n – K)
3. Uji t
t hitung = bi
Sbi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian dapat dianalisis secara diskriptif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida di RB Amanda, Gamping, Sleman.
1. Karakteristik Responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi variabel umur.
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Umur
> 35 Tahun
-
-
20 – 35 Tahun 38 95
< 20 Tahun 2 5,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 1, untuk umur dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 20–35 tahun yaitu ada 38 (95%) sedangkan sebagian kecil responden berumur <20 tahun yaitu 2 (5,0%). Tabel 2. Distribusi frekuensi variabel pendidikan Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Pendidikan SD - - SMP 4 10,0 SMA 24 60,0 PT 12 30,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 2, untuk pendidikan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pendidikan terakhir SMP, 24 (60%) mempunyai pendidikan terakhir SMA dan 12 (30%) responden mempunyai tingkat pendidikan terakhir Perguruan Tinggi. Tabel 3. Distribusi Frekuensi variabel status ekonomi Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Status Ekonomi Rendah 21 52,5 Sedang 14 35,0 Tinggi 5 12,5 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : Data primer, 2008 Keterangan dari tabel 3, untuk status ekonomi dapat diketahui bahwa 21 (52,5%) responden dengan status ekonomi rendah yaitu pendapatan perbulannya kurang dari Rp 500.000, 14 (35%) responden dengan status ekonomi sedang yaitu pendapatan perbulannya antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000 dan 5 (12,5%) responden dengan status ekonomi tinggi yaitu pendapatan per bulannya > Rp 1.000.000,-.
Tabel 4. Distribusi Frekuensi variabel pengetahuan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Pengetahuan
Rendah 4 10,0
Sedang 16 40,0
Tinggi 20 50,0
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008
Keterangan dari tabel 4, untuk pengetahuan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pengetahuan yang rendah, 16 (40%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan 20 (50%) responden mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi.
Tabel 5. Distribusi Frekuensi variabel kepercayaan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Kepercayaan
Rendah 32 80,0
Sedang 5 12,5
Tinggi 3 7,5
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008.
Keterangan dari tabel 5, untuk kepercayaan atau keyakinan yang dianut di masyarakat dapat diketahui bahwa 32 (80%) responden mempunyai kepercayaan tinggi, 5 (12,5) responden mempunyai kepercayaan sedang dan 3 (7,5%) responden mempunyai kepercayaan rendah.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi variabel sikap keluarga
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Sikap Keluarga
Kurang - -
Sedang 2 5,0
Baik 38 95,0
40 100,0
Sumber : data primer, 2008
Juml
Keterangan dari tabel 6, Untuk sikap keluarga dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap keluarga yang baik, yaitu ada 38 (95%), sedangkan sebagian kecil responden mempunyai sikap keluarga yang rendah yaitu ada 2 (5,0%).
2. Validitas dan Reliabilitas instrumen
Pengukuran validitas dan reliabilitas instrumen berdasarkan dari data yang diperoleh pada saat melakukan uji coba kuesioner. Secara lengkap hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :
a. Validitas
Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida.
Pernyataan Korelasi pearson P Kesimpulan
1 0,443 0,04 Valid
2 0,473 0,02 Valid
3 0,343 0,03 Valid
4 0,296 0,62 Tidak valid
5 0,246 1,26 Tidak valid
6 0,232 1,49 Tidak valid
7 0,192 2,34 Tidak valid
8 0,106 5,17 Tidak valid
9 0,313 0,49 Valid
10 0,420 0,07 Valid
11 0,296 0,64 Tidak valid
12 0,343 0,30 Valid
13 0,573 0,00 Valid
14 0,158 0,32 Tidak valid
15 0,709 0,00 Valid
16 0,508 0,00 Valid
17 0,473 0,00 Valid
18 0,287 0,07 Tidak valid
19 0,531 0,00 Valid
20 -,133 0,41 Tidak valid
Sumber : olah data, 2008
Berdasarkan hasil analisis validitas pada tabel 7, diperoleh hasil bahwa pada butir pertanyaan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 diperoleh nilai korelasi yang tidak signifikan (P < 0,05) berarti bahwa butir pernyataan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 tidak valid dan dinyatakan gugur, sehingga dikeluarkan dari butir pernyataan. Untuk penelitian selanjutnya jumlah butir pernyataan yang digunakan yaitu sebanyak 11 butir pernyataan. b. Reliabilitas Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida adalah sebagai berikut : Tabel 8. Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan Variabel Keterangan kesimpulan Sikap keluarga 0,77 > 0,60 Reliabel
Sumber : Data primer, 2008
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa alpha cronbach diperoleh sebesar 0,77 atau lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa reliabilitas dapat diterima.
B. PEMBAHASAN
1. Karakteristik responden
Hasil penelitian dalam karakteristik responden didapatkan bahwa yang paling tinggi menempati urutan pertama adalah sikap keluarga dan umur, yaitu sebanyak 2 (95,0%). Pada sikap keluarga hal ini menggambarkan sikap yang menyenangkan dari keluarga akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode prenatal, sedangkan pada umur didapatkan hasil paling banyak responden berumur 20 – 35 tahun, hal ini berarti sebagian besar responden berada pada usia reproduktif sehingga responden sudah mampu.
Kepercayaan menempati urutan kedua yaitu sebanyak 32 (80%) responden. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.
Pendidikan menempati urutan ketiga yaitu sebanyak 24 (60%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai pendidikan terakhir SMA . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan yang sedang mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konstrukstif daripada seseorang yang dengan pendidikan rendah.
Status ekonomi menempati urutan keempat yaitu sebanyak 21 (52,5%) responden hal ini berarti responden paling banyak berada pada status ekonomi rendah. Status ekonomi dipengaruhi oleh latar belakang pekerjaan.
Pengetahuan menempati urutan kelima yaitu sebanyak 16 (40%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
2. Analisis regresi faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan.
Dari analisis regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan dengan variabel dependen terhadap variabel independen : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga dapat disajikan sebagai berikut :
Tabel 9. Hasil analisis regresi faktor – faktor yang mempengaruhi
kecemasan
Variabel Koefisien regresi t hitung Keterangan
Umur 0,840 1,871 NS
Pendidikan -,014 -,104 NS
Status ekonomi 0,028 0,395 NS
Pengetahuan 0,105 0,888 NS
Kepercayaan 0,027 0,322 NS
Sikap keluarga -,794 -2,363 S
R2 = 0,293 F hitung = 2,27 F tabel = 2,34
Sumber : data primer, 2008
Untuk mengetahui ketepatan model regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan digunakan nilai koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pada tabel diatas diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen (kecemasan) dijelaskan oleh variabel independen, seperti : umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan, dan sikap keluarga. Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.
Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen (umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga).
Pengaruh masing –masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dapat diketahui dengan menggunakan uji t. Secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan.
Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%. Hubungan antara sikap keluarga dan kecemasan adalah negatif yang artinya kenaikan sikap keluarga akan diikuti oleh penurunan kecemasan. Apabila peningkatan skala sikap sebesar 1% maka kecemasan akan turun sebesar 0,794%.
PENUTUP
Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di RB Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%. Vaktor lain meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kecemasan pada ibu primigravida maka koefisien regresi menjadi tidak bermakna.
KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rhineka Cipta
Arikunto, Suharsini, 2002. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Burni Aksara.
Arif (etaIl), 1999. Kapita Selekta Kedoteran, Cet. 1, Jakarta: Media Aesculapilaus.
Dagun, Save M, 2002. Psikologi Keluarga Jakarta: Rhineka Cipta.
Ellis, Roger B (etall), 1999. Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan, Teori Dan Praktik, Jakarta
Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta
Nazir, Mohammad, 1998. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan material dan neonatal. Jakarta: YBPSP
Ridwan - Ita Lestari, 2001. Dasar - Dasar Statistika, Bandung : Alfa Beta.
Saifudin, Abdul Bari, 2000. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, YBPSP Jakarta
Santosa, Singgih (2000), SPSS, mengolah data statistik secara profesional, Jakarta : Elex media komputerindo, Gramedia.
Santosa.P.B dan Ashari (2005), Analisis statistik dengan Ms excel dan SPSS, Yogyakarta : Penerbit Andi.
Winkjosastro, Hanifa, 2000. Ilmu kebidanan. Jakarta: YBPSP
Langganan:
Postingan (Atom)