Selasa, 23 Maret 2010

Media Promosi Kesehatan

MEDIA PROMOSI KESEHATAN
Eny Retna Ambarwati


Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya.

1. Tujuan media promosi kesehatan
a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi.
b. Media dapat menghindari kesalahan persepsi.
c. Dapat memperjelas informasi
d. Media dapat mempermudah pengertian.
e. Mengurangi komunikasi yang verbalistik
f. Dapat menampilkan obyek yang tidak bisa ditangkap dengan mata.
g. Memperlancar komunikasi.

2. Penggolongan media promosi kesehatan
a. Berdasarkan bentuk umum penggunaan
1) Bahan bacaan: Modul, buku rujukan/bacaan, folder, leaflet, majalah, buletin, dan sebagainya.
2) Bahan peragaan: Poster tunggal, poster seri, plipchart, tranparan, slide, film, dan seterusnya. Berdasarkan cara produksi:
b. Berdasarkan cara produksinya, media promosi kesehatan dikelompokkan menjadi:
1) Media cetak, yaitu suatu media statis dan meng¬utamakan pesan-pesan visual. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.
Adapun macam¬macamnya adalah poster, leaflet, brosur, majalah, surat kabar, lembar balik, sticker, dan pamflet.
Fungsi utama media cetak ini adalah memberi infor¬masi dan menghibur.
Kelebihan dan kelemahan media cetak.
1. Kelebihannya
(1) Tahan lama.
(2) Mencakup banyak orang.
(3) Biaya tidak tinggi.
(4) Tidak perlu listrik.
(5) Dapat dibawa ke mana-mana.
(6) Dapat mengungkit rasa keindahan. Mempermudah pemahaman.
(7) Meningkatkan gairah belajar.
2. Kelemahan
(1) Media ini tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak
(2) Mudah terlipat

2) Media elektronika yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyam¬paikan pesannya melalui alat bantu elektronika.
Adapun macam-macam media tersebut adalah TV, radio, film, video film, cassete, CD, VCD.
Kelebihan dan kelemahan media elektronik.
a). Kelebihannya
(1) Sudah dikenal masyarakat.
(2) Mengikutsertakan semua panca indra.
(3) Lebih mudah dipahami.
(4) Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak
(5) Bertatap muka.
(6) Penyajian dapat dikendalikan.
(7) Jangkauan relatif lebih besar.
(8) Sebagai alat diskusi dan dapat diulang-ulang
b) Kelemahannya:
(1) Biaya lebih tinggi.
(2) Sedikit rumit.
(3) Perlu listrik.
(4) Perlu alat canggih untuk produksinya. Perlu persiapan matang.
(5) Peralatan selalu berkembang dan berubah. Perlu keterampilan penyimpanan.
(6) Perlu terampil dalam pengoperasian.

3) Media luar ruang yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruang secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, misalnya:
a) Papan reklame yaitu poster dalam ukuran besar yang dapat dilihat secara umum di perjalanan.
b) Spanduk yaitu suatu pesan dalam bentuk tulisan dan disertai gambar yang dibuat di atas secarik kain dengan ukuran tergantung kebutuhan dan dipasang di suatu tempat yang strategi agar dapat dili¬hat oleh semua orang.
c) Pameran.
d) Banner.
e) TV layar lebar.
Kelebihan dan kelemahan media luar ruang:
a) Kelebihannya
(1) Sebagai informasi umum dan hiburan.
(2) Mengikutsertakan semua panca indra.
(3) Lebih mudah dipahami.
(4) Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak.
(5) Bertatap muka.
(6) Penyajian dapat dikendalikan.
(7) Jangkauan relatif lebih besar.
(8) Dapat menjadi tempat bertanya lebih detail.
(9) Dapat menggunakan semua panca indra secara langsung, dan lain-lain.
b) Kelemahannya:
(1) Biaya lebih tinggi.
(2) Sedikit rumit.
(3) Ada yang memerlukan listrik.
(4) Ada yang memerlukan alat canggih untuk produk¬smya.
(5) Perlu persiapan matang.
(6) Peralatan selalu berkembang dan berubah.
(7) Perlu keterampilan penyimpanan.
(8) Perlu keterampil dalam pengoperasian.

3. Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan .
Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan. Untuk hal itu diperlukan langkah-langkah merancang. pengembangan media promosi kesehatan sebagai berikut:
a. Menetapkan tujuan
Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu.
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan harus:
1) Realistis, artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan.
2) Jelas dan dapat diukur.
3) Apa yang akan diukur.
4) Siapa sasaran yang akan diukur.
5) Seberapa banyak perubahan yang akan diukur.
6) Berapa lama dan di mana pengukuran dilakukan.
Penetapan tujuan adalah sebagai dasar untuk merancang me¬dia promosi kesehatan dan dalam merancang evaluasi. Jika tujuan yang ditetapkan tidakjelas dan tidak operasional maka program menjadi tidak fokus dan tidak efektif.
b. Menetapkan segmentasi sasaran
Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya adalah memben¬kan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada masing-masing segmen. Dapat juga untuk menentukan ketersediaan, jumlah dan jangkauan produk. Selain itu juga dapat menghitung jenis media dan menempat¬kan media yang mudah diakses oleh khalayak sasaran. Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perIu mengumpulkan data sasaran seperti:
1) Data karakteristik perilaku khalayak sasaran.
2) Data epidemiologi.
3) Data demografi.
4) Data geografi.
5) Data psikologi.
c. Mengembangkan posisioning pesan
Posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempat¬kan suatu produk perusahaan, individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. Posisioning bukan sesuatu yang Anda lakukan terhadap produk tetapi sesuatu yang Anda lakukan terhadap otak calon konsumen atau khalayak sasaran. Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi. Di sini berhubung¬an dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produk Anda di dalam otaknya.
Posisioning membentuk citra.
Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Sebaik¬nya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. Citra bisa diterima secara homogen dan sama.
d. Menentukan strategi posisioning
Pada prinsipnya seseorang yang ingin melakukan kegiatan posisioning memerlukan suatu ketekunan dan kejernihan berpikir dalam memandang produk dan pasar yang tengah diusahakan. Langkah-Iangkah yang perlu dilakukan:
1) Identifikasi para pesaing
Tujuannya adalah melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yang ada di masyarakat.
2) Persepsi konsumen
Tujuannya adalah memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penfing oleh khalayak sasaran.
3) Menentukan posisi pesaing
Mengetahui posisi yang diduduki oleh pesaing dilihat dari berbagai sudut pandang.
4) Menganalisis preferensi khalayak sasaran
Yaitu mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap suatu produk tertentu.
5) Menentukan posisi merek produk sediri
Penentuan posisi merek yang akan kita jual harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : analisis ekonomi, komitmen terhadap segmen pasar, jangan mengadakan perubahan yang penting, per¬timbangkan simbol-simbol produk.
6) Ikuti perkembangan posisi
Secara bersekala posisi produk harus ditinjau dan dinilai kembali apakah masih cocok dengan keadaan.
7) Memilih Media Promosi Kesehatan
Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan diguna¬kan untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran. Yang perlu diperhatikan di sini adalah:
a) Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasar¬an, bukan pada selera pengelola program.
b) Media yang djpilih harus memberikan dampak yang luas.
c) Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda.
d) Penggunaan beberapa media secara serempak dan ter¬padu akan meningkatkan cakupan, frekuensi dan efekti¬vitas pesan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar