Minggu, 04 April 2010

Faktor2 Yang mempengaruhi Kecemasan Pada Ibu Primigravida

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN AMANDA, PATUKAN, GAMPING.


Oleh :
ENY RETNA AMBARWATI

Dibiayai melalui DIPA Kopertis Wilayah V
Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH V YOGYAKARTA

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN AMANDA, PATUKAN, GAMPING
Eny Retna Ambarwati

INTISARI
Latar Belakang : Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Selama masa kehamilan perlu perlu dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan ibu dan janin. Angka kematian ibu di negara berkembang 307 per 100.000 kelahiran, dapat dicegah dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, salah satu diantaranya adalah pelayanan obstetrik berkualitas tinggi. Untuk menghasilkan generasi yang berkualitas harus dimulai sejak dalam masa kehamilan karena kehamilan merupakan suatu krisis dan dapat menjadikan suatu ketidakseimbangan terlebih lagi apabila kehamilan merupakan suatu hal yang baru dialami wanita pertama kali.
Tujuan : Dapat mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida.
Metodologi penelitian : Jenis penelitian adalah diskrptif analitik yang diadakan di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping. Penentuan subyek penelitian dengan purposive sampling dan alat pengumpul data berupa kuesioner. Uji kelayakan ukur meliputi uji validitas (pearson produk moment) dan uji reliabilitas (cronbach alpha). Analisa data penelitian menggunakan analisis regresi berganda meliputi uji koefisien determinasi, uji F dan uji t.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen, Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis uji F diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Dari hasil analisis uji t, secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan. Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%.
Kesimpulan : Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%.
Kata kunci : Kecemasan – ibu primigravida

PENDAHULUAN
Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami yang dialami oleh wanita. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 1998).
Selama masa kehamilan dilakukan pengawasan untuk keselamatan serta kesejahteraan bagi ibu dan janin. Pengawasan antenatal dan postanatal sangat penting dalam upaya menurunkan Angka Kesakitan dan Kematian Ibu maupun Perinatal. Menurut Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 adalah 373 per 100.000 kelahiran hidup merupakan Angka Kematian Ibu (AKI), sedangkan Angka Kematian Perinatal (AKP) sebesar 280.000 per 10.000 kelahiran hidup.
Jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai angka 307 per 100.000 kelahiran dari rata – rata kelahiran sekitar 3 – 4 juta setiap tahun. Angka yang dihimpun dari Survay Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003 menunjukkan sekitar 15.000 ibu meninggal karena melahirkan setiap tahunnya atau 1.279 setiap bulannya atau 172 setiap pekan atau 43 orang setiap hari atau hampir 2 orang ibu meninggal setiap jam.
Berdasarkan tingginya Angka Kematian Ibu dan Perinatal di Negara berkembang, maka WHO dan UNICEF di Alma Ata, Uni Soviet 1978 telah menyelenggarakan pertemuan dengan menghasilkan gagasan untuk menerapkan " Primary Health Care " yaitu upaya kesehatan utama dengan teknologi berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan kemampuan masyarakat sehingga dicapai health for all by year the 2000. Tingginya AKI dan AKP tersebut sebenarnya masih dapat dihindari karena sebagian besar terjadi saat pertolongan pertama, yaitu pada kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui upaya perbaikan gisi, keluarga berencana (penjarangan kelahiran), pencegahan abortus provokatus, pelayanan obstetrik berkualitas tinggi (kehamilan, persalinan dan pasca persalinan), penyediaan darah yang cepat dan aman, peningkatan pendidikan wanita serta perbaikan status wanita dalam lingkungan sosial budaya.
Dalam hal ini wanita sebagai calon seorang ibu akan melahirkan keturunan dari suatu generasi, sehingga untuk menghasilkan generasi yang berkualitas tentunya harus dimulai sejak dalam masa kehamilan. Terlebih bila kehamilan tersebut merupakan peristiwa yang pertama kali, yang merupakan pengalaman baru dan dapat menjadi stresor (faktor yang menimbulkan stres) bagi suami istri, dimana beberapa stresor dapat diduga dan ada yang tidak terduga (tidak terantisipasi) misalnya komplikasi kehamilan, sedangkan reaksi terhadap stres bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Beberapa tingkat perubahan selama kehamilan tidak dapat dihindari, dan karena perubahan sering kali dalam jangka waktu yang singkat, maka beberapa ahli sosial dan ahli klinis menyatakan bahwa kehamilan adalah salah satu tipe krisis dan keadaan tersebut dapat menjadikan ketidakseimbangan.
Kehamilan dan melahirkan bayi merupakan perjuangan yang cukup berat bagi setiap wanita, yang tidak luput dari rasa ketakutan dan kesakitan. Perasaan - ¬perasaan demikian ini akan menjadi sangat intensif kuat apabila ibu tersebut memiliki perasaan yang menakutkan (angstive voorgevoelens) mengenai kehamilannya, walaupun ia sebenarnya dalam kondisi sehat. Membesamya janin dalam kandungan mengakibatkan jalan ibu yang bersangkutan mudah capek, tidak nyaman badan, tidak bisa tidur enak, sering mendapatkan kesulitan dalam bernafas dan macam-macam beban jasmaniah lainnya di waktu kehamilannya. Kondisi tersebut mengakibatkan timbul rasa tegang, kecemasan, ketakutan, konflik batin dan material psikis lainnya.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang faktor – faktor apa sajakah yang mempengaruhi kecemasan selama masa kehamilan pada ibu primigravida. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut diharapkan dapat membantu ibu agar dapat beradaptasi dan ibu menerima kehamilan tersebut dengan baik serta dapat mengantisipasi terhadap hal - hal atau kejadian yang tidak diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Gamping.

BAHAN DAN CARA PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu penelitian yang berusaha menggambarkan kejadian. Tujuan penelitian diskriptif adalah untuk memberikan diskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subjek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di RB Amanda, Patukan, Gamping. Subyek penelitian adalah semua ibu primigravida yang memenuhi kriteria inkulusi, yaitu ibu primi gravida, bersedia mengisi inform consent selama penelitian, ibu primi gravida yang melakukan ANC di Rumah Bersalin Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Sampel yang diperlukan dalam penelitian ini adalah 40 orang.
Variabel bebas penelitian ini adalah kecemasan, sedang variabel pengaruhnya adalah faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan seperti : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, sikap keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara meliputi data primer yaitu data yang diambil langsung oleh peneliti kepada responden, yang diisi oleh responden meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat, dan sikap keluarga. Sedangkan data sekunder, data tentang ibu primigravida.
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data ini adalah kuesioner yang sudah diuji diberikan kepada responden, meliputi : kuesioner data umum/identitas responden, meliputi : nama, umur, tingkat pendidikan, penghasilan per bulan. kuesioner untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada kehamilan, dengan klasifikasi sebagai berikut : faktor pengetahuan dengan item soal no 1-8, faktor kepercayaan/adat istiadat dengan item soal no 9 – 13, dan faktor sikap keluarga dengan item no 14 – 20. Diukur dengan kuesioner dalam bentuk pertanyaan dimana jawaban rendah berada disebelah kiri dan jawaban tinggi berada disebelah kanan. Nilai berkisar antara 1 – 3. Responden dapat memberikan jawaban mulai dari rendah sampai tinggi tergantung persepsi responden. Bila responden memberi jawaban 1 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah rendah, dan bila responden memberi jawaban 2 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah sedang, dan apabila responden memberi jawaban 3 berarti persepsi responden terhadap kecemasan adalah tinggi. Kuesioner untuk mengetahui tingkat kecemasan dengan item no 21-31 dengan kriteria : < 6 (<50%) tidak cemas dan 6- 11 (>50 - 100%) cemas. Proposal penelitian ini telah disetujui dan didanai melalui DIPA Kopertis WilayahV Nomor : 0169.0/023-04/XIV/2008 Tahun Anggaran 2008.
Tehnik uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi pearson product moment yaitu dengan mengkorelasi pertanyaan dengan skor pertanyaan secara keseluruhan. Validitas instrumen digunakan untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Dalam pengambilan keputusan disarankan dengan melihat koefisien korelasinya, apabila koefisien korelasinya signifikan secara statistik dan berkorelasi positif maka berarti suatu test memiliki instrumen valid (santosa dan Ashari, 2008). Adapun rumus korelasi produk moment adalah sebagai berikut :
rxy = xy
 (x2) (y2)

Alat yang dipakai dalam pengujian reliabilitas cronbach reliabilitas analisis (Santosa, 2000). Semakin tinggi koefisien reliabilitas berarti semakin baik hasil ukurannya. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (Santosa dan Ashari, 2005). Instrumen yang diuji reliabilitasnya adalah instrumen untuk mengukur faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis fungsi linear dalam logaritma sehingga koefisien regresi dari persamaan secara langsung merupakan koefisiensi elastisitas dari masing – masing variabel penelitian. Dalam penelitian persamaan dirubah menjadi bentuk linear berganda dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut, meliputi :
1. Uji koefisien Determinasi (R2) dengan rumus :
R2 = b1  yx1 + b2  yx2 + ......bk  yxk
 y2
2. Uji F
F hitung = R2 / (k – 1)
(1- R2) / (n – K)
3. Uji t
t hitung = bi
Sbi

HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian dapat dianalisis secara diskriptif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida di RB Amanda, Gamping, Sleman.
1. Karakteristik Responden
Tabel 1. Distribusi Frekuensi variabel umur.
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Umur
> 35 Tahun
-
-
20 – 35 Tahun 38 95
< 20 Tahun 2 5,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 1, untuk umur dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berumur 20–35 tahun yaitu ada 38 (95%) sedangkan sebagian kecil responden berumur <20 tahun yaitu 2 (5,0%). Tabel 2. Distribusi frekuensi variabel pendidikan Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Pendidikan SD - - SMP 4 10,0 SMA 24 60,0 PT 12 30,0 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : data primer, 2008 Keterangan dari tabel 2, untuk pendidikan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pendidikan terakhir SMP, 24 (60%) mempunyai pendidikan terakhir SMA dan 12 (30%) responden mempunyai tingkat pendidikan terakhir Perguruan Tinggi. Tabel 3. Distribusi Frekuensi variabel status ekonomi Karakteristik Frekuensi Prosentase (%) Status Ekonomi Rendah 21 52,5 Sedang 14 35,0 Tinggi 5 12,5 Jumlah karakteristik 40 100,0 Sumber : Data primer, 2008 Keterangan dari tabel 3, untuk status ekonomi dapat diketahui bahwa 21 (52,5%) responden dengan status ekonomi rendah yaitu pendapatan perbulannya kurang dari Rp 500.000, 14 (35%) responden dengan status ekonomi sedang yaitu pendapatan perbulannya antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000 dan 5 (12,5%) responden dengan status ekonomi tinggi yaitu pendapatan per bulannya > Rp 1.000.000,-.
Tabel 4. Distribusi Frekuensi variabel pengetahuan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Pengetahuan
Rendah 4 10,0
Sedang 16 40,0
Tinggi 20 50,0
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008

Keterangan dari tabel 4, untuk pengetahuan dapat diketahui bahwa 4 (10%) responden mempunyai pengetahuan yang rendah, 16 (40%) responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan 20 (50%) responden mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi.
Tabel 5. Distribusi Frekuensi variabel kepercayaan
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Kepercayaan
Rendah 32 80,0
Sedang 5 12,5
Tinggi 3 7,5
Jumlah karakteristik 40 100,0
Sumber : Data primer, 2008.
Keterangan dari tabel 5, untuk kepercayaan atau keyakinan yang dianut di masyarakat dapat diketahui bahwa 32 (80%) responden mempunyai kepercayaan tinggi, 5 (12,5) responden mempunyai kepercayaan sedang dan 3 (7,5%) responden mempunyai kepercayaan rendah.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi variabel sikap keluarga
Karakteristik Frekuensi Prosentase (%)
Sikap Keluarga
Kurang - -
Sedang 2 5,0
Baik 38 95,0
40 100,0
Sumber : data primer, 2008
Juml
Keterangan dari tabel 6, Untuk sikap keluarga dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap keluarga yang baik, yaitu ada 38 (95%), sedangkan sebagian kecil responden mempunyai sikap keluarga yang rendah yaitu ada 2 (5,0%).

2. Validitas dan Reliabilitas instrumen
Pengukuran validitas dan reliabilitas instrumen berdasarkan dari data yang diperoleh pada saat melakukan uji coba kuesioner. Secara lengkap hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :
a. Validitas
Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Hasil validitas faktor – faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu primigravida.
Pernyataan Korelasi pearson P Kesimpulan
1 0,443 0,04 Valid
2 0,473 0,02 Valid
3 0,343 0,03 Valid
4 0,296 0,62 Tidak valid
5 0,246 1,26 Tidak valid
6 0,232 1,49 Tidak valid
7 0,192 2,34 Tidak valid
8 0,106 5,17 Tidak valid
9 0,313 0,49 Valid
10 0,420 0,07 Valid
11 0,296 0,64 Tidak valid
12 0,343 0,30 Valid
13 0,573 0,00 Valid
14 0,158 0,32 Tidak valid
15 0,709 0,00 Valid
16 0,508 0,00 Valid
17 0,473 0,00 Valid
18 0,287 0,07 Tidak valid
19 0,531 0,00 Valid
20 -,133 0,41 Tidak valid
Sumber : olah data, 2008

Berdasarkan hasil analisis validitas pada tabel 7, diperoleh hasil bahwa pada butir pertanyaan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 diperoleh nilai korelasi yang tidak signifikan (P < 0,05) berarti bahwa butir pernyataan nomor 24, 25, 26, 27, 28, 31, 34, 38, 40 tidak valid dan dinyatakan gugur, sehingga dikeluarkan dari butir pernyataan. Untuk penelitian selanjutnya jumlah butir pernyataan yang digunakan yaitu sebanyak 11 butir pernyataan. b. Reliabilitas Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan pada ibu primigravida adalah sebagai berikut : Tabel 8. Hasil reliabilitas variabel yang mempengaruhi kecemasan Variabel  Keterangan kesimpulan Sikap keluarga 0,77 > 0,60 Reliabel
Sumber : Data primer, 2008
Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa alpha cronbach diperoleh sebesar 0,77 atau lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa reliabilitas dapat diterima.

B. PEMBAHASAN
1. Karakteristik responden
Hasil penelitian dalam karakteristik responden didapatkan bahwa yang paling tinggi menempati urutan pertama adalah sikap keluarga dan umur, yaitu sebanyak 2 (95,0%). Pada sikap keluarga hal ini menggambarkan sikap yang menyenangkan dari keluarga akan menimbulkan keseimbangan tubuh yang baik dan akan menunjang perkembangan yang normal sepanjang periode prenatal, sedangkan pada umur didapatkan hasil paling banyak responden berumur 20 – 35 tahun, hal ini berarti sebagian besar responden berada pada usia reproduktif sehingga responden sudah mampu.
Kepercayaan menempati urutan kedua yaitu sebanyak 32 (80%) responden. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa seseorang menerima kepercayaan berdasarkan keyakinan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu.
Pendidikan menempati urutan ketiga yaitu sebanyak 24 (60%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai pendidikan terakhir SMA . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan yang sedang mampu mengatasi, menggunakan koping yang efektif dan konstrukstif daripada seseorang yang dengan pendidikan rendah.
Status ekonomi menempati urutan keempat yaitu sebanyak 21 (52,5%) responden hal ini berarti responden paling banyak berada pada status ekonomi rendah. Status ekonomi dipengaruhi oleh latar belakang pekerjaan.
Pengetahuan menempati urutan kelima yaitu sebanyak 16 (40%) responden hal ini berarti rata – rata responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
2. Analisis regresi faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan.
Dari analisis regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan dengan variabel dependen terhadap variabel independen : umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga dapat disajikan sebagai berikut :
Tabel 9. Hasil analisis regresi faktor – faktor yang mempengaruhi
kecemasan
Variabel Koefisien regresi t hitung Keterangan
Umur 0,840 1,871 NS
Pendidikan -,014 -,104 NS
Status ekonomi 0,028 0,395 NS
Pengetahuan 0,105 0,888 NS
Kepercayaan 0,027 0,322 NS
Sikap keluarga -,794 -2,363 S
R2 = 0,293 F hitung = 2,27 F tabel = 2,34
Sumber : data primer, 2008
Untuk mengetahui ketepatan model regresi faktor yang mempengaruhi kecemasan digunakan nilai koefisien determinasi (R2). Berdasarkan hasil analisis regresi berganda pada tabel diatas diperoleh nilai R2 sebesar 0,293. hal ini berarti 29,3% variasi dari variabel dependen (kecemasan) dijelaskan oleh variabel independen, seperti : umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan, dan sikap keluarga. Sedangkan sisanya 70,7% variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen dengan model. Dengan kata lain 70,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.
Untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama – sama terhadap variabel dependen digunakan uji F. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 2,27, nilainya lebih kecil dari F tabel sebesar 2,34, pada tingkat kesalahan 5%, artinya variabel independen secara bersama – sama tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen (umur, pendidikan, sosial ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat dan sikap keluarga).
Pengaruh masing –masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dapat diketahui dengan menggunakan uji t. Secara individual variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan adalah sikap keluarga pada taraf signifikasi 5%, karena nilai t hitung > dari t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien variabel – variabel tersebut menjadi tidak bermakna, artinya kenaikan atau penurunan nilai variabel tersebut tidak berpengaruh terhadap kecemasan.
Sikap keluarga merupakan variabel dependen yang berpengaruh nyata terhadap kecemasan pada tingkat signifikasi 5%. Hubungan antara sikap keluarga dan kecemasan adalah negatif yang artinya kenaikan sikap keluarga akan diikuti oleh penurunan kecemasan. Apabila peningkatan skala sikap sebesar 1% maka kecemasan akan turun sebesar 0,794%.

PENUTUP
Faktor sikap keluarga berpengaruh negatif terhadap kecemasan pada ibu primigravida di RB Amanda, Patukan, Ambarketawang, Gamping. Artinya bahwa apabila sikap keluarga bertambah satu satuan yaitu baik menjadi bertambah baik maka kecemasan yang dialami pada ibu primigravida akan berkurang sebesar 0,794%. Vaktor lain meliputi umur, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan, kepercayaan atau adat istiadat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kecemasan pada ibu primigravida maka koefisien regresi menjadi tidak bermakna.

KEPUSTAKAAN
Arikunto, Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rhineka Cipta
Arikunto, Suharsini, 2002. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Burni Aksara.
Arif (etaIl), 1999. Kapita Selekta Kedoteran, Cet. 1, Jakarta: Media Aesculapilaus.
Dagun, Save M, 2002. Psikologi Keluarga Jakarta: Rhineka Cipta.
Ellis, Roger B (etall), 1999. Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan, Teori Dan Praktik, Jakarta

Manuaba, Ida Bagus Gde, 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan, EGC, Jakarta

Nazir, Mohammad, 1998. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono, 2000. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan material dan neonatal. Jakarta: YBPSP

Ridwan - Ita Lestari, 2001. Dasar - Dasar Statistika, Bandung : Alfa Beta.
Saifudin, Abdul Bari, 2000. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, YBPSP Jakarta

Santosa, Singgih (2000), SPSS, mengolah data statistik secara profesional, Jakarta : Elex media komputerindo, Gramedia.

Santosa.P.B dan Ashari (2005), Analisis statistik dengan Ms excel dan SPSS, Yogyakarta : Penerbit Andi.

Winkjosastro, Hanifa, 2000. Ilmu kebidanan. Jakarta: YBPSP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar