Rabu, 24 Maret 2010

Kegiatan Kelompok Sebagai Salah Satu Kegiatan Bidan

Eny Retna Ambarwati


A. Definisi Komunikasi kelompok
1. Suatu bentuk komunikasi antara dua atau lebih orang yang berinteraksi satu dengan yang lain untuk satu tujuan. Orang – orang yang terlibat biasanya mengisi peran – peran dan mentaati peraturan – peraturan serta norma – norma yang secara inplisit atau eksplisit disetujui para anggotanya. (singgih, 2003).
2. Sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok besar tersebut. Contoh : kelompok, keluarga, kelompok studi dan kelompok diskusi. (sarjana komunikasi amerika).

B. Kegunaan komunikasi kelompok
Menurut Handy (1985) kegunaan komunikasi kelompok meliputi :
1. Memenuhi kebutuhan sosial
2. Membentuk konsep diri
3. Memberi / menerima dukungan dan bantuan
4. Berbagi dengan orang lain

C. Ciri Kepemimpinan dalam kelompok
Hampir semua kelompok mempunyai seorang pemimpin, apakah ia ditunjuk secara resmi atau pengaturan yang tidak resmi. Tidak jarang kita menemukan pemimpin kelompok yang sepenuhnya mendominasi interaksi, terlepas apakah ia ditunjuk secara resmi atau tidak resmi (hargie et al, 1981). Anggota perorangan dari sebuah kelompok seringkali muncul untuk memberikan kepemimpinan ketika kemahiran, pengetahuan atau keterampilan unik mereka dibutuhkan oleh kelompok. Adapun ciri – ciri kepemimpinan menurut baron et al adalah :
1. Berorientasi pada tugas.
Menggunakan waktu secara efektif, menentukan prioritas secara jelas dan sering membuat keputusan eksekutif. Kadang – kadang kelompok perlu mempunyai pemimpin yang berorientasi pada tugas untuk menyelesaikan masalah dengan segera.
2. Berorientasi pada orang
Gaya kepemimpinan ini lebih peduli pada perasaan – perasaan dan masalah – masalah anggota kelompok. Kepeduliannya adalah untuk orang bukan untuk tugas. Jenis kepemimpinan ini dapat menghasilkan moral kelompok yang lebih tinggi.

D. Ciri – ciri kelompok yang kompak
1. Organisasi yang baik
Faktor ini mengacu pada kejelasan anggota – anggota kelompok akan peran mereka didalam kelompok. Juga terdapat interaksi yang efektif diantara anggota kelompok. Ada perasaan pengaturan yang baik pada aktifitas kelompok dan ini membuat anggota merasa nyaman dan aman didalam kelompok.
2. Hubungan yang baik
Faktor ini ditandai oleh pertukaran interaksi yang bebas dan mudah diantara anggota kelompok dan bisa dibuktikan oleh adanya perasaan menyukai diantara anggota kelompok. Inilah yang disebut oleh dion dkk (1978) sebagai ikatan efektif diantara anggota kelompok.
3. Riwayat keberhasilan yang baik
Ciri ketiga dari kelompok yang sangat kompak adalah kemampuan yang jelas untuk melakukan dan menyelesaikan tugas – tugas yang diberikan kepadanya.

E. Penyelesaian masalah oleh kelompok
Sebuah sifat positif dari kelompok adalah kemampuannya untuk menyelesaikan masalah – masalah yang mungkin terlalu rumit untuk diselesaikan secara perorangan. Smith dan Bass (1992) mengidentifikasi dua jenis kelompok yang digunakan dalam penyelesaian masalah, yaitu :
1. komite / kelompok pembuat keputusan
Biasanya kelompok – kelompok seperti ini ditunjuk oleh manajer untuk menyelesaikan masalah – masalah tertentu atau menyediakan nasehat dan analisis pada suatu area khusus. Pada umumnya, komite seperti ini bisa sangat resi dengan adanya penunjukan ketua, sekretaris serta pembuatan laporan – laporan pertemuan.
2. kelompok sumbang saran.
Jenis kelompok ini biasanya mengadakan rapat untuk menghasilkan sejumlah besar ide dengan cepat, untuk menyediakan pemahaman – pemahaman yang mungkin baru untuk menyelesaikan atau memikirkan kembali sebuah masalah. Latar belakang anggota kelompok yang bervariasi dan individualistik merupakan sebuah sumber yang kaya untuk pencapaian tugas kelompok. Priestly et al (1978) mengidentifikasi empat aturan dasar pelaksanaan sumbang saran yang harus ditaati :
a. tidak boleh dilakukan penilaian pada ide – ide sampai acara selesai.
b. kelompok harus menganggap dirinya sebagai penghasil sejumlah besar ide dan tidak mengkhawatirkan kualitas dari ide – ide.
c. anggota kelompok harus dibiarkan untuk berfikir dengan bebas.
d. ide – ide yang ditawarkan anggota kelompok harus dihargai dan dikembangkan anggota kelompok lain.
Selain yang tersebut diatas, menurut beberapa ahli komunikasi, tahap – tahap penyelesaian masalah pada suatu kelompok yang kompak harus memenuhi tiga tahap :
1. mengklarifikasi tugas yang harus diselesaikan
2. mengidentifikasi solusi yang harus dilaksanakan
3. membuat dan mengimplementasikan rencana tindakan

F. Kepemimpinan dalam kelompok
gaya kepemimpinan dalam kelompok komunikasi ada 2 :
1. gaya tunggal
berdasarkan pencapaian tugas yang telah ditentukan oleh kelompok
2. gaya eklektik
berdasarkan gaya – gaya yang berpusat pada anggota kelompok atau berdasarkan pembagian pada tugas.

G. Karakteristik kelompok menurut hargreavest (1975)
1. anggotanya memiliki hubungan tatap muka
2. terdapat lebih dari satu anggota
3. anggotanya memiliki tujuan atau maksud bersama
4. anggotanya dibeda – bedakan kedalam struktur
5. anggotanya menganut sekumpulan norma – norma
Handy (1985) membagi sepuluh fungsi – fungsi organisasi yang dapat dicapai oleh kelompok yang kompak, yakni :
1. pembagian kerja
2. penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan
3. pengolahan informasi
4. pengumpulan informasi dan ide
5. pengelolaan dan pengendalian kerja
6. menguji dan meratifikasi keputusan
7. koordinasi dan penghubung
8. meningkatnya komitmen dan keterlibatan
9. penyelesaian konflik
10. penyelidikan ke masa lampau

H. Perbedaan kelompok kecil dan kelompok besar.
1. kekompakan kelompok besar lebih lemah jika dibanding kelompok kecil
2. kelompok kecil memiliki karakteristik kelompok yang unik diantara anggotanya.
3. kelompok besar cenderung lebih resmi

I. Strategi dalam menghadapi kelompok peserta yang kurang mendukung kelancaran kegiatan
1. tipe pasif
a. Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan.
b. Mintalah mereka berbagi rasa berpasang – pasangan.
c. Mintalah untuk menulis komentar atau jawaban pertanyaan.
d. Berikan insentif kecil.
e. Merubah metode penyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau dengan permainan.
2. tipe agresif
a. Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresifnya. Misalnya : ibu lila bagaimana perasaan / pendapat ibu tentang hal ini ?
b. Beri kesempatan dan curahkan perasaan – perasaan tentang keadaannya.
c. Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok, cek dengan kelompok (apakah semua orang berfikir seperti ini)
d. Persentasikan data
e. Prakarsai diskusi secara pribadi.
3. tipe banyak bicara
a. Beri tanggungjawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pemimpin kelompok
b. Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu kearah peserta yang lain.
c. Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini secara halus bahwa pendapatnya menarik, tapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain.
d. Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4. tipe pesimis
a. Jadilah pendengar aktif
b. Beri jawaban yang lebih positif tentang atas ungkapan – ungkapan pesimisnya.
Contoh : Bila berkata : ah saya kira itu tidak akan berhasil, maka jawablah dengan ungkapan : terimakasih, saya akan catat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu anda coba.
c. Tanyakan pendapat anggota lainnya tentang pendapat si pesimis tersebut.
5. tipe pelawak
a. Beri mereka tanggungjawab
b. Ajukan pertanyaan atau mintalah pendapat dan abaikan kata – kata lawakan mereka.
c. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu bisa mencairkan suasana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar