Minggu, 07 Februari 2010

IRIGASI LUKA

IRIGASI LUKA
By Eny Retna Ambarwati


1. Pengertian :
Suatu tindakan pembersihan secara mekanis dengan larutan isotonic atau pengangkatan fisik terhadap jaringan debris, benda asing atau eksudat dengan kasa atau dengan spuit.
2. Tujuan :
a. Menghilangkan esudat dan debris, benda asing dari luka yang lambat sembuh.
b. Memberikan panas pada area yang sakit.
c. Untuk meningkatkan penembuhan atau memudahkan pengolesan obat luka
3. Peralatan :
a. Bak instrumen steril berisi : pensit 2, kasa steril, gunting, lidi waten
b. Larutan irigasi (200 sampai 500 ml sesuai pesanan) dihangatkan pada suhu tubuh (37-40 derajat C).
c. Spuit irigasi steril (kateter karet merah steril sebagai penghubung untuk luka dalam lubang kecil)
d. Kom balutan steril dan peralatan untuk mengganti balutan
e. Bantalan tahan air/perlak pengalas
f. Jeli pelumas dan spatel lidah (tidak menjadi keharusan)
g. Bengkok
h. Sarung tangan steril dan bersih
4. Prosedur pelaksanaan :
a. Jalaskan prosedur pada klien. Gambarkan sensasi yang akan di rasakan selama irigasi. Ansietas klien akan di kurangi melalui kesadaran tentang apa yang akan terjadi selam prosedur dan perasaan apa yang dirasakan
b. Susun peralatan di samping tempat tidur. Mencegah merusak prosedur
c. Posisikan klien sehingga larutan irigasi akan mengalir dari bagian atas tepi luka ke bagian dalam kom yang diletakkan di bawah luka. Aliran cairan dipengaruhi gravitasi dari area yang kurang terkontaminasi ke area yang paling terkontaminasi.
d. Letakkan perak pengalas di bawah luka klien. Mencegah mengotori linen tempat tidur.
e. Cuci tangan. Mengurangi transmisi mikroorganisme.
f. Kenakan sarung tangan bersih sakali pakai dan lepaskan plester, ikatan atau perban. Sarung tangan mencegah transmisi organisme infeksius dari balutan kotor ke tangan anda.
g. Lepaskan plester dengan melepaskan ujungnya dan menariknya perlahan, sejajar dengan kulit dan ke arah balutan. (bila perekat masih tersisa di kulit, dihilangkan dengan menggunakan larutan aseton/bensin). Mengurangi tegangan pada garis jahitan atau tepi luka.
h. Dengan tangan anda yang telah memakai sarung tangan atau pinset, angkat balutan, pertahankan bagian bawah yang kotor jauh daripenglihatan klien. Lepaskan satu demi satu balutan. Penampilan drainase dapat menggangu klien secara emosional. Pengangkatan balutan dengan hati-hati mencegah tertariknya drain secara tak sengaja.
i. Bila balutan lengket ke luka, lepaskan dengan meneteskan normal salin steril. Mencegah kerusakan permukaan epidermal.
j. Observasi karakter dan jumlah drainage pada balutan. Memberikkan perkiraan hilangnya drainage dan pengkajian perawatan luka.
k. Buang balutan kotor pada wadah yang telah di sediakan, hindari kontaminasi dengan permukaan luar wadah. Lepaskan sarung tangan dengan menarik bagian dalam keluar. Buang di tempat yang telah disediakan. Mengurangi transmisi mikroorganisme pada orang lain.
l. Siapkan peralatan steril. Buka kom dan tuangkan larutan (volume bervariasi tergantung ukuran luka dan banyaknya drainage). Buka spuit dan siapkan bak instrumen. Pakai sarung tanagn steril. Mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam luka.
m. Letakkan bengkok bersih menempel kulit klien di bawah insisi atau letak luka. Menampung larutan pengirigasi yang terkontaminasi.
n. Hisap larutan ke dalam spuit. Saat memegang ujung spuit tepat di atas luka. Irigasi dengan perlahan tetapi secara kontinue dengan tekanan yang cukup untuk mendorong drainage dan debris. Hindari menyemburkan atau menyemprotkan larutan. Irigasi tepat di atas luka. Irigasi secara mekanik mengangkat drainage dan debris. Lokalisasi atau depresi di dasar luka dapat dengan mudah menampung debris.
o. Lanjutkan irigasi sampai larutan jernih yang mengalir ke dalam bengkok memastikan bahwa semua debris telah terbuang.
p. Dengan kasa steril, keringkan tepi luka. Bersihkan dengan progresif menekan dari garis insisi atau tepi luka. Mengeringkan basah yang berlebihan, yang dapat menjadi media untuk pertumbuhan mikroorganisme atau sebagai pengirigasi kulit.
q. Pasang balutan steril. Balutan steril mencegah infeksi dan meningkatkan penyembuhan luka.
r. Bantu klien untuk posisi yang nyaman. Meningkatkan kenyamanan klien.
s. Bereskan peralatan dan cuci tangan. Mengontrol transfer mikroorganisme.
t. Catat pada catatan perawat volume dan tipe larutan, karakteristik drainage, penampilan luka, dan respon klien. Pencatatan tepat waktu akan memberikan dokumentasi terapi akan kemajuan penyembuhan luka.

Referensi :

Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC

Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.

Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.

Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.

JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.

JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.

Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.

Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.

Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar