1. Kelainan pada rahim
a. Sub involusi uteri
Involusi adalah keadaan uterus mengecil oleh kontraksi rahim dimana berat rahim dari 1000 gram saat setelah bersalin, menjadi 40–60 gram 6 minggu kemudian. Pada beberapa keadaan terjadinya proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat. Keadaan demikian disebut sub involusi uteri.
Penyebab terjadinya sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah atau mioma uteri. Pada palpasi uterus teraba masih besar, fundus masih tinggi, lochea banyak, dapat berbau dan terjadi perdarahan.
b. Perdarahan masa nifas
1). Pengertian
Perdarahan lebih dari 500 – 600 ml dalam masa 24 jam setelah anak lahir.
2). Pembagian
a). Perdarahan postpartum primer (early postpartum hemorhage) yang terjadi pada 24 jam pertama.
b). Perdarahan postpartum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24 jam.
3). Etiologi
Penyebab perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, laserasi jalan lahir dan inversio uteri. Sedangkan penyebab perdarahan postpartum sekunder adalah sub involusi, retensi sisa plasenta, infeksi nifas.
4). Pencegahan
Pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan dengan mengenali resiko perdarahan post partum (uterus distensi, partus lama, partus dengan pacuan), memberikan oksitoksin injeksi setelah bayi lahir, memastikan kontraksi uterus setelah bayi lahir, memastikan plasenta lahir lengkap, menangani robekan jalan lahir.
2. Kelainan lain dalam nifas
a. Flegmasia alba dolens
yaitu suatu tromboflebitis yang mengenai satu atau kedua vena vemoralis. Hal ini disebabkan oleh adanya trombosis atau embolus yang disebabkan karena adanya perubahan atau kerusakan pada intima pembuluh darah, perubahan pada susunan darah, laju peredaran darah, atau karena pengaruh infeksi atau venaseksi.
Faktor predisposisinya adalah usia lanjut, multi paritas, obstetri operatif, adanya farices dan infeksi nifas.
Gejala klinisnya meliputi suhu badan naik, nyeri kaki dan betis pada saat berjalan atau ditekan (tanda homan) dan bengkak (tumor) kalau ditekan menjadi cekung.
b. Nekrosis hipofisis lobus anterior post partum
Sindroma sheehan atau nekrosis lobus depan dari hipofisis karena syock akibat perdarahan persalinan. Hipofisis ikut berinvolusi setelah persalinan karena syock akibat perdarahan hebat pada hipofisis terjadilah nekrosis pada pars anterior. Mungkin pula nekrosis ini terjadi karena pembekuan intravaskuler menyebabkan trombosis pada sinusoid hipofisis. Gejala timbul agalaksia, amenore, dan insufisiensi hormon pars anterior hipofisis.
Kamis, 16 September 2010
Infeksi Nifas
Infeksi Nifas
1. Pengertian
Infeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman – kuman ke dalam alat – alat genital pada waktu persalinan dan nifas.
2. Etiologi
a. Berdasarkan masuknya kuman ke dalam alat kandungan.
1). Ektogen (kuman datang dari luar)
2). Autogen (kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh)
3). Endogen (dari jalan lahir sendiri)
b. Berdasarkan kuman yang sering menyebabkan infeksi.
1). Streptococcus Haemolyticus Aerobik
Masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat yang ditularkan dari penderita lain, alat – alat yang tidak suci hama, tangan penolong.
2). Staphylococcus aureus
Masuk secara eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukan sebagai penyebab infeksi di rumah sakit.
3). Eschericia coli
Sering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan infeksi terbatas.
4). Clostridium welchii
Kuman aerobik yang sangat berbahaya, sering ditemukan pada abortus kriminalis dan partus yang ditolong dukun dari luar rumah sakit.
3. Patofisiologi
Setelah kala III, daerah bekas insersio plasenta merupakan sebuah luka dengan diameter kira – kira 4 cm. Permukaannya tidak rata, berbenjol – benjol karena banyaknya vena yang ditutupi trombus. Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman dan masuknya jenis yang patogen dalam tubuh wanita. Servik sering mengalami perlukaan pada persalinan, demikian juga vulva, vagina dan perineum, yang merupakan tempat masuknya kuman patogen.
Infeksi nifas dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu satu infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, servik dan endometrium, kedua penyebaran dari tempat tersebut melalui vena – vena, melalui jalan limfe dan melalui permukaan endometrium.
4. Tanda dan gejala
Infeksi akut ditandai dengan demam, sakit didaerah infeksi, berwarna kemerahan, fungsi organ tersebut terganggu. Gambaran klinis infeksi nifas dapat berbentuk :
a. Infeksi lokal
Pembengkakan luka episiotomi, terjadi penanahan, perubahan warna kulit, pengeluaran lochea bercampur nanah, mobilitasi terbatas karena rasa nyeri, temperatur badan dapat meningkat.
b. Infeksi umum
Tampak sakit dan lemah, temperatur meningkat, tekanan darah menurun dan nadi meningkat, pernafasan dapat meningkat dan terasa sesak, kesadaran gelisah sampai menurun dan koma, terjadi gangguan involusi uterus, lochea berbau dan bernanah serta kotor.
5. Cara terjadinya infeksi
1). Manipulasi penolong yang tidak suci hama, atau periksa dalam yang berulang – ulang dapat membawa bakteri yang sudah ada ke dalam rongga rahim.
2). Alat – alat yang tidak suci hama.
3). Infeksi droplet, sarung tangan dan alat – alat terkena infeksi, kontaminasi yang berasal dari hidung, tenggorokan dari penolong.
4). Infeksi rumah sakit
5). Koitus pada akhir kehamilan pada ketuban pecah dini.
6). Infeksi intra partum.
6. Faktor predisposisi
a. Persalinan yang berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar.
b. Tindakan operasi persalinan.
c. Tertinggalnya plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
d. Ketuban pecah dini.
e. Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum.
7. Pencegahan
a. Lakukan mobilisasi dini sehingga darah lochea keluar dengan lancar.
b. Perlukaan dirawat dengan baik.
c. Rawat gabung dengan isolasi untuk mengurangi infeksi nasokomial.
1. Pengertian
Infeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman – kuman ke dalam alat – alat genital pada waktu persalinan dan nifas.
2. Etiologi
a. Berdasarkan masuknya kuman ke dalam alat kandungan.
1). Ektogen (kuman datang dari luar)
2). Autogen (kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh)
3). Endogen (dari jalan lahir sendiri)
b. Berdasarkan kuman yang sering menyebabkan infeksi.
1). Streptococcus Haemolyticus Aerobik
Masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat yang ditularkan dari penderita lain, alat – alat yang tidak suci hama, tangan penolong.
2). Staphylococcus aureus
Masuk secara eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukan sebagai penyebab infeksi di rumah sakit.
3). Eschericia coli
Sering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan infeksi terbatas.
4). Clostridium welchii
Kuman aerobik yang sangat berbahaya, sering ditemukan pada abortus kriminalis dan partus yang ditolong dukun dari luar rumah sakit.
3. Patofisiologi
Setelah kala III, daerah bekas insersio plasenta merupakan sebuah luka dengan diameter kira – kira 4 cm. Permukaannya tidak rata, berbenjol – benjol karena banyaknya vena yang ditutupi trombus. Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman dan masuknya jenis yang patogen dalam tubuh wanita. Servik sering mengalami perlukaan pada persalinan, demikian juga vulva, vagina dan perineum, yang merupakan tempat masuknya kuman patogen.
Infeksi nifas dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu satu infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, servik dan endometrium, kedua penyebaran dari tempat tersebut melalui vena – vena, melalui jalan limfe dan melalui permukaan endometrium.
4. Tanda dan gejala
Infeksi akut ditandai dengan demam, sakit didaerah infeksi, berwarna kemerahan, fungsi organ tersebut terganggu. Gambaran klinis infeksi nifas dapat berbentuk :
a. Infeksi lokal
Pembengkakan luka episiotomi, terjadi penanahan, perubahan warna kulit, pengeluaran lochea bercampur nanah, mobilitasi terbatas karena rasa nyeri, temperatur badan dapat meningkat.
b. Infeksi umum
Tampak sakit dan lemah, temperatur meningkat, tekanan darah menurun dan nadi meningkat, pernafasan dapat meningkat dan terasa sesak, kesadaran gelisah sampai menurun dan koma, terjadi gangguan involusi uterus, lochea berbau dan bernanah serta kotor.
5. Cara terjadinya infeksi
1). Manipulasi penolong yang tidak suci hama, atau periksa dalam yang berulang – ulang dapat membawa bakteri yang sudah ada ke dalam rongga rahim.
2). Alat – alat yang tidak suci hama.
3). Infeksi droplet, sarung tangan dan alat – alat terkena infeksi, kontaminasi yang berasal dari hidung, tenggorokan dari penolong.
4). Infeksi rumah sakit
5). Koitus pada akhir kehamilan pada ketuban pecah dini.
6). Infeksi intra partum.
6. Faktor predisposisi
a. Persalinan yang berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar.
b. Tindakan operasi persalinan.
c. Tertinggalnya plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
d. Ketuban pecah dini.
e. Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum.
7. Pencegahan
a. Lakukan mobilisasi dini sehingga darah lochea keluar dengan lancar.
b. Perlukaan dirawat dengan baik.
c. Rawat gabung dengan isolasi untuk mengurangi infeksi nasokomial.
Pelaksanaan Asuhan Nifas
1. Ibu yang baru pulang dari RS.
a. Keputusan diambil oleh ibu hasil konsultasi dengan RS dan Bidan.
b. Bidan memberikan informasi terinci tentang ringkasan proses persalinan, hasil dan informasi lain yang relevan.
c. Jika perlu mengulangi pada sore hari atau esok hari.
2. Kunjungan Post Natal rutin
a. Kunjungan rumah sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore selama beberapa hari post partum.
b. Ibu, suami atau keluarganya diajarkan untuk mendemonstrasikan : cara memandikan bayi, cara membuat susu, cara menyeterilkan botol, cara mencuci tangan.
c. Jika ibu mengeluh sakit perineum dapat dianjurkan mengompres / cebok dengan air hangat.
d. Saran / nasehat yang diberikan harus realistis dan sesuai keadaan.
e. Berbicara dengan bayi dan bereaksi dengan sabar ketika bayi menangis.
f. Karena bidan pada waktu mengunjungi tidak lama, maka perlu melibatkan keluarga untuk : memberikan perhatian penuh baik verbal maupun non verbal, siap siaga, memberikan dukungan dalam beradaptasi dalam lingkungan baru.
g. Bidan mengobservasi status mental ibu dan sikap terhadap bayinya, suami serta anak-anak lainnya.
h. Memberitahukan pengenalan tanda bahaya / masalah yang mungkin di hadapi.
i. Bidan juga perlu mengobservasikan reaksi anggota keluarga lainnya.
j. Siapkan waktu agar ibu agar ibu dapat mengekspresikan perasaannya, kecemasan terhadap bayinya, anak-anak lainnya dan hubungan antar mereka.
k. Bidan mendengarkan, memberikan dukungan dan dorongan terus menerus serta memberikan dukungan ekstra kepada ibu yang kurang mendapat dukungan dari keluarga.
l. Pada setiap akhir kunjungan, bidan melengkapi catatannya termasuk saran-saran yang diberikan, untuk mempermudah asuhan post natal berikutnya.
m. Perencanaan : skrining test untuk mengetahui penyakit metabolisme, yang muncul pada hari ke 6 – ke 14.
n. Sebelum hari ke sepuluh mulai membicarakan tentang KB (metode kontrasepsi) : mendorong ibu untuk berfikir positif tentang rencana kehamilan berikutnya, jika ingin menggunakan pil 2-3 minggu sesudah bersalin ibu dianjurkan ke klinik KB atau jika ingin menggunakan IUD 6 minggu Post Partum.
o. Dengan rilek mendorong suami istri untuk membicarakan awal seksual intercourse, dijelaskan juga : lamanya pengeluaran lochea, kembalinya menstruasi, kesuburan, cara-cara meminimalkan nyeri perineum, perubahan fisik dan psikologi.
Jika ada kelainan atau penyimpangan baik bayi maupun ibunya anjurkan segera ke RS, misalnya : perdarahan post partum, gangguan mental kejang, bayi hipotermia, bila mungkin ibu dan bayi dalam satu ruangan.
a. Keputusan diambil oleh ibu hasil konsultasi dengan RS dan Bidan.
b. Bidan memberikan informasi terinci tentang ringkasan proses persalinan, hasil dan informasi lain yang relevan.
c. Jika perlu mengulangi pada sore hari atau esok hari.
2. Kunjungan Post Natal rutin
a. Kunjungan rumah sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore selama beberapa hari post partum.
b. Ibu, suami atau keluarganya diajarkan untuk mendemonstrasikan : cara memandikan bayi, cara membuat susu, cara menyeterilkan botol, cara mencuci tangan.
c. Jika ibu mengeluh sakit perineum dapat dianjurkan mengompres / cebok dengan air hangat.
d. Saran / nasehat yang diberikan harus realistis dan sesuai keadaan.
e. Berbicara dengan bayi dan bereaksi dengan sabar ketika bayi menangis.
f. Karena bidan pada waktu mengunjungi tidak lama, maka perlu melibatkan keluarga untuk : memberikan perhatian penuh baik verbal maupun non verbal, siap siaga, memberikan dukungan dalam beradaptasi dalam lingkungan baru.
g. Bidan mengobservasi status mental ibu dan sikap terhadap bayinya, suami serta anak-anak lainnya.
h. Memberitahukan pengenalan tanda bahaya / masalah yang mungkin di hadapi.
i. Bidan juga perlu mengobservasikan reaksi anggota keluarga lainnya.
j. Siapkan waktu agar ibu agar ibu dapat mengekspresikan perasaannya, kecemasan terhadap bayinya, anak-anak lainnya dan hubungan antar mereka.
k. Bidan mendengarkan, memberikan dukungan dan dorongan terus menerus serta memberikan dukungan ekstra kepada ibu yang kurang mendapat dukungan dari keluarga.
l. Pada setiap akhir kunjungan, bidan melengkapi catatannya termasuk saran-saran yang diberikan, untuk mempermudah asuhan post natal berikutnya.
m. Perencanaan : skrining test untuk mengetahui penyakit metabolisme, yang muncul pada hari ke 6 – ke 14.
n. Sebelum hari ke sepuluh mulai membicarakan tentang KB (metode kontrasepsi) : mendorong ibu untuk berfikir positif tentang rencana kehamilan berikutnya, jika ingin menggunakan pil 2-3 minggu sesudah bersalin ibu dianjurkan ke klinik KB atau jika ingin menggunakan IUD 6 minggu Post Partum.
o. Dengan rilek mendorong suami istri untuk membicarakan awal seksual intercourse, dijelaskan juga : lamanya pengeluaran lochea, kembalinya menstruasi, kesuburan, cara-cara meminimalkan nyeri perineum, perubahan fisik dan psikologi.
Jika ada kelainan atau penyimpangan baik bayi maupun ibunya anjurkan segera ke RS, misalnya : perdarahan post partum, gangguan mental kejang, bayi hipotermia, bila mungkin ibu dan bayi dalam satu ruangan.
Senam Nifas
Manfaat Senam Nifas
a. Manfaat latihan secara umum :
1). Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.
2). Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah pelemahan dan peregangan lebih lanjut.
3). Menghasilkan manfaat psikologis, manambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
b. Manfaat khusus latihan perineal :
1). Membantu menghindari terjadinya mengompol akibat stress.
2). Mencegah turunnya organ-organ pinggul.
3). Mengatasi masalah seksual.
c. Manfaat khusus latihan perut :
1). Mengurangi risiko sakit punggung dan pinggang.
2). Mengurangi varises vena.
3). Mengurangi edema di kaki.
4). Mengatasi kram di kaki.
5). Mencegah pembentukan gumpalan darah dalam vena (thrombi)
6). Memperlancar peredaran darah
2. Tips Berlatih
a. Lakukan pemanasan dengan gerakan-gerakan ringan.
b. Lakukan latihan singkat, tetapi sering dibandingkan latihan yang berat tetapi hanya sekali-sekali.
c. Lakukan latihan dengan perlahan, jangan mengulang suatu seri terlalu cepat tanpa jeda istirahat.
d. Beristirahatlah di antara latihan karena perbaikan otot terjadi saat ini – bukan saat otot digerakkan.
e. Jangan berlatih lebih dari yang dianjurkan, meskipun Anda merasa sanggup melakukannya.
f. Berhentilah sebelum lelah.
g. Jangan melakukan latihan sit up penuh, menekuk lutut ke arah dada, atau pengangkatan dua kaki, selama 6 minggu pertama pasca persalinan.
3. Tahap-tahap Senam Nifas
a. Latihan tahap pertama : 24 jam setelah persalinan
1). Latihan Kegel (latihan perineal)
Lakukan gerakan seperti menahan buang air kecil tahan 8-10 detik. Latihan ini dapat dilakukan dimana saja, bahkan saat berbaring setelah melahirkan
2). Latihan pernafasan diafragma yang dalam
Ambil posisi berbaring terlentang lutut ditekuk kemudian ambil napas sambil kencangkan otot-otot perut dan hembuskan napas perlahan lewat mulut.
b. Latihan tahap kedua : 3 hari pasca persalinan
1). Latihan mengangkat pinggul
Ambil posisi berbaring terlentang lutut ditekuk kemudian hirup nafas sementara anda menekan pinggul kelantai, selanjutnya hembuskan nafas dan lemaskan. Mulailah dengan 3 - 4 kali, kemudian secara bertahap sampai 12 lalu 24 kali.
2). Latihan mengangkat kepala
Tarik napas dalam-dalam, angkat kepala sedikit sambil menghembuskan napas, kemudian turunkan kepala perlahan sambil menarik napas.
3). Latihan meluncurkan kaki
Secara berlahan julurkan kedua tungkai kaki hingga rata dengan lantai, kemudian geserkan telapak kaki kanan dengan tetap menjejak lantai kebelakang kearah bokong, pertahankan pinggul tetap menekan lantai geserkan tungkai kaki kembali kebawah, ulangi untuk kaki kiri.
Mulailah dengan 3 - 4 kali geseran setiap kaki, lalu secara bertahap sampai 12 x atau lebih dengan nyaman.
c. Latihan tahap ketiga : setelah pemeriksaan pasca persalinan
1). Latihan mengencangkan otot perut
Ambil posisi dasar, letakkan tangan di perut kemudian kencangkan otot perut dan kendurkan lagi. Gerakan harus ke arah dalam dada tidak boleh ikut bergerak.
2). Latihan merapatkan otot perut
Tahan otot perut dengan tangan, angkat kepala dan pundak dari bantal seolah Anda hendak duduk. Ulangi 5 kali.
3). Latihan merampingkan pinggang
Letakkan dua tangan di pinggang dan tekan keras-keras seolah-olah sedang mengencangkan ikat pinggang kemudian kendurkan. Ulangi 5x
4). Berlutut
a). Sikap merangkak bertumpu pada lutut dan telapak tangan. Gerakkan pinggang ke atas, ke bawah, sambil kencangkan otot perut.
b). Gerakkan pinggul dan kepala ke kiri dan ke kanan bergantian.
5). Latihan meregangkan badan
a). Berbaring telentang. Kencangkan otot perut, Gerakkan lengan di samping badan seolah hendak menjangkau mata kaki secara bergantian. Luruskan kembali. Lakukan pada masing-masing lengan 5x.
b). Berbaring miring. Kencangkan otot perut, gerakkan lengan lurus ke atas kepala dan kaki lurus-lurus ke bawah sehingga badan membentuk garis lurus. Istirahat, ulangi 5x.
6). Duduk
Letakkan tangan di atas kepala, otot perut dikencangkan ke dalam dan gerakan tubuh ke depan untuk memegang jari-jari kaki. Ulangi 5x.
7). Berdiri
Berdiri tegak kemudian perut dikencangkan ke dalam.
8). Berbaring telungkup
Berbaring dengan bantal di bawah kepala dan sebuah lagi di bawah perut kemudian kencangkan otot perut. berbaring tidak boleh lebih dari 20 menit.
a. Manfaat latihan secara umum :
1). Membantu penyembuhan rahim, perut dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut ke bentuk normal.
2). Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar akibat kehamilan dan persalinan serta mencegah pelemahan dan peregangan lebih lanjut.
3). Menghasilkan manfaat psikologis, manambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
b. Manfaat khusus latihan perineal :
1). Membantu menghindari terjadinya mengompol akibat stress.
2). Mencegah turunnya organ-organ pinggul.
3). Mengatasi masalah seksual.
c. Manfaat khusus latihan perut :
1). Mengurangi risiko sakit punggung dan pinggang.
2). Mengurangi varises vena.
3). Mengurangi edema di kaki.
4). Mengatasi kram di kaki.
5). Mencegah pembentukan gumpalan darah dalam vena (thrombi)
6). Memperlancar peredaran darah
2. Tips Berlatih
a. Lakukan pemanasan dengan gerakan-gerakan ringan.
b. Lakukan latihan singkat, tetapi sering dibandingkan latihan yang berat tetapi hanya sekali-sekali.
c. Lakukan latihan dengan perlahan, jangan mengulang suatu seri terlalu cepat tanpa jeda istirahat.
d. Beristirahatlah di antara latihan karena perbaikan otot terjadi saat ini – bukan saat otot digerakkan.
e. Jangan berlatih lebih dari yang dianjurkan, meskipun Anda merasa sanggup melakukannya.
f. Berhentilah sebelum lelah.
g. Jangan melakukan latihan sit up penuh, menekuk lutut ke arah dada, atau pengangkatan dua kaki, selama 6 minggu pertama pasca persalinan.
3. Tahap-tahap Senam Nifas
a. Latihan tahap pertama : 24 jam setelah persalinan
1). Latihan Kegel (latihan perineal)
Lakukan gerakan seperti menahan buang air kecil tahan 8-10 detik. Latihan ini dapat dilakukan dimana saja, bahkan saat berbaring setelah melahirkan
2). Latihan pernafasan diafragma yang dalam
Ambil posisi berbaring terlentang lutut ditekuk kemudian ambil napas sambil kencangkan otot-otot perut dan hembuskan napas perlahan lewat mulut.
b. Latihan tahap kedua : 3 hari pasca persalinan
1). Latihan mengangkat pinggul
Ambil posisi berbaring terlentang lutut ditekuk kemudian hirup nafas sementara anda menekan pinggul kelantai, selanjutnya hembuskan nafas dan lemaskan. Mulailah dengan 3 - 4 kali, kemudian secara bertahap sampai 12 lalu 24 kali.
2). Latihan mengangkat kepala
Tarik napas dalam-dalam, angkat kepala sedikit sambil menghembuskan napas, kemudian turunkan kepala perlahan sambil menarik napas.
3). Latihan meluncurkan kaki
Secara berlahan julurkan kedua tungkai kaki hingga rata dengan lantai, kemudian geserkan telapak kaki kanan dengan tetap menjejak lantai kebelakang kearah bokong, pertahankan pinggul tetap menekan lantai geserkan tungkai kaki kembali kebawah, ulangi untuk kaki kiri.
Mulailah dengan 3 - 4 kali geseran setiap kaki, lalu secara bertahap sampai 12 x atau lebih dengan nyaman.
c. Latihan tahap ketiga : setelah pemeriksaan pasca persalinan
1). Latihan mengencangkan otot perut
Ambil posisi dasar, letakkan tangan di perut kemudian kencangkan otot perut dan kendurkan lagi. Gerakan harus ke arah dalam dada tidak boleh ikut bergerak.
2). Latihan merapatkan otot perut
Tahan otot perut dengan tangan, angkat kepala dan pundak dari bantal seolah Anda hendak duduk. Ulangi 5 kali.
3). Latihan merampingkan pinggang
Letakkan dua tangan di pinggang dan tekan keras-keras seolah-olah sedang mengencangkan ikat pinggang kemudian kendurkan. Ulangi 5x
4). Berlutut
a). Sikap merangkak bertumpu pada lutut dan telapak tangan. Gerakkan pinggang ke atas, ke bawah, sambil kencangkan otot perut.
b). Gerakkan pinggul dan kepala ke kiri dan ke kanan bergantian.
5). Latihan meregangkan badan
a). Berbaring telentang. Kencangkan otot perut, Gerakkan lengan di samping badan seolah hendak menjangkau mata kaki secara bergantian. Luruskan kembali. Lakukan pada masing-masing lengan 5x.
b). Berbaring miring. Kencangkan otot perut, gerakkan lengan lurus ke atas kepala dan kaki lurus-lurus ke bawah sehingga badan membentuk garis lurus. Istirahat, ulangi 5x.
6). Duduk
Letakkan tangan di atas kepala, otot perut dikencangkan ke dalam dan gerakan tubuh ke depan untuk memegang jari-jari kaki. Ulangi 5x.
7). Berdiri
Berdiri tegak kemudian perut dikencangkan ke dalam.
8). Berbaring telungkup
Berbaring dengan bantal di bawah kepala dan sebuah lagi di bawah perut kemudian kencangkan otot perut. berbaring tidak boleh lebih dari 20 menit.
Istirahat
Kebahagiaan setelah melahirkan membuat sulit istirahat. Seorang ibu baru akan cemas apakah ia akan mampu merawat anaknya atau tidak. Hal ini mengakibatka sulit tidur. Juga akan terjadi gangguan pola tidur karena beban kerja bertambah, ibu harus bangun malam untuk meneteki atau mengganti popok yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Anjurkan ibu supaya istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Sarankan ibu untuk kembali pada kegiatan rumah tangga secara perlahan – lahan serta untuk tidur siang atau beristirahat selama bayi tidur. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal antara lain mengurangi jumlah ASI yang diproduksi, memperlambat proses involusi uteri dan memperbanyak perdarahan, menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.
Kebersihan Diri
Mandi di tempat tidur dilakukan sampai ibu dapat mandi sendiri di kamar mandi, yang terutama dibersihkan adalah putting susu dan mamae dilanjutkan perawatan perineum.
1. Perawatan perineum
Apabila setelah buang air besar atau buang air kecil perineum dibersihkan secara rutin. Caranya dibersihkan dengan sabun yang lembut minimal sekali sehari. Biasanya ibu merasa takut pada kemungkinan jahitannya akan lepas, juga merasa sakit sehingga perineum tidak dibersihkan atau dicuci. Cairan sabun atau sejenisnya sebaiknya dipakai setelah buang air kecil atau buang air besar.
Membersihkan dimulai dari simpisis sampai anal sehingga tidak terjadi infeksi. Ibu diberitahu caranya mengganti pembalut yaitu bagian dalam jangan sampai terkontaminasi oleh tangan. Pembalut yang sudah kotor harus diganti paling sedikit 4 kali sehari. Ibu diberitahu tentang jumlah, warna, dan bau lochea sehingga apabila ada kelainan dapat diketahui secara dini. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. Apabila ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.
2. Perawatan Payudara
a. Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama putting susu dengan menggunakan BH yang menyokong payudara.
b. Apabila putting susu lecet oleskan colostrum atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap selesai menyusui. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari putting yang tidak lecet.
c. Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam, ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
d. Untuk menghilangkan nyeri ibu dapat diberikan paracetamol 1 tablet setiap 4-6 jam.
1. Perawatan perineum
Apabila setelah buang air besar atau buang air kecil perineum dibersihkan secara rutin. Caranya dibersihkan dengan sabun yang lembut minimal sekali sehari. Biasanya ibu merasa takut pada kemungkinan jahitannya akan lepas, juga merasa sakit sehingga perineum tidak dibersihkan atau dicuci. Cairan sabun atau sejenisnya sebaiknya dipakai setelah buang air kecil atau buang air besar.
Membersihkan dimulai dari simpisis sampai anal sehingga tidak terjadi infeksi. Ibu diberitahu caranya mengganti pembalut yaitu bagian dalam jangan sampai terkontaminasi oleh tangan. Pembalut yang sudah kotor harus diganti paling sedikit 4 kali sehari. Ibu diberitahu tentang jumlah, warna, dan bau lochea sehingga apabila ada kelainan dapat diketahui secara dini. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. Apabila ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.
2. Perawatan Payudara
a. Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama putting susu dengan menggunakan BH yang menyokong payudara.
b. Apabila putting susu lecet oleskan colostrum atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap selesai menyusui. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari putting yang tidak lecet.
c. Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam, ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
d. Untuk menghilangkan nyeri ibu dapat diberikan paracetamol 1 tablet setiap 4-6 jam.
Eliminasi
Miksi
Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan setiap 3-4 jam. Ibu diusahakan dapat buang air kecil sendiri, bila tidak dilakukan dengan tindakan :
a. Dirangsang dengan mengalirkan air kran di dekat klien.
b. Mengompres air hangat diatas simpisis
Bila tidak berhasil dengan cara diatas maka dilakukan keteterisasi. Karena prosedur kateterisasi membuat klien tidak nyaman dan resiko infeksi saluran kencing tinggi untuk itu kateterisasi tidak dilakukan sebelum lewat 6 jam post Partum. Douwer kateter diganti setelah 48 jam.
2. Defekasi
Biasanya 2-3 hari post Partum masih sulit buang air besar. Jika klien pada hari ke tiga belum juga buang air besar maka diberikan laksan supositoria dan minum air hangat. Agar dapat buang air besar secara teratur dapat dilakukan dengan diit teratur, pemberian cairan yang banyak, makanan cukup serat, olah raga.
Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan setiap 3-4 jam. Ibu diusahakan dapat buang air kecil sendiri, bila tidak dilakukan dengan tindakan :
a. Dirangsang dengan mengalirkan air kran di dekat klien.
b. Mengompres air hangat diatas simpisis
Bila tidak berhasil dengan cara diatas maka dilakukan keteterisasi. Karena prosedur kateterisasi membuat klien tidak nyaman dan resiko infeksi saluran kencing tinggi untuk itu kateterisasi tidak dilakukan sebelum lewat 6 jam post Partum. Douwer kateter diganti setelah 48 jam.
2. Defekasi
Biasanya 2-3 hari post Partum masih sulit buang air besar. Jika klien pada hari ke tiga belum juga buang air besar maka diberikan laksan supositoria dan minum air hangat. Agar dapat buang air besar secara teratur dapat dilakukan dengan diit teratur, pemberian cairan yang banyak, makanan cukup serat, olah raga.
Langganan:
Postingan (Atom)