Minggu, 31 Januari 2010

PEMERIKSAAN FISIK BAYI

PEMERIKSAAN FISIK BAYI
By. Eny Retna Ambarwati


1. Tujuan
Untuk mengenal/menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan segera.
2. Persiapan alat
a. Kapas
b. Senter
c. Thermometer
d. Stetoskop
e. Flanel/selimut bayi
f. Bengkok g. Timbangan bayi
h. Pita meter (metlyn)
i. Pengukur panjang badan
j. Sarung tangan
k. Buku catatan
3. Prosedur
a. Jelaskan pada ibu atau keluarga maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan.
b. Lakukan anamnesa riwayat dari ibu meliputi faktor generik, faktor lingkungan, sosial, faktor ibu dan perinatal, faktor neonatal.
c. Susun alat secara ergonomis untuk memudahkan dalam bekerja.
d. Cuci tangan
e. Letakkan bayi pada tempat yang rata.
Upayakan tempat pemeriksaan aman, menghindari bayi jatuh.
f. Lakukan penimbangan berat badan
Periksa alat timbangan, posisi, seimbangkan timbangan dan atur skala timbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Baca hasil timbangan sampai ketelitian 0,1 kg.
g. Lakukan pengukuran panjang badan
Letakkan bayi ditempat datar. Ukur panjang badan bayi menggunakan pengukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki atau badan bayi diluruskan. Pegangi kepala dan lutut agar kaki tetap lurus. Baca hasil pengukuran sampai ketelitian 0,1 cm.
h. Ukur lingkar kepala
Pengukuran dilakukan dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi.
i. Ukur lingkar dada
Lingkar dada diukur dari daerah dada ke punggung kembali ke dada (pengukuran dilakukan melalui kedua puting susu).
j. Lakukan pemeriksaan kepala
Lakukan pengecekan kontur tulang tengkorak, penonjolan daerah yang cekung, perhatikan juga hubungan kedua telinga simetris atau tidak, dan keadaan mata, apakah ada tanda-tanda infeksi. Perhatikan juga bibir dan mulut.
k. Periksa leher
Amati apakah ada pembengkakan atau pembesaran kelenjar tyroid atau vena jugularis.
l. Periksa dada, perhatikan bentuk puting, bunyi nafas, bunyi jantung.
m. Periksa bahu, lengan dan tangan, perhatikan gerakan dan jumlah jari.
n. Periksa sistem syaraf, adanya reflek moro.
o. Periksa perut, perhatikan bentuk, penonjolan sekitar pusat, perdarahan tali pusat, benjolan.
p. Periksa genetalia
Pada genetalia laki-laki perhatikan skrotum apa sudah turun, penis berlubang sedangkan pada genetalia perempuan, perhatikan vagina berlubang, uretra berlubang, labia mayora dan minora.
q. Periksa tungkai dan kaki, perhatikan gerakan, jumlah jari, bentuk.
r. Periksa punggung dan anus, perhatikan adakah pembengkakan atau ada cekungan, periksa anus berlubang atau tidak.
s. Periksa kulit, perhatikan vernik, warna kulit, pembengkakan dan bercak hitam, tanda lahir.
t. Jelaskan pada ibu/keluarga tentang hasil pemeriksaannya
u. Rapikan bayi
v. Bereskan alat-alat
w. Lakukan pendokumentasian tindakan dan hasil pemeriksaan

Referensi :

Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC

Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.

Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.

Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.

JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.

JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.

Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.

Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.

Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar