Kamis, 16 September 2010

KONSEP DASAR IBU MASA NIFAS

o Pengertian asuhan
Bidan sebagai tenaga kesehatan yang profesional memberikan asuhan pada klien atau pasiennya. Asuhan yang dimaksud disebut asuhan kebidanan. Secara definitif asuhan kebidanan dapat diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh bidan pada individu ibu atau anak balita.
o Definisi Masa Nifas
 Masa Nifas dimulai beberapa jam setelah lahirnya placenta dan mencakup enam minggu berikutnya ( Pusdiknakes 2003 )
 Masa Nifas ( Puerperium ) dimulai setelah kelahiran placenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali sepeti keadaan sebelum hamil ( Sarwono P ,2001 )
 Masa nifas adalah akhir dari periode intrapartum yang ditandai dengan lahirnya selaput dan placenta dan berlangsung sekitar 6 minggu ( Varney’s , 1997 )
o Tujuan Dan Sasaran asuhan Masa Nifas
 Menjaga kesehatan ibu dan bayinya , baik fisik maupun psikologis
 Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya
 Mendukung dan memperkuat keyakinan diri ibu dan memungkinkan ia melaksanakan peran ibu dalam situasi keluarga dan budaya yang khusus
 Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi, kepada bayinya dan perawatan bayi sehat
 Memberikan pelayanan keluarga berencana
o Penentuan Waktu pelaksanaan asuhan pada masa nifas
Berdasarkan Program dan kebijakan teknis masa nifas, paling sedikit dilakukan 4 kalii kunjungan masa nifas, untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi , yaitu :
 6 – 8 jam setelah persalinan
 Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
 Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan rujuk jika perdarahan belanjut
 Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah pedarahan masa nifas karena atonia uteri
 Pemberian ASI awal
 Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
 Menjaga bayi tetap sahat dengan cara mencegah hypotermi
 Jika petugas kesehatan menolong persalinan , ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran , atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan normal
 6 hari setelah persalinan
 Memastikan involusi uterus berjalan normal yaitu uterus berkontraksi , fundus di bawah umbilikus , tidak ada perdarahan abnormal , tidak ada bau
 Menilai adanya tanda – tanda demam , infeksi atau perdarahan abnormal
 Memastikan ibu mendapat cukup makanan , cairan , dan istirahat
 Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak memperlihatkan tanda – tanda penyulit
 Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi , tali pusat , menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi seharĂ­ – hari
 2 minggu setelah persalinan
 Sama seperti di atas ( 6 hari setelah persalinan )
 6 minggu setelah persalinan
 Menanyakan pada ibu tentang penyulit – penyulit yang ia atau bayi alami
 Memberikan konseling untuk KB secara dini

Referensi
1. Varney H, 1997, Varney’s Midwifery, Jones & Bartlett Publishers, London.
2. Cunningham FG, Mac Donald PC, Gan NF et al. (2001), William Obstetrics. 21 th ed, New York : Mc Graw Hill, inc.
3. Derek Llewellyn – Jones, 2002, Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi, Hipokrates, Jakarta
4. Pusdiknakes, 2003, Buku IV Asuhan Kebidanant Post Partum, Jakarta
5. McCall P, 1993, Midwifery,Juta & Co LTD, Kenwyn
6. Prodikeb Cirebon, Poltekkes Tasikmalaya, 2003, Buku Panduan Preseptor,Cirebon.
7. Departemen Kesehatan RI, 2001, Konsep Asuhan Kebidanan, Depkes, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar