Minggu, 07 Februari 2010

PERAWATAN LUKA

PERWATAN LUKA
By Eny Retna Ambarwati


1. Pengertian
Luka adalah suatu kaadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh, yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi tubuh sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Jenis luka
a. Berdasarkan sifat kejadian
1) Luka disengaja : Misalya luka terkena radiasi atau bedah
2) Luka tidak disengaja : Luka terkena trauma.
Di bagi menjadi :
a) Luka tertutup : Luka tertutup jika tidak ada robekan
b) Luka terbuka : Luka terbuka jika terjadi robekan dan kelihatan seperti luka abrasi, yakni luka akibat gesekan, luka puncture, yakni luka akibat tusukan dan hautration (luka akibat alat-alat perawatan luka)
b. Berdasarkan penyebabnya, di bagi menjadi :
1) Luka mekanik
a) Vulnus scissum atau luka sayat akibat benda tajam. Pinggir luka kelihatan rapi
b) Vulnus contusum, luka memar dikarenakan cedera pada jaringan bawah kulit akibat benturan benda tumpul.
c) Vunus kaceratum, luka robek akibat terkena mesin atau benda lainnya yang menyebabkan robeknya jaringan rusak dalam.
d) Vulnus punctum, luka tusuk yang kecil di bagian luar (bagian mulut luka), akan tetapi besar di bagian dalam luka.
e) Vulnus seroferadum, luka tembak akibat tembakan peluru. Bagian tepi luka tampak kehitam-hitaman.
f) Vulnus morcum, luka gigitan yang tidak jelas bentuknya pada bagian luka.
g) Vulnus abrasio, luka terkikis yang terjadi pada bagian luka dan tidak sampai ke pembuluh darah.
2) Luka non mekanik : Luka akibat zat kimia, termik, radiasi atau serangan listrik.
3. Fisiologi penyembuhan luka
Penyembuhan luka dimulai sejak terjadinya cedera pada tubuh; ada 4 fase penyembuhan luka :
a. Hemostasis
Fase vaskular ini terjadi segera setelah terdapat kerusakan jaringan. Terjadi vasokonstriksi untuk meminimalkan perdarahan dan membantu terjadinya proses koagulasi. Terbentuk bekuan fibrin yang menutupi luka sementara waktu. Sementara terjadi pembentukan bekuan, darah atau cairan serosa keluar dari luka yang merupakan upaya tubuh untuk membersihkan luka secara alami.
b. Inflamasi
Terjadi dilatasi pembuluh darah di sekitar luka, menimbulkan eritema lokal, edema, panas, rasa tidak nyaman, rasa berdenyut-denyut dan terkadang gangguan fungsional. Pada luka yang bersih fase ini berlangsung selama 36 jam, tetapi dapat lebih lama bila terjadi infeksi atau nekrosis.
c. Proliferasi
Pada fase ini terjadi pertumbuhan jaringan baru melalui tiga proses
1) Granulasi
Kapiler dari sekitar pembuluh darah tumbuh kedasar luka.Pada waktu yang sama, fibroblas memproduksi jaringan kolagen yang akan meningkatkan kekuatan dan integritas struktur jaringan luka. Jaringan granulasi yang sehat berwarna merah terang, halus bercahaya dan dasarnya tampak mengerut dan tidak mudah berdarah.
2) Kontraksi luka
Setelah luka berisi jaringan ikat, fibroblas terkumpul di sekitar tepi luka an berkontraksi, merapatkan kedua tepi luka. Terbentuk jaringan parut epitel fibrosa yang lebih kuat pada saat fibroblas dan serat kolagen mulai menyusut, menimbulkan kontraksi pada area tersebut dan obliterasi sebagian kapiler.
3) Epitelisasi
Sel epitel baru tubuh diatas permukaan luka untuk membentuk lapisan luar yang baru, yang dapat dikenali dengan warnanya putih bersemu merah dan semi transparan.
d. Maturasi
Setelah epitelisasi selesai, jaringan yang baru mengalami remodelling untuk meningkatkan kekuatan regangan jaringan parut. Fase ini dapat berlangsung sampai 2 tahun.
4. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka
a. Vaskularisasi, mempengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.
b. Status nutrisi, diperlukan asupan protein, vitamin A dan C, tembaga, zinkum dan zat besi yang adekuat. Protein mensuplai asam amino, yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan dan regenerasi. Vitamin A dan zinkum untuk epitelisasi, dan vitamin C serta zinkum untuk sintesis kolagen dan integrasi kapiler. Zat besi diperlukan untuk sintesis hemoglobin yang bersama oksigen diperlukan untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.
c. Merokok, mempengaruhi ambilan dan pelepasan oksigen ke jaringan, sehingga memperburuk perfusi jaringan
d. Penambahan usia, adanya gangguan sirkulasi dan koagulopati, respon inflamasi yang lebih lambat dan penurunan aktivitas fibroblas.
e. Obesitas, jaringan lemak menyebabkan suplai darah yang tidak adekuat, mengakibatkan lambatnya proses penyembuhan dan menurunnya resistensi terhadap infeksi.
f. Diabetes melitus, adanya gangguan sirkulasi dan perfusi jaringan. Selain itu hiperglikemia dapat menghambat fagositosis dan mencetuskan terjadinya infeksi jamur dan ragi.
g. Obat-obatan, obat antiinflamasi menekan sintesis protein, inflamasi, kontraksi luka dan epitelisasi.
h. Infeksi, infeksi menyebabkan peningkatan inflamasi dan nekrosis yang menghambat penyembuhab luka.
5. Tujuan perawatan luka
a. Melindungi luka dari trauma mekanik
b. Mengimobilisasi luka
c. Mengabsorbsi drainase
d. Mencegah kontaminasi dari kotoran-kotoran tubuh (feses, urine)
e. Membantu hemostasis
f. Menghambat atau membunuh mikroorganisme
g. Memberikan lingkungan fisiologis yang sesuai untuk penyembuhan luka
h. Mencegah perdarahan
i. Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis
6. Indikasi perawatan luka
a. Balutan kotor dan basah akibat eksternal
b. Ada rembesan eksudat
c. Ingin mengkaji keadaan luka
d. Dengan frekuensi tertentu untuk mempercepat debridement jaringan nekrotik.
7. Merawat luka terdiri dari
a. Mengganti balutan kering
b. Mengganti balutan basah kering
c. Irigasi luka
d. Perawatan dekubitus

Referensi :

Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC

Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.

Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.

Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.

JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.

JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.

Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.

Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.

Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar