Sabtu, 17 April 2010

Kemampuan dan Kematangan Sosial Anak Pada usia 2-3 Tahun

Eny Retna Ambarwati

Dalam dunia anak ada dua proses yang berlangsung secara yang berlangsung yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Istilah perkembangan (development) dan pematangan ( maturation) sering dipakai secara sinonim untuk menunjukan berbagai macam taraf-taraf dan proses melalui tingkah laku manusia. Perkembangan terjadi menurut suatu rencana dan urutan-urutan yang ditentukan secara genetis yang tidak dapat banyak diubah oleh pengaruh lingkungan. Sedangkan pertumbuhan itu merupakan suatu konsep kuantitatif yang meliputi dua daerah yaitu daerah fisik dan daerah psikologis. Daerah fisik ditunjukan dengan pembesaran dan pembanyakan unit-unit sedangkan daerah psikologis ditunjukkan dengan mendapatkan informasi, ketangkasan dan perhatian emosionil. Pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
Pada usia 2-3 tahun, perkembangan sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh dan memegang karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Dalam usia ini, mereka belum mengerti akan memotivasi dan senjata terbesarnya adalah ” menangis” . Menyampaikan cerita atau berita pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar menggunakan gambar sebagai alat peraga melainkan sesuatu yang bergerak. Perkembangan kemampuan berbicara dan bahasanya pada usia ini seorang anak sudah menguasai 200-300 kata dan senang bicara sendiri. Sewaktu-waktu seorang anak akan memperhatikan kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam. Mereka mulai mendengar pesan-pesan yang penuh makna, yang memerlukan perhatian dengan penuh minat dan perhatian. Perhatian mereka semakin luas dan semakin bervariasi. Mereka juga semakin lancar dalam bercakap-cakap meskipun ucapannya belum sempurna. Anak pada usia ini juga semakin tertarik untuk mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks.
Jika diajak bercakap-cakap mudah bagi mereka untuk mengalihkan pembicaraan ke topik lainnya. Selain itu, mereka juga menggunakan kata sambung ”sama” contohnya Ani pergi ke pasar sama ibu, untuk menggambarkan dan menyambung dua situasi yang berbeda. Pada usia ini mereka juga bisa menggunakan kata ”aku”, ”saya”, dan ”kamu” dengan baik dan benar. Dengan banyaknya kata-kata yang mereka pahami, mereka semakin mengerti perbedaan antara yang terjadi di masyarakat masa kini dan masa sekarang.
Tindakan yang dapat dilakukan orang tua pada usia ini, anak lebih senang bercakap-cakap dengan anak seusianya daripada dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika anak banyak dikenalkan dengan anak-anak seusianya dan dilibatkan pada lingkungan sosial yang bisa memfasilitasi kemampuan sosial dan komunikasinya. Salah satu tindakan orang tua yaitu memasukkan anaknya dalam nursery school dengan alasan agar anaknya bisa mengembangkan kemampuan, komunikasi sekaligus sosialisasi. Meskipun demikian, bahasa dan kata-kata yang diucapkan masih bersifat egosentris. Namun lama-kelamaan akan bersifat sosial seiring dengan usia dan jaringan sosialnya. Orang tua diharapkan sering menceritakan cerita yang menarik pada anak karena sebenarnya cerita juga merupakan media atau sarana untuk mengekspresikan emosi, menanamkan emosi yang disimpannya dalam hati dan belajar berempati. Dari kegiatan ini pulalah seorang anak tidak hanya belajar berani mengekspresikan diri secara verbal tetapi juga belajar perilaku sosial. Seorang ibu diharapkan dapat menceritakan suatu cerita yang lebih kompleks dan dikenalkan beberapa kata-kata baru sambil menerangkan artinya agar ia dapat mengingatnya da mengenalinya dengan mudah ketika ibu mengulang cerita itu kembali di lain waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar